Selasa, 16 Agustus 2016

[KU-224/2016] Museum Saksi Kisah Gerbong Maut Bondowoso

BONDOWOSO : Stasiun di Bondowoso, Jawa Timur berubah fungsi menjadi museum kereta api. Stasiun kereta di Jalan Imam Bonjol, Kel. Kademangan, Kec. Kota Bondowoso itu pernah menjadi saksi sejarah pengangkutan 100 pejuang yang menjadi tawanan penjajah Belanda.

Peristiwa pengangkutan itu dikenal sebagai peristiwa gerbong maut. Manajer Humas Daop 9 Jember Lukman Arif mengatakan, Museum Kereta Api Bondowoso akan diresmikan pada hari ini, Rabu (17/8/2016), usai upacara peringatan HUT ke-71 RI.

Ia menjelaskan, stasiun di Bondowoso memang jalur mati dan tidak dilewati kereta api lagi. "Keberadaan museum kereta api di Bondowoso, nantinya akan menjadi destinasi wisata baru dan menambah daya tarik wisata edukasi dan rekreasi," ujar Lukman.

Ia menambahkan, museum kereta api Bondowoso akan menjadi yang pertama dan satu-satunya museum khusus kereta api di Provinsi Jawa Timur yang memamerkan beragam koleksi terkait sejarah perkeretaapian. Koleksinya, antara lain peralatan persinyalan dan telekomunikasi, tiket kereta jaman dahulu (edmonson), miniatur lokomotif uap, dan berbagai alat kerja di Stasiun Bondowoso pada masa lalu.

"PT KAI juga bekerja sama dengan Persatuan Veteran RI di Bondowoso untuk menghibahkan barang-barang yang berkaitan dengan perjuangan Kemerdekaan RI, seperti seragam, topi, foto, dan yang lainnya untuk menambah koleksi," ujar Lukman.

Lukman mengatakan, pembukaan museum kereta api merupakan tahap awal dari berbagai rencana pengembangan perkeretaapian di Bondowoso, yang antara lain meliputi pengoperasian lori wisata dari Stasiun Bondowoso ke Stasiun Tamanan. Dan pengaktifan kembali jalur kereta Panarukan Situbondo ke Kalisat yang melewati Stasiun Bondowoso.

Sumber : Liputan6, 16.08.16.

[English Free Translation]
Bondowoso Station, East Java changed into a train museum. Stations which located at Jalan Imam Bonjol, Kel. Kademangan, Bondowoso (city) had been a witness to history when transport 100 fighters who become prisoners of the Dutch colonizers.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar