Thursday, April 26, 2012

[KU-115/2012] Dana PSO : PT KAI Klaim Tak Terserap Akibat Tabrakan Regulasi


JAKARTA: PT Kereta Api Indonesia mengklaim telah terjadi tabrakan regulasi soal PSO kereta rel listrik (KRL) ekonomi, sehingga jumlah kursi yang dibiayai pemerintah berkurang 2,56 juta tempat duduk akibatnya ada dana PSO 2011 yang dinyatakan tidak terserap seluruhnya

Dalam kontrak public service obligation (PSO) atau subsidi pelayanan publik dari pemerintah kepada PT KAI untuk pengoperasian KRL ekonomi 2011 disebutkan tempat duduk yang dibiayai sebanyak 60,17 juta, sedangkan realisasinya hanya 57,6 juta, sehingga ada selisih 2,56 juta lebih sedikit dari kontrak.

Humas PT KAI Sugeng Priyono mengatakan selisih jumlah tempat duduk yang direalisaskan ini lebih kecil ketimbang kontrak karena adanya tabrakan regulasi yakni tentang Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).

Telah terjadi perubahan Gapeka 2010 menjadi Gapeka 2011 sebagaimana diatur dalam Peraturan Dirjen Perkeretaapian tentang Gapeka tahun 2011 No: KA.407/SK.102/DJKA/10/2011 yang salah satu pasalnya menyatakan mencabut Gapeka 2010, dan peraturan ini mulai berlaku 1 Desember 2011 khusus untuk KRL. Perubahan Gapeka itu diterjemahkan dengan diterapkannya sistem loopline KRL Jabodetabek.

“Perubahan Gapeka ini yang mulai berlaku 1 Desember 2011 menimbulkan kerugian bagi PT KAI karena kontrak PSO 2011 mengunakan Gapeka 2010,” tutur  Sugeng kepada Bisnis, Minggu, 22 April 2012.

Dampaknya, lanjut Sugeng, perjalanan KRL Ekonomi mulai 1 Desember 2011 tidak dibayarkan. Hal ini menunjukkan terjadi tabrakan regulasi, bila tetap menjalankan KRL Ekonomi sesuai kontrak PSO 2011 akan melanggar Gapeka 2011, tetapi bila menjalankan sesuai Gapeka 2011 menjadikannya tidak sesuai dengan kontrak PSO 2011, maka PSO nya tidak dibayarkan.

"Inilah yang terjadi yakni ada 2,56 juta tempat duduk KRL Ekonomi yang berkurang dari kontrak, sehingga dinyatakan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan bahwa dana PSO 2011 tidak terserap seluruhnya, ” ucap Sugeng.

Sebelumnya, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan dana PSO 2011 tiudak terserap Rp16,2 miliar, seharusnya diberikan Rp639,6 miliar menjadi Rp623,4 miliar.

Sugeng menjelaskan tidak terserapnya seluruh dana PSO 2011 ini karena terjadi kekurangan frekuensi dibandingkan dengan kontraknya sehingga menyebabkan pengurangan pembayaran. Pengurangan perjalanan kereta api ini sendiri disebabkan sejumlah hal seperti untuk menghindari keributan suporter sepak bola, gangguan alam seperti longsor terhadap jalur kereta api, gangguan prasarana seperti listrik aliran atas untuk KRL, gangguan sarana karena usia sarana yang sudah tua, dan perubahan Gapeka 2010 menjadi Gapeka 2011 untuk KRL Jabodetabek.

Soal  pernyataan Dirjen Perkeretaapian tentang kereta ekonomi dijadikan kereta aling-aling untuk kereta api eksekutif, Sugeng tidak membantah, memang sempat terjadi demikian. Menurutnya, kereta ekonomi atau K3 sebagai kereta aling-aling saat ini sebagian menggunakan kereta yang status kepemilikannya milik PT KAI yang sudah di PMA-kan (penyertaan modal negara).

“Karena K3 sudah menjadi milik KAI, penggunaannya menurut kaidah korporasi. Penggunaan K3 sebagai kereta aling-aling adalah untuk meningkatkan keselamatan,” tutur Sugeng.

Tundjung sebelumnya mengatakan pada tahun lalu Kemenhub mengaudit ke lapangan untuk mengawasi penggunaan dana PSO untuk KA Ekonomi, ternyata ditemukan gerbong KA Ekonomi dipakai untuk sebagai kereta aling-aling KA Eksekutif.

“Inikan tidak benar, karena operasional KA ekonomi disubsidi pemerintah, dan harus digunakan sesuai peruntukkannya," kata Tundjung. (faa)

Sumber : Bisnis Indonesia, 22.04.12.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia (KAI) claims to have a collision regulations about PSO electric train (KRL) economy-class, so the number of seats with government-funded was reduced 2.56 million, and as a result PSO 2011 that no funds shall be declared completely absorbed

Wednesday, April 25, 2012

[KG-114/2012] Kunjungan Buyer PT. Coeclerici Indonesia 25/04/2012


PALEMBANG: Kunjungan setiap (calon) pembeli batu bara senantiasa rutin mengunjungi stasiun Kertapati (KPT), untuk memastikan pasok batu bara yang dibeli dan jaminan kepastian pengiriman bisa ditepati. Caranya ?

Itu hal umum yang sering ditanyakan. Kesiapan batu bara menjadi penentu dapat dikirim atau tidaknya, kepada sang Pembeli alias Buyer. Setelah batu bara siap, maka tugas KALOG selaku penyedia jasa handling lift-on lift-off (LO/LO) fasilitas dan memastikan setiap gerbong KA diisi dan dikosongkan (baca: bongkar).

Setelah tugas KALOG selesai, maka dilanjutkan peran PT KAI selaku pengangkut dari stasiun Suka Cinta (SCT) ke Kertapati (KPT) memastikan barang dapat tiba dengan aman ditujuan. KALOG akan membongkar batu bara setibanya di KPT.

Demikianlah pola operasi yang hingga saat ini berjalan untuk angkutan batu bara SCT-KPT yang sudah jalan 2 loop atau 2x setiap harinya. Maka salah satu buyer PT BAU yakni PT Coeclerici Indonesia – Gusti datang dan melihat sendiri pola operasi tersebut..

Didampingi staf PT BAU Jakarta yakni Debut dan Gustaf serta advisor KALOG – Sutrimo, tim berkeliling ke CY dan stockpile KPT. Enjoy the pic’s.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Wednesday 25/04 noon, again we had guests from Jakarta, representative of PT. BAU and PT Coeclerici Indonesia who visited KPT CY and stockpile. Advisor KALOG come to accompany the visit.

Tuesday, April 24, 2012

[KU-113/2012] Kuartal I, Produksi Batubara Tercatat 90 Juta Ton


JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, jumlah produksi batubara yang tercatat sebesar 90 juta ton selama kuartal I tahun ini.

Jumlah produksi ini diperkirakan bisa lebih banyak, sebab banyak pemegang Kuasa Pertambangan (KP) yang tidak melapor hasil produksi batubara ke Kementerian ESDM.

"70 % diantaranya langsung diekspor," ujar Edi Prasodjo, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, saat ditemui di sela-sela acara pameran dan konferensi pertambangan Asean Australia, Ozmine 2012 di Jakarta, Selasa (17/4).

Tahun ini, rencana produksi batubara Indonesia adalah 332 juta ton, dan sebanyak 250 juta ton diantaranya untuk pasar ekspor. Sebagai perbandingan, tahun 2011 lalu, Kementerian ESDM mencatat produksi batubara sebesar 329 juta ton, sebanyak 248 juta ton untuk pasar ekspor.

Angka realisasi produksi batubara versi pemerintah ini berbeda dengan perkiraan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Supriyatna Suhala, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengatakan, realisasi produksi batubara kuartal I bisa mencapai 100 juta ton.

“Data kami biasanya lebih besar dibandingkan data pemerintah. Karena tidak semua bupati/walikota melaporkan hasil produksi tambang ke pemerintah pusat,” ujarnya.

APBI sendiri memperkirakan, produksi batubara tahun ini mencapai 390 juta ton. Sementara realisasi produksi batubara tahun lalu versi APBI mencapai 370 juta ton.

Menurut Supriyatna, produksi batubara meningkat karena banyaknya pemain baru, serta banyaknya yang melakukan ekspansi usaha.

Sumber : Kontan, 17.04.12.

[English Free Translation]
Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) reported, the amount of coal production totaled 90 million tons during the first quarter of this year. Total production is estimated to be more, because many of the holder of Mining Authority or Kuasa Pertambangan (KP) who did not report results to the Ministry of Energy and Mineral Resources of their coal production.

Monday, April 23, 2012

[KG-112/2012] CSR – Dragon FC Kalah 2-3 Dari IT2


PALEMBANG: Menggembleng sportivitas anak muda gak gampang. Prinsip menang-kalah harus dikenalkan sejak dini supaya nantinya ngga minder ato sakit ati bila kalah berkompetisi, bahkan terkesan sok jago bila menang. Dalam olahraga, menang kalah itu biasa.

Bila lawan lebih bagus, akui dan harus legowo. Bila tim sendiri kalah, jangan berkecil hati karena masih ada hari esok dan manajer tim pastinya akan introspeksi. Yakinlah bahwa bila kita bekerja keras dan berusaha, akan melahirkan prestasi. Suatu hari !

Selasa 24/04, sesuai jadual tanding 8 besar finalis Liga Futsal Palembang (LFP) yang disponsori Romi Herton Foundation (RHF), dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota, Romi Herton ‘tu lah, wong kito galo menyebutnya.

Adapun nama tim yang sebelumnya menggunakan nama Libas FC, kini bermetamorfosa menjadi Dragon FC. Semangat sang Naga kelak bakal membakar jiwa muda anak-anak Kertapati dan Palembang umumnya, untuk tampil lebih sportif.
Personil tim Dragon FC yang bertanding di laga final, yakni (foto belakang berdiri, kiri ke kanan) : M. Fajri (kapten), Agung, Abie, M. Awaldi dan Win. Depan, ki-ka : Rhaju, Syukur, Aries (kiper), Nazar. Manajer tim : Rusdi.

Sayangnya, saat bertanding melawan IT2, tim futsal Dragon FC harus mengakui keunggulan tim lawan dengan skor tipis 3-2. Bola itu bundar dan sulit ditebak hasil akhirnya kecuali memiliki strategi jitu dan faktor keberuntungan.

Gini-gini juga merupakan tim binaan hasil corporate social responsibility (CSR) antara PT BAU dan PT KALOG. Kita berikan dukungan moral kepada generasi muda Palembang. Rujukan sebelumnya, baca [KG-046/2012] CSR – Dukung Tim Futsal Kertapati dan [KG-049/2012] CSR - Libas FC Maju 8 Besar LFP.

Tetap semangat ! Masih ada hari esok untu berprestasi, MERDEKA !

Sumber : KALOG / Foto : RR-RAM.

[English Free Translation]
Galvanize the youth sportivity is not easy. Win-lose principle should be introduced earlier, so they would not hurt if inferior or less competitive, even pretentious good impression when winning. In sports, win or lose is less common.

[KG-111/2012] Kunjungan MIP + BAU Ke Kertapati 22/04/2012


PALEMBANG: Untuk menindaklanjuti kunjungan sebelumnya ke Kertapati, Palembang. Hari Minggu 22/04 pimpinan PT MIP, Agus Subandrio dan Manajer Tambang PT BAU, Andry Budiwangsah berkunjung ke Kertapati.

Kunjungan kali ini sedikit membawa rombongan wong rumah he he he. Maklum kunjungan pas hari libur, jadi sekalian mejeng deh. Info sebelumnya, silahkan baca : [KG-105] Kunjungan MIP Ke Kertapati - 16/04/2012.
 

Sumber : KALOG / Foto : Budi Susanto.

[English Free Translation
To follow up on a previous visit to Kertapati, Palembang. Sunday 22/04 leaders of PT MIP, Agus Subandrio and Mine Manager PT BAU, Andry Budiwangsah been to Kertapati. With family ? Enjoy this free-tour.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...