Monday, August 31, 2020

[KU-244/2020] Jalur Kereta Api Klakah-Pasirian Dimulai Tahun 1896, Ditutup Pada Tahun 1988


Jalur kereta api dari Klakah ke Pasirian tidak lepas dari jaman penjajahan Belanda. Keberadaannya ditujukan untuk angkutan orang dan kekayaan alam dari wilayah selatan Lumajang.

Menurut data di Wikipedia, jalur kereta api dari Klakah ke Pasirian mulai dibuka oleh Belanda sejak tanggal 16 Mei tahun 1896 dan ditutup pada tanggal 1 Februari 1988, atau sekitar 92 tahun kemudian.

Sampai dengan tahun 1988, angkutan kereta api ini masih berfungsi. Waktu penumpang dari Klakah ke Lumajang memang mulai sepi. Walau demikian, pada setiap stasiun, kereta api ini selalu berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Dari Klakah sampai dengan Pasirian, kereta api ini melalui beberapa stasiun yang jaraknya cukup dekat, diantaranya stasiun Grobogan, Sukodono, Tempeh dan Pasirian.

Sayangnya, sejumlah kelengkapan lintasan kereta api ini kini banyak yang hilang, mulai dari rel kereta api, wesel, dan sejumlah kelengkapan lainnya. Bahkan bangunan stasiun banyak yang berubah fungsi untuk keperluan lain.

"Kalau di Pasirian sudah banyak lintasan rel yang sudah menjadi bangunan. Maka kalau harus diaktifkan kembali harus ada sosialisasi yang cukup, agar tidak terjadi konflik," kata Octaviani, Wakil Ketua DPRD Lumajang ketika dimintai komentarnya terkait dengan reaktivasi angkutan kereta api dari Klakah ke Pasirian. 

Pemerintah memang sedang akan menghidupkan kembali sejumla rel kereta api yang sempat ditutup karena sepi penumpang. Salah satunya, jalur kereta api yang menghubungkan Klakah, sebagai stasiun utama dengan wilayah selatan Lumajang.

Sumber : Jatim Times, 28.08.20 / Foto : Wikipedia.

[English Free Translation]

According to data on Wikipedia, the railway line from Klakah to Pasirian was opened by the Dutch on May 16, 1896 and closed on February 1, 1988, or about 92 years later.

Sunday, August 30, 2020

[KX-243/2020] AXI-KALOGers M5 Ags 2020

 

JaKaRTa : Dibilang bosan dengan berita pandemi Coronavirus, ya pastilah. Tapi lebih miris lagi jika melihat jumlah positif yang terkena Covid-19 selalu meningkat dari waktu ke waktu.

Oknum2 yang lalai ato gak disiplin dengan protokol kesehatan, menyebabkan cepatnya penyebaran Coronavirus khususnya di republik tercinta. Akibatnya laju perekonomian terganjal dan sulit pulih.

Gak bisa pulih 100 persen seperti sebelum Covid-19 tetapi setidaknya semua aktifitas bisa bergulir sehingga ekonomi nasional bisa tetap berjalan, tentunya dengan mengandalkan protokol kesehatan di kebiasan baru (New Normal).

Sedikit banyak pasti akan berpengaruh ke industri yang ditekuni. Angkutan barang KALOG pun mengalami kontraksi hebat, khususnya angkutan kontainer + semen yang berada dibawah koordinasi OM. Divisi Kurir + Logistik pun demikian.

Intinya selama pandemi berlangsung, bisnis bisa berjalan dengan baik pun sudah merupakan keberkahan karena sektor lain banyak yang tiarap ato bahkan tutup lapak karena gak bisa beroperasi seperti biasanya. Bersyukurlah.

Selain kegiatan dinas, tetap saja KALOGers memiliki kehidupan normal tersendiri, baik bagi yang masih aktif berdinas maupun yang sudah pensiun ato mutasi ke induk perusahaan PT KAI. Rasa cinta sebagai KALLOGers tetap ada di dada.

Simak AXI-KALOGers di Minggu ke-5 (periode tgl 24-30/08/2020). Enjoy.

Dokumentasi terlampir.



Sumber : X-KALOG / Foto : KALOGers – RAM.

[English Free Translation]

During a pandemic, it will inevitably affect the industry that KALOG is engaged in. Freight transport also experienced a severe contraction, especially in container + cement division which was under the coordination of the OM. Courier + Logistics Division too.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...