Kamis, 27 November 2014

[KG-325/2014] Update Terkini Stasiun Kalimas, Surabaya

JaKaRTa: Foto ini diambil hari Minggu 23/11, terkait update pembangunan slab-track di Stasiun Kalimas, dan minggu ini merupakan minggu terakhir KAPM selaku kontraktor, untuk menuntaskan pekerjaan besarnya di Surabaya.

Terlampir aktifitas listring spoor 1 dan perbaikan spoor 2 dan 3. Serta sejumlah aktifitas lain. Selamat menyimak.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
These photos were taken on Sunday, 23/11, related with the progress of slab-track development in Kalimas Station, and this week is the last week for KAPM as contractor, to complete the great work in Surabaya.

Rabu, 26 November 2014

[KG-324/2014] Kunjungan DU Ke Kantor Anak Perusahaan

JaKaRTa: Rabu 26/11, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (DU PT KAI)  Edi Sukmoro didampingi EVP 1 serta jajaran, ESP, SU DU Board Directors Sri Astuti, dan Direksi anak perusahaan, melakukan kunjungan ke seluruh kantor pusat anak perusahaan yang berada di Jakarta.

DU mengawali kunjungannya ke kantor KALOG dan berkesempatan meninjau kantor Gondangdia 1, Gondangdia 2 serta membahas rencana pembangunan kantor Gondangdia 3 yang akan dimulai dalam waktu dekat. Di KALOG, DU disambut oleh direksi KALOG termasuk Budi Noviantoro (GU).


Usai meninjau kantor KALOG, DU melanjutkan safari keliling anak perusahaan ke : KCJ, KAPM, Reska dan KA Pariwisata. Kunjungan terakhir di KA Pariwisata, DU berkenan melihat ruang kantor KA Pariwisata dan melihat Rail Transit Suite Gambir yang akan diresmikan.


Sumber : CorComm PT KAI Daop 1 + KALOG.

[Englsh Free Translation]
Wednesday,  26/11, President Director of PT Kereta Api Indonesia (DU PT KAI) Edi Sukmoro accompanied EVP 1 and  ESP, SU DU BoD Sri Astuti, and the Board of Directors of the subsidiary, made a visit to the whole headquarters subsidiaries which located in Jakarta.

Selasa, 25 November 2014

[KG-323/2014] Direksi KALOG Blusukan ke SAO + Dadap Tangerang

JaKaRTa: Selasa 25/11, 2 (dua) direksi PT Kereta Api Logistik (KALOG) blusukan ke terminal barang Sungai Lagoa (SAO), Jakarta mulai jam 08.30. Setelah itu langsung melanjutkan perjalanan ke Tangerang via jalan tol. Tujuan : mengunjungi pabrik pembuat conveyor - PT JLU.

Lho koq, KALOG survei pengadaan alat berat lagi, berupa conveyor pula ? Nah, itu uniknya. Direktur Utama KALOG, Budi Noviantoro dan Direktur Pengembangan Usaha, Bimo Poerwadi disertai staf di jajarannya masing-masing, melakukan lawatan bareng petinggi KAPM / Kereta Api Property Management. Selesai berkeliling pabrik, lanjut makan siang dan ketemu tamu berikutnya di kantor.


Jam 14.30 s/d selesai, bertemu Mr Pongrats, Mr Pipop dan tim Siam Cement Group (SCG) membicarakan prospek yang bisa memberikan kontribusi positif bagi kedua belah pihak. Akan ditindaklanjuti secepatnya agar bisa mencapai hasil optimal.


Sebelum usai, berfoto bersama direksi KALOG. Ciao.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]

Directors of PT KALOG event in Tuesday 25/11 were tight enuff,  so we should prepare a  spare time to avoid traffic jammed. In the morning  checks SAO depot, noon time visit PT JLU (conveyor’s) and the latter received Siam Cement Group (SCG), Jakarta office.

Senin, 24 November 2014

[KG-322/2014] Monumen KRL Cikaum, Setelah Purwakarta

CiKauM: Seperti sudah direncanakan sebelumnya, saat alat berat mulai didatangkan beberapa hari lalu. Kini pekerjaan sebenarnya harus dilaksanakan, menata kereta rel listrik (KRL) yang sudah pensiun dari masa dinasnya,, ke tempat yang sudah dialokasikan. Supaya rapih dan tertata baik.

Maklum, perkara tanah dimana pun juga, harus digunakan secara optimal dan tepat-guna. Manakala harga tanah sudah meroket, untungnya bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) malah berhasil memanfaatkan ato mengambil-alih aset yang terbengkalai selama puluhan tahun.

Terlepas dari upaya diatas, PT Kereta Api Logistik (KALOG) mendapat penugasan membereskan kiriman KRL bekas dari area Jabodetabek ke area Stasiun Cikaum (jarang denger pastinya khan xi xi xi). Tepatnya, stasiun ini dibawah koordinasi Daop 3 CN nih.

Adapun di tahap pertama, KALOG diminta menata 72 gerbong di area Stasiun Cikaum. Koordinasi dengan KS, PPKA bahkan Daop 3 sudah beres, untuk memuluskan aktifitas operasional di lapangan. Poko’e tinggal mengeksekusi aja. Gitu.


Berikut ini liputan yang dikirim oleh kontributor Cikaum dan KALOG torpus. Good luck ! Oh iya, rujukan sebelumnya, silahkan baca : [KG-317/2014] Mobilisasi Crane darat Ke Cikaum.


Sumber : KALOG / Foto : Eko DJ - Toto S.

[English Free Translation]
PT KALOG back given the task to organize the old electric train in Cikaum station. In the first stage, KALOG entrusted former managing 72 used-train. Just do it !

Minggu, 23 November 2014

[KG-321/2014] Menggali Sejarah Kerajaan Majapahit


SuRoBoYo: Entah ada bisikan ato minat apa, tiba-tiba koq kepingin belajar lagi tentang sejarah kerajaan-kerajaan (besar) yang pernah membahana namanya dimasa lalu. Sebut saja, mulai dari kerajaan Sriwijaya, Singhasari hingga Majapahit dan seterusnya. Menarik untuk dibaca dan dilacak keberadaannya.

RAM hanya peminat loh, bukan arkeolog sulapan apalagi pemerhati serius. Dasarnya, karena ada dorongan hati dan sempat sebelumnya bertemu kang Tri (Kepala Stasiun Ambarawa), nah dari beliaulah saya pribadi mendapat pencerahan, sekaligus pengetahuan yang selama ini didapat tapi masih sepotong-sepotong.

Kalo pun boleh dibilang, mirip puzzle dimana pengetahuan yang kita dapat masih berserakan. Kedepannya, kita ingin merangkai teka-teki tersebut menjadi suatu bagian yang rada terpadu (merangkai cerita) dan semoga bisa diberikan kesempatan penuh sehingga keinginan tersebut bisa terkabul.

Aamiin YRA. Kita kumpulkan dulu cerita masa lalu dan serpihan-serpihan lainnya, suatu hari akan kita rujuk dan semoga benar-benar bermanfaat temuan para peneliti maupun arkeolog yang sudah membaktikan diri dibidangnya. Saluuuut. Sungguh sebuah pekerjaan yang patut diacungi jempol karena membutuhkan ketekunan serta keuletan.

Let's start. Yuuuuk kita mulai dengan kumpulan berita Majapahit dulu ya. Target : harus disempatkan mampir ke Trowulan yang sempat disebut-sebut sebagai ibukota Kerajaan Majapahit. Untuk diketahui juga, Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan beraliran Hindu-Buddha terluas wilayahnya di Tanah Air.

Dari catatan pinjaman WIKIPEDIA, urutan kerajaan berlatar belakang Hindu-Buddha yang pernah berjaya, yakni : Kutai (abad ke-4), Tarumanagara (358–669), Kalingga (abad ke-6 sampai ke-7), Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-13), Syailendra (abad ke-8 sampai ke-9), Kerajaan Medang (752–1006), Kahuripan (1006–1045), Kerajaan Sunda (932–1579), Kediri (1045–1221), Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14), Singhasari (1222–1292), Majapahit (1293–1500) dan Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15).

Majapahit bagi kawula muda, nyaris identik dengan tokoh heroik Patih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk (diabadikan sebagai nama jalan protokol di beberapa kota besar) yang setelah mereka wafat, terjadi perebutan kekuasaan dan daerah taklukannya satu persatu memisahkan diri.

Singkat cerita, Trowulan di masanya merupakan pusat pemerintahan dan ibukota kerajaan Majapahit. Terus, dimasa sekarang wujudnya kayak apa ya ? Penasaran dan kepingin tahu aja. Yaa Allah semoga diberikan kemudahan untuk bisa melakukan eksplorasi ilmiah versi diri sendiri.

Explore, explore, explore. Go Get 'Em.

--- quote ---

(artikel 1)  Ada Apa Dengan Trowulan ?

TROWULAN: Para sarjana, khususnya mereka yang berupaya mengungkap masa lalu kawasan tersebut, menyesalkan minimnya kesadaran masyarakat untuk merawat dan melestarikan peninggalan Majapahit.

Orang sudah tidak asing lagi dengan nama Majapahit, sebuah kerajaan besar yang pernah ada di Nusantara pada abad XIII-XVI. Dari kebedaran yang dituliskan para pujangga, sastrawan sampai para sarjana tentang Majapahit, saat ini disekitar kita banyak dijumpai istilah yang berbau ke-Majapahit-an.

Mulai penggunaan simbol-simbol negara seperti Bhinneka Tunggal Ika, Bhayangkara, bahkan penamaan hotel ternama di Surabaya. Tidak heran jika kemudian kita membayangkan Majapahit dengan segala kebesarannya pasti memiliki peradaban yang mengagumkan pada masanya, termasuk ibukota tempat raja bertakhta dan pusat pemerintahan.

Sampai sejauh ini, dari hasil penelitian dan dokumentasi para sejarawan, arkeolog, insinyur serta sarjana lainnya, dapat disimpulkan bahwa satu-satunya lokasi yang diduga kuat sebagai kota raja Majapahit adalah kawasan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Dari dokumentasi oleh Wardenaar pada 1815, terekam dari beberapa toponim yang meneguhkan hal tersebut. Kita masih bisa mendapati istilah semacam kedaton, siti inggil, dan lainnya yang merujuk pada bagian-bagian dari sebuah istana. Dokumentasi Wardenaar itu tercatat merupakan dokumen moderen pertama yang berupa peta kawasan Trowulan dan sekitarnya. Wadenaar diutus atasannya, Thomas Stamford Raffles, letnan gubernur Jenderal Inggeris yang berkuasa atas Jawa saat itu.

Pada masa tersebut, Wardenaar hanya melihat reruntuhan bangunan yang masif dan merata di hampir semua kawasan Trowulan. Kota raja yang dulu berjaya dan bahkan dikagumi beberapa pengunjung bangsa Asia dan Eropa itu telah menjadi hutan jati. Hanya ada belasan rumah di sekitar kompleks Kedaton yang penduduknya merupakan juru kunci tempat tersebut kini kondisinya bahkan lebih buruk.

Jika dia masih bisa menyaksikan puing-puing bangunan yang mayoritas terbuat dari batu bata merah diantara hutan jati, kini yang bisa kita saksikan hanya beberapa monumen yang terpelihara dan terawat dengan baik. Tidak salah jika terdapat seseorang atau kelompok yang menyangkal bahkan menyangsikan kebesaran Kerajaan Majapahit.

Festival Trowulan
Ternyata pertanyaan tersebut muncul tidak hanya dibenak saya, melainkan juga mereka yang kemudian terlibat dalam kegiatan yang bertajuk Festival Trowulan Majapahit 2014, mulai tgl 4-22 November ini.

Pada mulanya, saya pribadi datang dan berkunjung ke Trowulan hanya karena diajak keluarga yang kebetulan sering melintasi jalan raya Surabaya - Jombang, lokasi kawasan Trowulan. Yang saya baca di buku pelajaran mulai SD hingga SMA tentang kebesaran Kerajaan Majapahit saya pikir hanya bualan belaka.

Hal yang wajar bagi anak kecil yang membayangkan sebuah kerajaan dengan istananya setidaknya seperti Jogjakarta atau Surakarta dengan keratonnya.

....(Bersambung) ...

Penulis : Adrian Perkasa (sejarawan, penulis buku "Orang Tionghoa dan Islam di Majapahit", kurator Festival Trowulan Majapahit 2014.




MINGGU, 21 MEI 2006 | 21:49 WIB

(artikel 2)  Misteri Ibukota Majapahit Terpecahkan

Mojokerto: Perkumpulan Peduli Majapahit berhasil membuat peta ibukota Kerajaan Majapahit. Ibukota kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara ini berada di Kabupaten Mojokerto dan Jombang Jawa Timur.

Anam Anis, Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotra Wilwatikta mengatakan, keberhasilan menyusun peta ibukota Majapahit ini akan menjawab pertanyaan generasi yang jauh dari kerajaan Majapahit tentang kepastian lokasinya.

“Selama ini orang hanya mengenal lewat buku sejarah bahwa bekas ibukota Kerajaan Majapahit berada di Trowulan, itu saja,” katanya, Ahad (21/5).

Berdasarkan peta yang dibuat Perkumpulan Peduli Majapahit, ibukota kerajaan Majapahit meliputi Kecamatan Sooko, Trowulan dan Jatirejo di Kabupaten Mojokerto dan kecamatan Mojoagung, Mojowarno serta Sumobito di Kabupaten Jombang. Kawasan ini berada pada luas 10 x 10 kilometer persegi.

“Namun, ada versi lain yang menyebut 9 x 11 kilometer persegi. Kami akan pastikan soal luas ibukota ini untuk memudahkan pengembangan,” kata Anam.

Perkumpulan Peduli Majapahit juga berhasil membuat ilustrasi pusat kota ibukota Majapahit. Pusat kota ini berada di dalam kawasan ibukota dan lokasinya kini berada di Trowulan. Situs-situs yang memperkuat ilustrasi pusat kota ini antara lain Candi Muteran, Candi Gentong, Candi Tengah, tempat kediaman Gajah Mada, kediaman kerabat kaum raja dan tempat pemandian para putri kerajaan.

Anam mengatakan, pembuatan peta ibukota ini didasarkan pada sketsa rekonstruksi Kota Majapahit oleh Henry MacLaine Pont (1924), seorang insinyur Belanda yang sangat berminat pada situs Trowulan dan kemudian mendirikan Museum Purbakala Trowulan.

Peta ibukota Kerajaan Majapahit ini juga melibatkan ahli arkeologi dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Nurhadi Rangkuti. Situs bekas ibukota Kerajaan Majapahit ini akan dikembangkan menjadi kawasan Cagar Budaya Nasional, Pusat Wisata Budaya, Pusat Studi Sejarah, Kepurbakalaan dan Kebudayaan.

Majapahit adalah kerajaan besar Nusantara yang berdiri abad XIII hingga XIV. Ini adalah kelanjutan kerajaan Singosari yang berpusat di Malang. Raden Wijaya mendirikan Majapahit tahun 1293 dan memerintah hingga 1328.

Majapahit mengalami kejayaan pada masa Raja Hayam Wuruk Di era inilah sebagian orang meyakini Majapahit memiliki Perdana Menteri Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa.

Sumber : TEMPO Interaktif, 21.05.14.

--- unquote ---

Nah, segitu dulu cuplikan minat dan beberapa artikel terkait ibukota kerajaan Majapahit. Semoga bisa diperkaya lagi menjadi warisan budaya yang memiliki nilai historis bagi generasi muda bangsa ini. Edisi Sabtu – Minggu, bila ada info, boleh buat sharing tentang pengetahuan sejarah koq.

Merdeka !

Sumber : Dari Sana-sini.

[English Free Translation]
Holiday edition, the blog is filled with the history of great empires that ever existed in the past. Heroic stories they displayed, in order to encourage and inspire young people with the glory of the nation in the region. So powerful. This edition contains about the greatness of the kingdom of Majapahit and legacy. Enjoy it.

Sabtu, 22 November 2014

[KG-320/2014] Perkembangan Kasus “Centre Point” Mulai Ditelisik Kejagung


BaNDuNG: Bila diseriusi dan ditangani secara konsisten, bukannya tidak mungkin ketahuan borok asli di masa lalu, siapa saja aktor yang berlaga di belakang ACK ini. Sebagian orang sudah tahu tapi daripada menduga-duga dan salah, mending kita ikutin proses investigasi ya.

Oh iya, selain rujukan di kolom catatan dibawah, simak juga perkembangan informasi berikut ini. Selamat membaca dan semoga mendapat pencerahan karenanya.

--- quote ---

SUMUT POS

(artikel) Pengembangan Kasus Centre Point. Kejagung Periksa 2 Pejabat Pemko.

MEDAN: Kejagung terus bergerak mengumpulkan data dan keterangan terkait dugaan korupsi pengalihan hak atas tanah PT KAI di Jl. Jawa, Medan Timur yang kini dikuasai PT ACK. Setelah dilakukan pemerikasaan marathon mantan Walikota Rahudman Harahap di Rutan Kelas IA Tanjung Kusta Medan, Rabu (19/11), siang kemarin (20/11) giliran 2 pejabat di Pemko Medan yang dimintai keterangan.

Kedua pejabat itu adalah Asisten Umum Sekda Kota Medan, Ikhwan Habibi Daulay serta Kasubag Tata Usaha Sekda Kota Medan, Sumiadi. Penyidik meminta keterangan dari 2 pejabat itu, tidak lepas dari keterangan yang disampaikan mantan Walikota Medan, Rahudman Harahap.

“Pak Rahudman mengaku bahwa pemberian perpanjangan hak pengelolaan lahan (HPL) atas tanah di Jalan Jawa berdasarkan permintaan dari bagian Umum. Maka dari itu penyidik meminta keterangan dari mantan Kasubag TU dan stafnya,” jelas seorang pejabat di lingkungan Pemko Medan.

Sumber : Sumut Pos, 21.11.14.

(artikel) Tim Kejagung Dalami Centre Point. Mantan Walikota Diperiksa 6 Jam

MEDAN: Mantan Walikota Rahudman Harahap menjalani pemeriksaan selama 6 jam lebih di rumah tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjung Kusta Medan, Rabu (19/11) siang. Pemeriksaan ini dilakukan tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, terkait kasus dugaan korupsi pengalihan atas tanah PT KAI di Jl. Jawa, Medan Timur, yang kini dikuasai PT ACK.

Menurut Kapuspenkum Kejagung Tony Tribagus, pemeriksaan seputar pengambilan keterangan mantan orang nomor satu di Medan secara detail terkait pengalihan aset PT KAI yang menjadi mall mewah, bernama Centre Point.

“Materi pemeriksaan Rahudman Harahap itu mengenai proses penandatanganan HGB (Hak Guna Bangunan). Kedua, dalam penandatanganan HGB itu, ada syarat untuk memberikan kompensasi kepada 228 rumah di situ. Kemudian, untuk mengetahui lagi siapa orang-orang yang ikut dalam kasus ini,” jelas Tony.

Sumber : Sumut Pos, 20.11.14.

--- unquote ---


Catatan terkait,
Rujukan di seputar informasi kisruh tanah sengketa milik PT KAI di Medan, silahkan baca : [KU-316/2014] Dirut PT KAI : Bongkar Centre Point. Siap Adukan Pemko ke Ombudsman RI - edisi 18 November 2014, [KU-288/2014] Kasus Centre Point, kapolda Berang – edisi 20 Oktober 2014, KU-281/2014] PT KAI Soroti Penetapan Tersangka Kakan Pertanahan Medan. Pemilik Centre Point Panik – edisi 13 Oktober 2014, [KG-276/2014] Sengketa Tanah PT KAI Terus Bergolak Di Gang Buntu Medan – edisi 08 Oktober 2014, [KU-160/2014] Tak Ingin Merugi, Tempuh Jalur Hukum - edisi 12 Juni 2014.

Selanjutnya, baca juga [KA-110/2014] DU & D8 Menjadi Pembicara Publik - edisi 23 April 2014, [KU-109/2014] Rahudman Terseret 5 Surat – edisi 22 April 2014, [KU-072/2014] Dua Mantan Walikota Medan Jadi Tersangka Korupsi Pengalihan Tanah PT KAI – edisi 15 Maret 2014, [KA-067/2014] PT KAI Melawan Mafia Tanah & Mafia Peradilan – edisi 10 Maret 2014 dan [KU-065/2014] Mafia Tanah Menang, Aset PT KAI Rawan Diserobot – edisi 08 Maret 2014.

[English Free Translation]
Attorney General (Kejagung) continues to move to collect data and information on the alleged corruption transfer of land right belongs to PT Kereta Api Indonesia (Persero) on Jl. Jawa, East Medan which is now owned by PT ACK. After a marathon examination of former Mayor Rahudman Harahap in Rutan Class IA Tanjung Kusta Medan, Wednesday (19/11), yesterday afternoon (20/11) at turn 2 Government officials testified field.