Selasa, 23 Mei 2017

[KG-143/2017] KALOG Ikut Serta Di Acara Daop 4 SM – 23/05/17

SeMaRaNG : Perkembangan ibukota Jawa Tengah yang belakangan disorot karena aktifitasnya yang mulai menggeliat, secara khusus dicermati pula oleh operator angkutan barang, salah satunya PT Kereta Api Logistik (KALOG).

Berbagai fasilitas transportasi masal kini siap dibangun, baik oleh pemerintah daerah maupun swasta bahkan kombinasi keduanya. Maka gak salah bila PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun ingin berpartisipasi didalamnya.

Melalui acara yang diadakan oleh pihak Daop 4 Semarang di Hotel Aston, sejumlah area strategis untuk angkutan barang, mencakup Semarang Pethek, Brumbung dan Ronggowarsito I, yang jaraknya hanya 1 km dari gerbang Terminal Tanjung Emas Semarang.

Rencananya, usai acara makan siang akan dilanjut kunjungan ke Ronggowarsito I dan Pethek namun karena sejumlah insan memiliki agenda lain da nada yang harus kembali ke JKT sehingga sesi penutup diserahkan kepada masing2 pihak.


Tim KALOG diwakili oleh Direktur Operasi & Pemasaran + VP Corporate Planning & Business Development serta GM BKALOG. Sejumlah masukan dan tanggapan dicatat untuk segera ditindaklanjuti. Semoga sukses. Bravo daop 4 Sm.

Namun bagi KALOGers, melihat sikon terkini di kedua area jajahannya bukanlah hal yang mustahil, apalagi jaraknya berdekatan dengan tempat diselenggarakannya acara pertemuan ini,. Lain kali skalanya akan lebih diperbesar, mencakup asoiasi, pelayaran dan pabrikan.

Sebelum kembali ke Jakarta, malah sempat silaturahim ke kantor NYK Line cabang Semarang tapi Branch Manager sedang sibuk jadi ditampilkan staf kepercayaannya saja he he he. Bravo and thanks for your hospitality.

Simak liputan kegiatannya sebagai terlampir.


Sumber : KALOG / Foto : RAM - Benny R.

[English Free Translation]
The development of the capital of Central Java, which recently highlighted because of its activities began to stretch, specifically observed also by the carriers or operators, one of which is PT Kereta Api Logistik (KALOG).

Senin, 22 Mei 2017

[KU-142/2017] Pendapatan PT KAI Capai Rp14,5 Triliun

JAKARTA : PT KAI membukukan pendapatan sepanjang 2016 sebesar Rp14,5 T atau tumbuh 4,3% daripada pencapaian tahun sebelumnya. Direktur Keuangan PT KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan, pencapaian pendapatan perusahaan pada akhir tahun lalu sebesar Rp14,5 T itu hanya sebesar 95% dari target yang ditetapkan perseroan. Pelemahan pertumbuhan pendapatan itu salah satunya karena kinerja KA barang yang kurang bagus.

"Pada 2016, angkutan barang masih belum bagus. Mayoritas angkutan barang itu batu bara (belum bagus) di Sumsel itu. Jadi, ini belum tercapai," katanya. Didiek menuturkan, perseroan berhasil meraup laba sebesar Rp1,02 T atau sekitar 7% dari total pendapatan sepanjang 2016.

Persentase tersebut, paparnya, lebih rendah dibandingkan dengan perbandingan laba dan pendapatan 2015 sebesar 10%. Pada kuartal pertama 2017, Didiek memaparkan PT KAI bisa meraup pendapatan Rp5,4 T atau mengalami peningkatan sebesar 25% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Dari Rp5,4 T tersebut, paparnya, KA penumpang memberikan kontribusi sebesar Rp2,06 T atau naik 24% ketimbang periode yang sama 2016. Adapun, KA barang memberikan sumbangan sebesar Rpl,75 T atau naik 18% dari periode yang sama tahun lalu.

Dia mengungkapkan, ke depan perusahaan akan memakan biaya belanja modal (capital expenditure/ capex) cukup besar mengingat KAI sedang melakukan peremajaan kereta yang telah berusia di atas 30 tahun.

Sumber : Bisnis Indonesia, 18.05.17.

[English Free Translation]
PT KAI booked revenues during 2016 of Rp14.5 T or grew 4.3% compared to the previous year's achievement. Finance Director of PT KAI Didiek Hartantyo revealed that the company's revenue achievement at the end of last year amounted to Rp14.5 T, which is only 95% of the target set by the company. The weakening of revenue growth is one of them because the performance of the freight train is still not optimise.

Minggu, 21 Mei 2017

[KG-141/2017] AXI-KALOGers M3 Mei 2017

JaKaRTa : Sebuah kabar duka datang dari keluarga Dian Aprianti (JM Marketing Strategic & Pricing Container Division). Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Dikabarkan, telah berpulang ke Rahmatullah Bapak Sukaryadi, Ayahanda dari Dian Aprianti, pada hari Kamis 18/05/17. Almarhum disemayamkan di rumah duka di Jl. Utan Panjang III No. 8, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Selain berita duka, selalu terselip berita suka maupun aktifitas keseharian para KALOGers di setiap lini biz. Gak semua bisa terliput karena redaksi memiliki keterbatasan SDM dan akses informasi yang bisa didapat, jadi harap maklum.

Ada kunjungan yang sifatnya pendampingan saat GO mengunjungi KPT bersama tim dari Pelindo II. Juga survei ke Banjarsari dari tim Infrastruktur serta monitoring penertiban lahan di sekitar Klari, Jawa Barat. Juga mutasi karyawan dan GU berkunjung ke KLM.

Yudi Mulyanto, Senior Supervisor Administrasi & Keuangan UPT Kalimas menjadi Asisten Manager Operational Control & Sistem Procedure pada Divisi Container Kantor Pusat berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 0148/SK/KALOG/GF/05/2017 tanggal 18 Mei 2017 (TMT 22 Mei 2017).

Terakhir dan terheboh. Plt Dirut KALOG Yusren diangkat sebagai executive vice president Daop I Jakarta (kep.dir/kp.303/v/707/ka-2017 tanggal 20.05.2017) dan sang pengganti, Junaidi Nasution – yang sebelumnya menjabat corporate deputy director of infrastructure maintenance and infrastructure assets kantor pusat – diangkat sebagai Plt Direktur Utama KALOG head office (kep.dir/kp.303/v/714/ka-2017 tanggal 20.05.2017).
Selamat untuk penugasan, siapapun yang dipromosi dan dimutasi.

Dokumentasi kegiatan terlampir.

Sumber : KALOG / Foto : KALOGers.

[English Free Translation]

Info yang cukup mengagetkan di akhir pekakn. Plt Dirut KALOG Yusren diangkat sebagai executive vice president Daop I Jakarta dan sang pengganti, Junaidi Nasution – yang sebelumnya menjabat corporate deputy director of infrastructure maintenance and infrastructure assets kantor pusat – diangkat sebagai Plt Direktur Utama KALOG head office. Soon.

Sabtu, 20 Mei 2017

[KG-140/2017] Prospektifkah Angkutan KA Sei Mangkei – Belawan ?

JaKaRTa : Pertanyaan itu kerpa terdengar, saat KALOGers berhadapan dengan orang awam ato yang baru pertama kali mendengar kata Sei Mangkei. Apaan tuh ? Dimana dst. KEK Sei Mangkei itu potensi yang amat didambakan propinsi Sumatera Utara.

Gak percaya ? Jangan berpikir hanya saat ini ato tahun depan. Proyeksi itu kadang membutuhkan pengorbanan untuk membuktikan bahwa kawasan ini prospektif. Bagaimana caranya ? Terus menerus menggaungkan efisiensi dan dukungan pemerintah.

Tanpa itu, ibarat kandidat yang berkampanye menggebu-gebu tapi gak dimodalin. Ya bisa tersungkur jatuh. Tetapi bila dibina dengan baik dan pemerintah berkehendak memberdayakan setiap daerah ikut berpartisipasi dalam menjaga keutuhan dengan mengkaryakan putera daerah, niscaya pemikiran aneh2 gak kepikiran.

Berikut ini ada sebuah artikel, untuk memberi wacana tambahan dan merupakan harapan semua pihak bahwa KEK Sei Mangkei bisa menjadi proyek percontohan untuk KEK lain di berbagai propinsi, yang tengah berjuang sama, memasarkan efisiensi dan keunggulan lainnya.

--- quote ---

(artikel) Bakal Ada Pabrik Bahan Baku Pakan Ternak Rp 6,6 T di KEK Sei Mangkei

Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei akan punya Insect Bio Reactor (IBR) yang dibangun oleh PT Alternative Protein Indonesia (API). IBR ini mengembangbiakkan serangga black soldier fly yang hidup di sekitaran tanaman sawit.

Pembangunan pabrik yang menghasilkan produk protein untuk bahan pakan ternak ini tertuang dalam Master of Agreemnet (MoA) antara Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dengan API yang merupakan anak usaha Alternative Protein Corporation yang berkedudukan di Hong Kong.

Senior Executive Vice President PTPN III, Alexandar Maha mengatakan, investasi rencana pengembangan produk protein alternatif di Indonesia ini totalnya US$ 500 juta atau sekitar Rp 6,6 triliun di KEK Sei Mangkei.

"Jadi luar biasa, ini inovasi baru. Alternatif protein di Indonesia dengan nilai US$ 500 juta di Sei Mangkei. Ini animal feed terbesar di dunia yang akan dibangun di Indonesia," kata Alexandar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Dia menyebutkan, rencana investasi lima tahun ke depan untuk hal yang sama diperkirakan mencapai US$ 4 miliar dengan bentuk foreign direct investment. Rencananya, akan membangun 25 IBR di seluruh Indonesia dengan kebutuhan feedstock sekitar 2,5 juta ton per tahun.

"Produk ini semuanya akan diekspor ke mancanegara, yang bangun 3 konsorsium Inggris, Denmark, dan Belgia. ini kepercayaan investor mancanegara ke Sei Mangkei. Setelah survei panjang dari investor, sehingga investor protein ini yakin ke Sei Mangkei adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III, Dasuki Amsir mengatakan, dari 25 IBR, di Sei Mangkei akan dibangun lima di atas lahan 51 hektar dengan kebutuhan tandan kosong kelapa sawit kurang lebih 572 ribu ton per tahun, dan Palm Kernel Meal (PKM) kurang lebih 300 ribu ton per tahun.

Dia menyebutkan, groundbreaking IBR oleh PT API ditargetkan pada Juli 2017 dan ditargetkan beroperasi pada Februari 2019.

"Itu development industri baru di Indonesia, marketing-nya bisa untuk global dan Indonesia, karena dia menyalurkan protein dari pengembangbiakkan," kata Dasuki.

Pemanfaatan serangga yang hidup di sekitar lahan kepala sawit, kata Dasuki, juga akan dibawa ke negara-negara eropa. Sebab, protein dari serangga tersebut tidak hanya untuk bahan baku pakan ternak, melainkan bisa untuk kosmestik dan kesehatan.

"Mereka tertarik karena raw material ada di Sumatera Utara, jadi dia mendekati bahan baku. Nanti pengembangbiakkan makanannya dari tandan kosong tankos, palm kernel meal," ungkapnya.

Selain itu, kata Dasuki, untuk KEK Sei Mangkei juga telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama serah terima operasional aset pemerintah dari Kementerian Perindustrian kepada PTPN III selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Sei Mangkei.

Aset Pemerintah yang diserahterimakan meliputi, Jalan Poros, Tank Farm dan Dry Port di KEK Sei Mangkei. Setelah dilakukan serah terima tersebut, PTPN lll (Persero) akan melakukan pengurusan perizinan dan mengurus kelengkapan operasional Tank Farm & Dry Port seperti kelengkapan peralatan, sumber daya manusia (SDM) dan standar operasional dan prosedur (SOP).

Ditargetkan Dry Port Sei Mangkei beroperasi pada bulan Juni 2017, sedangkan untuk Tank Farm di Sei Mangkei ditargetkan beroperasi pada bulan Juli 2017.

"Jadi serah terima infrastruktur yang dibangun Kemenperin dikelola. Ini sudah siap Sei Mangkei. Investor yang sudah masuk investasi 200 ha eksisting, nilai investasi Rp 10,1 triliun," tukasnya.

Sumber : detik, 17.05.17.

--- unquote ---

Nah, semoga KEK SEi Mangkei benar2 bisa menjadi andalan bagi warga Sumatera Utara, khususnya penduduk setempat di wilayah Simalungun, kota Perdagangan.

Bravo !

Sumber : KALOG / Ilustrasi : kek.ekon.

[English Free Translation]
There are still many people questioned, how prospective SEZ Sei Mangkei in North Sumatera ?.We recommend the Readers to feel the above potential economic zone to be more clear. Nothing will come suddenly but with a process that is gradually getting better. Slow but sure.

Jumat, 19 Mei 2017

[KG-139/2017] Rapat KALOG - Suntraco 18/05/17

JaKaRTa : Sebagai bagian dari tugas yang harus dijalankan, nyaris setiap hari ada 1 (satu) agenda rapat ato briefing gitu deh. Bisa dengan pihak internal ato eksternal, pokoknya pasti ada. Yang dibahas apa aja sih ? Ya macem2 lah.

Kebetulan hari Jumat tgl 19/05 ada agenda ketemu pihak Suntraco, langsung diwakili Dirut dan Brach Manager  dan dari pihak KALOG langsung dipimpin oleh Direktur Operasi & Pemasaran (GO). Agenda : kerjasama angkutan dan kolaborasi KALOG + Suntraco.

Udah gak jaman berantem dan hantem2an pake tarif. Yang ada juga berdarah-darah dan yang diuntungkan segelintir orang. Mendingan berkolaborasi dan semua pihak senang. Itu yang saat ini sedang digarap. Berhasil ? Ya namanya masih dijajaki, perlu perjuangan.

Paling ngga, keinginan ke arah yang lebih baik udah dimulai. Daripada banyak berwacana tapi hasilnya nol alias banyak bohongnya ? Customer udah cerdas dan bisa menilai mana yang baik dan mana yang blon baik he he he.

Simak liputan dari hasil pertemuan tadi siang.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
On Friday (May 19th) there was an agenda to meet Suntraco, directly represented by the Director and Brach Manager, from KALOG directly led by the Director of Operations & Marketing (GO). Agenda: transportation cooperation and collaboration between KALOG + Suntraco.

Kamis, 18 Mei 2017

[KU-138/2017] Pemerintah Kaji Dua Skema Turunkan Biaya Logistik

JAKARTA : Untuk menekan mahalnya biaya logistik di pelabuhan, pemerintah tengah mengkaji perubahan skema logistik dari pelabuhan hingga dry port. Perubahan diperlukan agar efisiensi biaya maupun waktu bisa tercapai.

Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Ridwan Djamaludin (foto) mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengkaji dua upaya menekan biaya logistik dan efisiensi waktu.

Pertama, proses clearance berlangsung di dry port. Kedua, pemerintah akan mendorong agar semua barang yang masuk ke pelabuhan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi ke dry port. Dengan memakai moda berbasis rel, besarnya biaya logistik truk akibat macet tidak akan terjadi lagi.

"Bayangkan macetnya Jakarta, Kita sedang berusaha tidak pakai truk yang pakai jalan raya terus, tapi pakai kereta api," ujar Ridwan, Rabu (10/5). Jika kedua upaya tersebut dijalankan, diperkirakan bisa menurunkan biaya logistik hingga 30%.

Terpisah, VP PR PT KAI, Agus Komarudin mengatakan pihaknya telah siap jika pemerintah menetapkan kereta api menjadi moda transportasi logistik dari pelabuhan ke dry port. Saat ini KAI baru membuka 2 perjalanan per hari dari Pelabuhan Tanjung Priok dengan kapasitas angkut 60 TEUs dalam satu rangkaian.

"Nanti kami bisa siapkan 6 perjalanan dengan kapasitas angkut per rangkaian 30 gerbong atau sekitar 60 TEUs. Jadi satu hari mengangkut 360 TEUs," jelas Agus.Namun kata Agus, untuk menurunkan biaya logistik, diperlukan sinergi semua pihak secara menyeluruh.

Keterlibatan rantai logistik seperti biaya loading, trucking harus ditekan juga. Sebab KAI juga punya kendala dalam menekan biaya logistik, terutama karena biaya Track Access Charge (TAC) dan pajak pertambahan nilai (PPN) atas jasa transportasi.

Pemerintah juga wajib memperhatikan hal tersebut. "Hal ini yang perlu dihitung dan mungkin bisa jadi perhatian bila menggunakan logistik kereta api," papar Agus.

Sumber : Kontan, 12.05.17.

[English Free Translation]
To reduce the high cost of logistics at the port, the government is reviewing the logistics scheme change from port to dry port. Changes are needed so that both cost and time efficiency can be achieved.

Rabu, 17 Mei 2017

[KG-137/2017] KALOG Adakan Pelatihan P3K (15-17/05/17)

JaKaRTa : Dalam rangka meningkatkan kompetensi pekerja dalam bidang keselamatan kerja, selama tiga hari (15-17 Mei 2017) PT Kereta Api Logistik menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang dilanjutkan dengan sosialisasi kepegawaian dan GCG yang diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perwakilan area dan kantor pusat.

Pelatihan selama dua hari diselenggarakan di kantor PMI Jakarta Pusat dan dibuka oleh VP Corporate Services didampingi VP SHE & Security serta Wakil Ketua Pengurus Provinsi Bidang Kominfo, PMR dan Relawan PMI, Drs. H. Syamsul Qomar, M.M. Pada kegiatan tersebut, peserta mengikuti pelatihan dengan serangkaian materi diantaranya dasar-dasar dan penilaian pertolongan pertama, bantuan hidup dasar, resusitasi jantung paru dan penanganan cedera.

Selain itu peserta juga menerima pemaparan terkait bagaimana mengetahui tanda dan gejala adanya perdarahan, syok  dan patah tulang yang dilengkapi dengan praktik dan simulasi untuk memastikan peserta mengetahui teknik dan cara penanganan yang tepat.

Sementara pada hari terakhir, peserta menerima pemaparan terkait Risk Management SHE, sosialisasi keselamatan operasional, materi kepegawaian serta KIP dan GCG. Kegiatan ditutup oleh Direktur Keuangan dan HR yang dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada peserta dengan kategori nilai terbaik, teraktif dan kelompok terbaik.

Dokumentasi kegiatan terlampir.


Sumber : CorComm KALOG / Foto : Adjeng Putri.

[English Free Translation]
In order to improve the competence of workers in occupational safety field, for three days (May 15-17th,2017) PT Kereta Api Logistik conducted First Aid Training on Accidents (P3K) followed by socialization of personnel and GCG which was participated by 30 participants consisting of representatives of area and headquarters.