Kamis, 20 Juli 2017

[KG-xxx/2017] BoC BoD Meeting + HBH KALOG – 20/07/17

JaKaRTa : Bertempat di kantor pusat PT Kereta Api Logistik (KALOG), hari Kamis tgl 20/07/2017 diselenggarakan BoC / BoD Meeting dan kegiatan Halal Bihalal (HBH) dengan jeda waktu yang cukup ketat. Untungnya masih di bulan Syawal, yang dipercaya bulan baik.

Paginya, dilaksanakan rapat gabungan antara komisaris dengan direksi KALOG, didampingi jajaran setingkat VP. Isu yang dibahas, pencapaian KALOG di Semester 1 – 2017 dan upaya mensukseskan pencapaian di Semester 2 – 2017.


Sekitar jam 11.00an, dilangsungkan acara HBH dengan tema Eratkan Silaturahmi, Memaknai Indahnya Kebersamaan. Kegiatan dihadiri oleh Dewan Komisaris, Direksi dan jajaran pegawai kantor pusat, EVP Daop 1 Jakarta serta perwakilan anak-anak perusahaan PT KAI lainnya.

Dalam sambutannya, Plt Direktur Utama menyampaikan ucapan maaf kepada KALOGers dan memberikan pesan bahwa seluruh jajaran harus menjalankan amanah tugas dengan maksimal untuk membangun Perusahaan dan mengajak seluruh staf agar berkinerja lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Usai pembacaan doa, kegiatan dilanjutkan dengan bersalam-salaman serta ramah tamah. Kegiatan halal bihalal tersebut merupakan upaya Perusahaan untuk mengeratkan silaturahmi baik antar pegawai, Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan lain dibawah naungan PT KAI.

Dokumentasi kegiatan terlampir. Cheers.


Sumber : CorComm KALOG / Foto : Adjeng Putri – RAM.

[English Free Translation]
Located at the headquarters of PT Kereta Api Logistik (KALOG), on Thursday (July 20th, 2017), held BoC / BoD Meetings and Halal Bihalal (HBH) activities with a fairly tight time lag. Syukur Alhamdulillah everything’s runnin’ smoothly.

Minggu, 16 Juli 2017

[KG-xxx/2017] AXI-KALOGers M2 Jul 2017

JaKaRTa : Aktifitas KALOGers di minggu ke-2 bulan Juli 2017 (AXI-KALOGers M2 Jul 2017) lumayan unik, salah satunya dapetin proyek pembongkaran pabrik di sekitaran Tangerang, yang terkait dengan Proyek Kereta Bandara Soetta Tangerang (kode pekerjaannya : Proyek Basoetta).

Unik karena merupakan kerjaan anyar bagi KALOGers dan menarik karena mulai persiapan pengerjaan hingga urusan pengamanan, KALOG harus udah siap sedia. Apalagi klo gak siaga 1 ‘ntu barang bisa ludes gak keruan.

Kagiatan lainnya, seperti kunjungan dinas tetap dimunculkan, ujicoba oke, klo kulineran  biasanya wajib buat KALOGers biar gak sakit en buat jaga stamina (bukan melulu pernbaikan gizi loh ya), Ridha pindah gawe ke torpus PT KAI dan segambreng agenda lainnya.

Dokumentasinya, monggo dilihat sendiri ya.


Sumber : KALOG / Foto : KALOGers.

[English Free Translation]
KALOGERS activity in the 2nd week of July 2017 (AXI-KALOGers M2 Jul 2017) is quite unique, one of which is the demolition project of several factories in Tangerang. Other activities are too many but Readers can see the documentary files as attached (above).

Jumat, 14 Juli 2017

[KA-xxx/2017] Lunch Gathering Di Gedebage - 12/07/17

BANDUNG : Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan angkutan peti kemas di Terminal Peti Kemas Gede Bage, hari Rabu 12/07, PT KAI menggelar diskusi dalam kegiatan Lunch Meeting Pengembangan Angkutan Peti Kemas di meeting room Hotel Shakti Bandung.

Kegiatan dihadiri Corporate Deputy Director of Freight Marketing and Sales (CF) beserta jajaran, VP Daop 2, Dirut KALOG beserta jajaran, para pengusaha, dan forwarder. Menurut CF,  ada dua hal yang menjadi kendala menurunnya angkutan peti kemas menggunakan kereta api yaitu masalah tarif dan fleksibilitas waktu pengiriman.

Menyikapi hal ini, CF meyakinkan para pengusaha dan forwarder bahwa PT KAI siap menurunkan tarif setara dengan tarif truck dan untuk waktu keberangkatan pun siap disesuaikan dengan keinginan pengirim.

Hal senada diungkapkan Direktur Utama KALOG saat menyampaikan paparan potensi dan rencanan pengembangan angkutan peti kemas menggunakan kereta api. Menurutnya, selain siap bersaing dalam tarif dan waktu, pada saat ini ada 6 slot kereta peti kemas yang siap dioperasikan dengan kapasitas daya tampung 1.000 TEUs per hari.

Dengan besarnya daya angkut seperti ini, diharapkan bisa dimanfaatkan pengusaha untuk mengirimkan barangnya menggunakan kereta api. Pengembangan angkutan peti kemas menggunakan kereta api ini sangat penting karena pada saat ini beban angkutan jalan raya sudah sangat tinggi.

Untuk itu penting juga untuk mengembalikan fungsi  Gede Bage menjadi Dry Port. Untuk operasional angkutannya, VP Daop 2 menyatakan kesiapan mendukung dan meningkatkan angkutan peti kemas menggunakan kereta api agar kembali jaya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bandung, Onny Yuar Hanantyoko menyampaikan tentang pentingnya mengetahui akar permasalahan dari menurunya angkutan peti kemas menggunakan kereta api.

Menurutnya, hal penting lainnya adalah persiapan sarana, parasarana, dan sistem yang memudahkan para pengusaha untuk mengirim barangnya menggunakan kereta api.

--- quote ---

Pangkas Biaya, Angkutan Kereta Barang Siap Bersaing

BANDUNG, (PR).- PT Kereta Api Indonesia kembali menghidupkan angkutan logistik menggunakan peti kemas di Terminal Gedebage. Penurunan tarif hingga 50 persen diharapkan akan dapat menarik minat pengusaha untuk kembali menggunakan jasa angkutan kereta barang.

Corporate Deputy Director of Freight Marketing and Sales PT KAI, John Robertho, pihaknya mengembalikan fungsi terminal dari terminal penimbunan sementara menjadi dry port. Dengan perubahan status dan fungsi terminal itu sejak Januari 2017, diharapkan kejayaan terminal Gedebage kembali seperti tahun 1987 saat pertama kali berdiri.

“Sekarang kami mau mengembalikan terminal peti kemas Gedebage seperti tahun 1987. Statusnya dry port. Pertemuan ini tujuannya bagaimana angkutan barang lewat KA kami hidupkan lagi,” kata John saat berdiskusi dengan para pengusaha di Hotel Shakti, Kota Bandung, Rabu 12 Juli 2017.

Dia menjelaskan, Terminal Gedebage merupakan satu-satunya terminal peti kemas di Kota Bandung. Setelah pembangunan ruas-ruas tol baru, diakuinya terjadi penurunan drastis pengguna angkutan logistik peti kemas.

Solusi

Menurut Direktur PT KA Logistik Junaidi Nasution, pengoptimalan kembali angkutan logistik dengan peti kemas merupakan solusi atas transportasi nasional yang sudah sangat padat. Sebagai anak perusahaan logistik, pihaknya telah bersepakat dengan PT KAI dan MTI untuk mengembalikan fungsi pengelolaan Gedebage seperti awal berdiri.

Dia meyakini, pengembalian terminal Gedebage menjadi dry port akan memangkas pengeluaran logistik pengusaha, di antaranya dwelling time. Melihat pangsa pasar dan kebutuhan angkutan logistik, dia optimistis dalam 5-10 tahun ke depan, angkutan kereta barang akan menjadi primadona.

Sumber : Pikiran Rakyat, 12.07.17.

Catatan, dengan sejumlah perbaikan seperti drive port (seharusnya dry port dan John Roberto sebagai Corporate Deputy Director of Freight Marketing and Sales PT KAI. editor).

--- unquote ---

Intinya, KALOG maupun KAI dan seluruh instansi terkait, sangat mendukung pemanfaatan TPK Gedebage Bandung agar biaya logistik yang selama ini dikeluhkan, bisa diakomodir dengan baik.  

Dokumentasi kegiatan terlampir.


Sumber : KALOG / Foto : Humasda 2.

[English Free Translation]

In order to improve and develop container transportation at Gede Bage Container Terminal, on Wednesday (July 12nd), PT KAI held a discussion in the Lunch Meeting of Container Transportation Development, at Hotel Shakti meeting room in Bandung.

Rabu, 12 Juli 2017

[KG-xxx/2017] Rapat Angkutan Barang KAI + KALOG + PTBA - 12/07/17

BaNDuNG : Guna meningkatkan kerjasama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Kereta Api Logistik (KALOG) dan PT Bukit Asam (PTBA) Tbk, diadakanlah pertemuan untuk mengeksplorasi potensi masing2 perusahaan dalam rangka sinergi antar-BUMN.

Rabu tgl 12/07, ketiga perusahaan yang dikenal berbaju merah putih, berkumpul di kantor pusat PT KAI dan bersilaturahim terlebih dulu, apalagi suasana masih bernuansa Lebaran. Setelah itu menyimak profil dan kebisaan masing2 pihak di bidangnya.

Awalnya, pertemuan ini dirancang untuk menjajaki potensi angkutan dari Tanjungenim Baru ke Kertapati dan area lain di sekitar Palembang, Sumatera Selatan. Namun obrolan akhirnya meruncing ke pembicaraan yang lebih serius (rupanya).

Sepertinya diperlukan waktu khusus dan harus melibatkan para pengambil keputusan sehingga hasilnya bisa optimal. Bila sebatas penyempurnaan sistem kerja yang sudah ada ato potensi jangka pendek yang mungkin digarap, bisa saja langsung dikerjasamakan.

Namun bila menyangkut volume angkutan batubara yang fantastis, tentunya perlu diskusi panjang dan cukup komprehensif. Terlampir dokumentasi semangat merah putih untuk bersinergi di sektor angkutan barang. Bravo !

Pertemuan berikutnya segera dijadualkan.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]

Wednesday (July 12nd), the three companies known to be the red-and-white flag carrier, gathered at the headquarters of PT KAI and silaturahim first, let alone the atmosphere is still Eid Mubarak-nuanced. After that, listening profiles and capabilities of each party in the specific sector.

Selasa, 11 Juli 2017

[KG-xxx/2017] Sharing Session KALOG + KMTC - 11/07/17

JaKaRTa : Hubungan kerja yang baik harus tetap dijaga agar langgeng. Komunikasi jangan sampe terputus, apalagi dengan mitra kerja yang selama ini banyak mendukung kegiatan PT Kereta Api Logistik (KALOG).

Salah satu mitra kerja yang rajin mendukung kegiatan angkutan kontainer KALOG di Jawa, yakni perusahaan pelayaran asal Korea Selatan, Korea Marine Transport Co. (KMTC). Syukur Alhamdulillah selama ini kebutuhan kontainer 40' untuk repo MTY maupun free use berjalan dengan baik dan reguler - tentunya disesuaikan dengan inventory stock KMTC.

Selasa tgl 11/07, KALOGers mengunjungi kantor KMTC di area Kuningan dan berdiskusi tentang situasi terkini industri pelayaran, khususnya pasca-Lebaran dan potensi ekspor impor dari Indonesia ke Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang dan Korea.

Tak hanya dengan KMTC, KALOG melakukan banyak kerjasama dengan pelayaran domestik maupun global dalam rangka memuluskan pasok kontainer kosong maupun isi agar hasilnya optimal bagi para pengguna jasa dimana pun berada.

Usai diskusi, seperti biasa KALOGers berfoto bareng Tim KMTC. Bravo's.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]

On Tuesday (July 11st), KALOGers visited the KMTC office in Kuningan area and discussed the current situation of the shipping industry, especially post-Lebaran and import export potential from Indonesia to Southeast Asia, China, Japan and Korea. Still good.

Senin, 10 Juli 2017

[KG-xxx/2017] Update Progress Proyek Bandara Soetta - 09/07/17

JaKaRTa : Menjadi KALOGers yang berjiwa total logistik gak gampang. Pasalnya, klo gak cocok dengan jiwa pengabdian ... gampang2 susah. Artinya, bisa jadi pas orang lain libur, KALOGers malah melakukan aktifitas seperti kemarin ini posko angkutan Lebaran ato Nataru. Intinya, demi pelayanan publik.

Kebetulan, hari Minggu tgl 09/07 mendapat penugasan dari bozz untuk melakukan sidak ke lokasi proyek Bandara Soetta TaEnglish Free Translationngerang. Gak ada cerita repot, wajib didatangi dan syukur alhamdulillah pekerjaan gak kendor walaupun hari itu adalah akhir pekan.

Seperti biasa melakukan pengecekan lapangan dan setelah itu, ishoma sambil ngobrol2 santai, supaya suasana gak terbawa iklim kerja serius. Dokumentasi terlampir.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]

On Sunday (July 9th) we got an assignment from the bozz to do the inspection to the Soetta Airport project site, in Tangerang. No bothering story, we must be visited and thank to God all work went smoothly even though that day is weekend.

Kamis, 06 Juli 2017

[KU-187/2017] Pemkab Bondowoso Berencana Bangun Fasilitas Kereta Api Wisata

BONDOWOSO : Pemerintah Kab. Bondowoso, Jawa Timur, berencana akan membangun fasilitas KA wisata di Museum KA karena kunjungan wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara terus bertambah.

"Bekas stasiun KA di Jl. Imam Bonjol, Kel. Kademangan, Kec. Kota Bondowoso, itu saat ini sudah menjadi Museum KA akan dimanfaatkan Pemda dalam pengelolaannya," ujar Kepala Bidang Pariwisata pada Disparpora Pemkab Bondowoso, Adi Sunaryadi di Bondowoso, Rabu.

Rencana pembangunan fasilitas KA wisata itu, lanjut dia, dilakukan setelah sebelumnya Pemkab Bondowoso dan Daop 9 melakukan penandatangan MoU pada pertengahan tahun lalu. Dalam perjanjian kerja sama tersebut, katanya, PT KAI sebagai pemilik dan penyedia lahan (Museum KA) dan Pemda sebagai pemanfaat pengelolaan museum itu dalam bentuk sewa.

Menurut Adi, untuk mewujudkan kereta wisata nantinya juga butuh dukungan dari masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran rel KA di Bondowoso yang selama ini sudah tidak aktif. 

"Nantinya kalau sudah KA wisata sudah aktif, wisatawan dapat naik kereta berkeliling di wilayah Bondowoso dan yang pasti jalur KA wisata tidak mengganggu jalur KA aktif," paparnya.

Ia menambahkan, rencana pembangunan fasilitas kereta api wisata di Museum Kereta Api Bondowoso karena sejak hampir satu tahun diluncurkan, jumlah pengunjung museum terus bertambah baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

"Jumlah pengunjung Museum KA Bondowoso pada triwulan pertama tahun ini sebanyak 2.146 orang dan pada triwulan kedua bertambah menjadi 3.442 pengunjung," katanya.

Sumber : Antara, 05.07.17.

[English Free Translation]
Government of Kab. Bondowoso, East Java, plans to build a tourist railway facility at the Train Museum as local tourist arrivals and foreign tourists continue to grow. Agreed and we’ll support 100 percent !