Rabu, 04 Maret 2015

[KG-063/2015] Tamu Migas & Syukuran JO BUMIKALOG - 04/03/15



SuRaBaYa: Rabu 04/03, PT Kereta Api Logistik (KALOG) mendapat tamu dari Inpex Masela Ltd dan rekan, di Terminal Barang (TB) Kalimas (KLM), Surabaya. Sebelumnya, tim ini sempat survei ke TB Sungai Lagoa (SAO), Tanjung Priok, Jakarta dan Stasiun Banyuwangi Baru. Kesemuanya bertujuan mencari fakta dan cek fasilitas.

Sebagai bagian dari sebuah perusahaan minyak dan gas (migas) nasional yang bermitra dengan perusahaan asing, ‘ndak ada salahnya mencari opsi terbaik dan paling murah (relatif ‘loh). Pagi ini kami mengantar berkeliling, mulai gate in/out, fasilitas alat berat, cek spoor, fasilitas gudang dan rel lama yang masih bisa dilihat sisa-sisanya di sebelah gudang.

Intinya, Inpex sangat senang bisa berkunjung ke KLM maupun SAO dan Banyuwangi Baru untuk memastikan kemungkinan dipakainya moda transportasi kereta api (KA) di masa mendatang. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan manajemen. Selamat menimbang-nimbang ya.






Kemudian menjelang siang harinya, JO BUMIKALOG yang baru saja selesai menuntaskan renovasi kantor untuk kegiatan sehari-hari, melaksanakan acara syukuran & doa bersama, agar penyelenggaraan aktifitas di KLM khususnya dapat berjalan mancarli. 

Acara dimulai dengan pembukaan, sambutan GM JO, sambutan perwakilan PT KAI serta tausyiah oleh Ustadz KH Suudi Sulaeman. Selain nasi tumpeng, disediakan pula nasi kotak dan bubur merah putih sebagai syarat he he he. Piiiiis.










Mohon doa restu, agar segala kegiatan yang dilaksanakan membawa manfaat, nikmat dan barokah selalu. Aamiin YRA.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Wednesday, 04/03, PT Kereta Api Logistik (KALOG) received guests from the oil and gas company representatives, who want to use the railway mode in mid-term period, while JO BUMIKALOG today held a celebration and pray together for the smooth running of the business.

Selasa, 03 Maret 2015

[KG-062/2015] Revitalisasi Jalur KA Ke Terminal Petikemas Surabaya



SuRaBaYa: Upaya kerjasama yang telah lama digodok dari berbagai institusi, untuk mengurangi beban biaya logistik nasional, terus diupayakan. Salah satu mewujudkan jalur kereta api (KA) masuk ke pelabuhan. Di ujung timur pulau Jawa, Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan instansi terkait sudah siap sedia bahu membahu untuk merealisasikannya.

Bukan hal yang mudah, karena sebagian rel KA yang melintas dari Stasiun Kalimas menuju Prapat Kurung kebanyakan sudah termakan umur dan menjadi pemukiman, selain sejumlah titik tertentu pastinya memerlukan penggantian bantalan, rel maupun penambahan batu ballast. Sosialisasi kepada masyarakat pun sudah disiapkan sejak tahun 2014 lalu.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) via Daop 8 SB terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, dibantu dengan koordinasi bersama pihak-pihak terkait seperti RT/RW, Muspika, Kecamatan dan Kelurahan. Intinya memberikan pemahaman akan proses revitalisasi dan PT KAI akan memanfaatkan lahan yang selama ini belum digunakan secara optimal.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di hari Sabtu 14/02 SM Aset Daop 8 SB melakukan sosialisasi penertiban bangunan rumah guna menghidupkan jalur double track lintas Kalimas - Prapat Kurung - Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya serta peninjauan langsung ke area yang ditertibkan.

Bangunan yang akan ditertibkan tersebut sebanyak 311 rumah warga Kalimas Baru II. Hadir dalam sosialisasi tersebut Muspika Pabean Cantikan serta Tokoh Masyarakat Kalimas Baru II. Warga Kalimas Baru II mendukung penertiban yang dilakukan oleh PT KAI Daop 8 SB demi terwujudnya tujuan yang lebih besar. Dokumentasi terlampir.





Kini, rapat koordinasi terus berlangsung dan proses perwujudan masuknya rel kereta api (KA) ke PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sudah mendekati hari pelaksanaan. Sejumlah persiapan akhir terus dikebut. Target, sebelum akhir bulan Maret 2015 sudah ada uji-coba angkutan KA dan selanjutnya siap-siap diresmikan oleh Menteri Perhubungan.

Menyusul infonya ya.

Sumber : PT KAI - CorComm Daop 8 SB.

[English Free Translation]
Collaborative efforts that have long discussed from various institutions, to reduce the burden of the national logistics costs, continue to be pursued. One goal is to realize the railway line into the harbor. At the eastern part of Java island, Surabaya Container Terminal (Terminal Petikemas Surabaya / TPS) and related agencies already ready in hand, to make it happen. Go get ‘em.

Senin, 02 Maret 2015

[KG-061/2015] Keberadaan TB Kertapati & Pembangunan Sumsel



SuRaBaYa: Keberadaan Terminal Barang Kertapati, Palembang bagi PT Kereta Api Logistik (KALOG) gak bisa disepelekan. Memiliki sejarah bagi angkutan batu bara perusahaan swasta pertama di Sumatera Selatan dan merupakan salah satu pengisi pundi rupiah di kas anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Bahkan di tahun-tahun mendatang, propinsi yang terkenal memiliki cadangan batu bara terbesar di Pulau Sumatera ini, akan terus dikembangkan. Tak ayal, Gubernur Alex Noerdin mendukung pengembangan Stasiun Kertapati, tak hanya untuk masyarakat kota Palembang tetapi untuk pertumbuhan propinsi yang dipimpinnya.

Berikut ini, kami hadirkan 2 (dua) artikel yang menyorot perkembangan pembangunan Stasiun Kertapati maupun penambahan stasiun baru untuk mendukung perkembangan wilayah Sumatera Selatan secara umum.

--- quote ---

(artikel 1) Dapat Dana Rp 2 Triliun, PT KAI Akan Tambah Armada

JAKARTA: PT KAI mengusulkan PMN sebesar Rp2,75 T dalam RAPBNP 2015. Dari usulan itu, Komisi VI DPR RI menyetujuinya sebesar Rp2 T.

Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, dana yang telah disetujui oleh Komisi VI itu akan digunakan untuk peremajaan dan penambahan armada baru.

"Kebutuhan pemenuhan rolling stock untuk jalur baru Trans Sumatera juga menjadi prioritas kami," katanya. Ia dan sejumlah Direktur BUMN mengikuti kunjungan spesifik Komisi VI DPR.

Dalam paparannya, Edi mengatakan pihaknya membutuhkan dana hingga Rp2,75 T untuk melakukan pengadaan sarana perkeretaapian di Sumatera. Salah satunya pengadaan sarana angkutan penumpang berupa 3 unit lokomotif dan 32 unit kereta penumpang senilai US$ 17.402.387.

Selain itu, guna meningkatkan mutu layananan di bidang angkutan barang dari korporasi seperti PT Bukit Asam, PT KAI berencana membeli 44 unit lokomotif, serta 1.290 unit gerbong batu bara atau KKBW. Pengadaan sarana angkutan barang itu membutuhkan dana hingga US$ 193.563.040.

"Kami juga membutuhkan 2 set alat pemelihara jalan rel," ujarnya. Ketua Komisi VI DPR Achmad Hapisz Tohir mengatakan, PMN kepada PT KAI disesuaikan dengan kebutuhan utama dan ketersediaan dana pada kas negara. Sehingga ia sangat yakin KAI dapat berkembang lebih baik lagi dengan adanya tambahan modal usaha itu.

Sumber : Tempo, 16.02.15.



(artikel 2) Sumbang 40 Persen. Pendapatan KAI, Stasiun Kertapati Layak Diperbaiki

PALEMBANG: Komisi VI DPR RI menyetujui PMN sebesar Rp 2 T yang sebelumnya telah diajukan PT KAI. Dalam business plan, dana itu akan digunakan PT KAI untuk memperbaiki beberapa stasiun dan menambah gerbong kereta.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex, mengatakan Sta Kertapati di Sumsel harus masuk ke dalam rencana kerja perbaikan PT KAI. Apalagi stasiun itu juga menjadi penyumbang pendapatan besar ke PT KAI.

“PT KAI Divisi Regional Kertapati-Tanjung Karang menyumbang 40% pendapatan KAI secara nasional. Sumbernya adalah angkutan Batubara Rangkaian Panjang atau Babaranjang. Selayaknya Sta Kertapati yang menjadi Trans Sumatera Railways harus dibenahi,” ujarnya.

Tim Spesifik Komisi VI DPR RI berencana mendatangi Kota Palembang dan bertemu dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Mereka akan memastikan beberapa proyek yang berkaitan dengan mitra kerja Komisi VI di Sumsel berjalan lancar.

Komisi VI DPR RI juga mengajak Dirut PT KAI ke Kota Palembang untuk melihat stasiun yang ada di Kertapati dan stasiun kecil lainnya. Dodi berharap KAI memprioritaskan peningkatan kualitas stasiun tersebut.

Sumber : TribunNews, 15.02.15.

--- unquote ---

[English Free Translation]
Commission VI of the House of Representatives, approved the PMN IDR 2 trillion which have previously been proposed by PT KAI. In the business plan, the funds will be used by PT KAI to improve and add some stations and buy the train cars – both for passangers and cargoes.

Minggu, 01 Maret 2015

[KG-060/2015] Warga "Kuasai" Tanah Milik PT KAI

BANDUNG: Huebatnya warga negara Indonesia yang "berani mati" mencaplok tanah negara walau harus dengan taruhan nyawa. Mayoritas yang kita ketahui, tanah tersebut milik PT Kereta Api Indonesia (Persero). Entah BUMN lain, apakah melakukan pengecekan aset ato sudah tertata baik ?

Sejak helm pimpinan perusahaan pelat merah perkeretaapian dipimpin oleh "bang Mandor" (sebutan bagi Ignasius Jonan kala menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI), pengembalian aset merupakan salah satu target yang hendak dicapai. Begitu banyak aset tanah yang berpindah tangan sehingga cukup menyulitkan pihak PT KAI melacaknya.

Bukan Jonan jika tak punya akal brilyan. Maka dilakukanlah pembuktian terbalik dengan groundkar yang dipinjamkan dari salah satu museum di negeri Belanda – begitu kabarnya. Alhasil, satu demi satu aset tersebut berhasil dikembalikan ke pemiliknya dan merembet ke aset stasiun, lahan tidur hingga rumah dinas.

Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan. Sepanjang demi kemaslahatan umat, kenapa ngga sih ? Semoga mancarli.

--- quote ---

(Artikel) Warga "Kuasai" Tanah Milik PT KAI

BANDUNG: Tanah milik PT KAI di wilayah Kab. Majalengka marak diperjualbelikan warga. Mereka yang menempati lahan tersebut setiap tahunnya harus membayar sewa lahan yang nilainya bervariasi.

Wartawan Kabar Cirebon melaporkan, bila membeli dari warga, harga lahan PJKA (PT KAI) sebesar Rp 30.000-Rp 40.000 per satu kaveling dengan ukuran 8 x 10 m (6 bata). Sementara harga sewa tahunannya disesuaikan dengan kegunaan lahan.

Jika lahan difungsikan sebagai tempat tinggal, sewanya hanya sekitar Rp 400.000-Rp 800.000. Namun jika tanah difungsikan sebagai tempat usaha, sewa tahunan bisa mencapai jutaan rupiah.

Hampir seluruh lahan PT KAI yang ada di wilayah Kab. Majalengka mulai dari Kadipaten hingga Sumberjaya yang berbatasan dengan Kab. Cirebon dipergunakan oleh masyarakat. Peruntukannya rata-rata digunakan sebagai tempat tinggal & lahan usaha. Diantara mereka ada yang sudah menempati puluhan tahun.

Salah seorang tokoh masyarakat di Desa Gandasari, Kec. Dawuan, Sabungan Simatupang mengatakan pendirian bangunan yang dilakukan warga tidak memperhatikan drainase sehingga ketika hujan air mengalir langsung ke jalan raya jurusan Cirebon-Bandung. Ia meminta perlu ada solusi dari pendirian rumah tinggal di lahan PT KAI tersebut.

Sumber : Pikiran Rakyat, 30.01.15.

--- unquote ---

Gimana gak gemes membaca artikel diatas. Masyarakat se-enak udel begitu dan bertindak seperti tanah ini tak bertuan gitu. Uedaaaan !

Rasanya makin kemari semakin banyak kisah misterius dan sulit dikuak. Apa perlu masuk klasifikasi "X-Files" ? Contoh, kasus Sengkon & Karta dulu, kasus Antasari Azhar, kasus Labora Sitorus, dan yang terkait dengan biz kereta api yaitu sengketa lahan di Jl. Jawa dan kini berdiri "Center Point".

Selamat datang di Negeri Antah Berantah.

Sumber : Dari Sana-sini.

[English Free Translation]

Land owned by PT KAI in the District. Majalengka rampant traded by citizens. Those who occupy the land each year must pay the rent of land whose value varies. This is a series og Amazing Indonesia he he he, state land was sold anyway.

Sabtu, 28 Februari 2015

[KG-059/2015] Pelatihan P3K di Lingkungan PT Kereta Api Logistik

JaKaRTa: Selama 2 (dua) hari, mulai tgl 24-25/02/15 PT Kereta Api Logistik (KALOG) melalui unit kerja SHE, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Pelatihan ini diikuti gabungan tim gawat darurat KALOG kantor pusat dan seluruh perwakilan area.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Operasi dan Pemasaran KALOG serta Wakil Sekretaris Pengurus PMI Provinsi DKI Jakarta, diawali dengan tes pengetahuan dasar mengenai P3K.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali dengan beberapa materi seperti resusitasi jantung paru (RJP), penanganan perdarahan, sumbatan jalan nafas, luka bakar, dan patah tulang. Seluruh materi yang disampaikan juga dilengkapi dengan peragaan cara mengunakan alat-alat medis penunjang saat pertolongan pertama seperti alat pembalut, bidai, dan tandu.

Para peserta berkesempatan untuk mempraktekkan ilmu P3K tersebut pada kegiatan simulasi, mulai dari penanganan perdarahan, patah tulang, pembalutan, hingga evakuasi.

Kegiatan ditutup oleh Kepala Markas PMI Provinsi DKI dan VP SHE KALOG, kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin kepada perwakilan peserta.

Dengan pembekalan P3K ini, para peserta diharapkan mampu untuk melakukan penanganan dengan tepat saat kecelakaan kerja terjadi di area kerja masing-masing.

Dokumentasi kegiatan terlampir. Salam KALOgers.



Sumber : CorComm PT KALOG / Foto : Adjeng Putri.

[English Free Translation]
During 2 (two) days, from the date 24-25/02/15 PT Kereta Api Logistik (KALOG) through work units SHE, in cooperation with the Indonesian Red Cross (Palang Merah Indonesia or PMI) organize training First Aid (P3K). The training was followed by a joint team of emergency KALOG head office and all area representatives.

Jumat, 27 Februari 2015

[KG-058/2015] Mutasi Di PT Kereta Api Logistik

JaKaRTa: Sepertinya, awal tahun 2015 banyak terjadi kejutan sehingga karena sudah beberapa kali terjadi, harusnya jadi gak terkejut lagi dunk he he he. Artinya mulai terbiasa gitu deh.

Terhitung mulai tgl 01/03, mutasi yang ada di lingkungan PT Kereta Api Logistik (KALOG) sebagai berikut:

1. Aulia Amini, Staf Administrasi BHP Kurir sebagai Sekretaris Direktorat Operasi & Pemasaran,

2. Ayi Suryandi, Kepala Terminal Barang Brambanan sebagai Kepala Terminal Barang Arjawinangun,

3. F Agung Rusdiantono, Kepala Terminal Barang Arjawinangun sebagai Staf Muda BHP Kurir,
   
4. Febyyanti Dwi Cahyani, Sekretaris Direktorat Operasi & Pemasaran sebagai Staf Administrasi & Keuangan Terminal Barang Kalimas,
   
5. M Yusuf, Staf Admin & Keuangan Area Arjawinangun sebagai Staf Admin & Keuangan Terminal Barang Purwokerto,
    
6. Rastriandi, Supervisor Non Container pada Divisi Operation Non Container, sebagai Koordinator Terminal Barang Gedebage Bandung,
     
7. Toto Indiarto, Staf Madya Pemasaran Angkutan Divre III Sum-Sel, sebagai Manager Operation Container pada Divisi Operation Container,
     
8. Yang Sulastri Indahyuni, Supervisor Non Container pada Divisi Komersial, sebagai Supervisor Administrasi Terminal Barang Gedebage Bandung,

9. Yoga Adi Utama, Koordinator Administrasi dan Operasional Area Purwokerto, sebagai Kepala Terminal Barang Purwokerto,
     
10. Yustinus Danang Kristianto, Koordinator Angkutan Semen Area Purwokerto, sebagai Kepala Terminal Barang Brambanan.

Salah satu area yang sudah melaksanakan acara serah terima secara formal, dilaksanakan oleh Terminal Barang Nambo (NMO), dari Rastriandi ke Eko Jatmiko dan diawasi oleh Iwan Riyanto (Man Op Semen Torpus). Selamat ya dan semoga yang lain segera menyusul. Dokumentasinya terlampir.


Demikian mutasi edisi kali ini. Nantikan putaran yang berikutnya dan selamat deg-degan. Dalam pekerjaan itu hal yang biasa. Jadi, dinikmati aja. Gitu aja koq repot.

Cheers.

Sumber : KALOG / Foto : Iwan Riyanto.

[English Free Translation]
Early 2015 will be a lot done refreshment, because never before done simultaneously. Consider the coverage of more details in the coming months. Eng Ing Eng ...