Sabtu, 20 Desember 2014

[KG-346/2014] Lagi, Tentang Kekaguman Lawang Sewu



BaNDuNG: Mencermati perkembangan wisatawan yang penasaran dengan sosok "gedung berpintu seribu" dan ingin menikmati keindahan arsitekturnya, ternyata dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Inikah tanda kepedulian warga masyarakat terhadap benda-benda warisan "djaman doeloe" ato mengikuti tren semata untuk bergaya di Lawang Sewu ? Belum ada yang mendata secara khusus tapi kita cukup menghargai kunjungan tersebut.

Mau tahu kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Lawang Sewu ? Baca deh artikel dibawah ini.

--- quote ---

(artikel) 400.000 Wisatawan Kunjungi Lawang Sewu

SEMARANG: Sedikitnya lebih dari 400.000 wisatawan telah mengunjungi Gedung Lawang Sewu Semarang. "Tepatnya, jumlah pengunjung tahun 2014 sebanyak 411.198 wisatawan. Itu baru sampai periode Nov," kata Manager Pengelolaan Museum PT KAI Sapto Hartoyo.



Ia mengakui jumlah pengunjung Lawang Sewu dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data PT KAI, jumlah pengunjung Lawang Sewu pada periode 2012 mencapai 121.696 wisatawan, pada 2013 mengalami peningkatan menjadi 234.206 wisatawan, dan terus meningkat pada tahun ini.

Lawang Sewu, lanjut Sapto, kini sudah dilengkapi berbagai fasilitas untuk pengunjung, mulai mushala, jaringan WiFi, hingga kursi roda yang khusus disediakan bagi pengunjung dari penyandang disabilitas.

"Pembenahan yang kami lakukan pertama, tentu menghilangkan kesan mistis atau angker dari Lawang Sewu. Bukan lagi wisata mistis, tetapi wisata historis. Kami buka untuk kegiatan seni dan budaya," katanya.

Terbukti, berbagai upaya pembenahan pengelolaan Lawang Sewu menjadikan gedung milik PT KAI itu semakin banyak dikunjungi wisatawan, termasuk berkat kerja sama yang dijalin dengan biro-biro wisata.

Sumber : Kompas, 19.12.14 / Foto : RAM.

--- unquote ---

[English Free Translation]
At least more than 400,000 tourists have visited Lawang Sewu Semarang. Said Manager of Museum Management PT KAI Sapto Hartayo, the above number until the period of November 2014. Bravo !

Jumat, 19 Desember 2014

[KA-345/2014] Persiapan Ritual Posko Tahunan Ala PT KAI



JaKaRTa: Bagi sebagian orang, mendekati akhir tahun, khususnya memperingati hari Natal, mayoritas umat Kristen banyak yang mengambil cuti. Selain itu, bila perusahaan tersebut memang memiliki kebiasaan meliburkan karyawan untuk menikmati saat-saat pergantian, gak salah-salah banget sih. Malah banyak travel agent ato moda transportasi kewalahan.

Pasalnya, untuk angkutan dengan moda kereta api (KA), momen Lebaran plus Natal dan Tahun Baru merupakan paket yang tak terpisahkan. Bahkan kewajiban cuti bisa ditangguhkan hingga aktifitas masyarakat luas bisa dipenuhi dengan baik. Bagitulah tugas sebagai abdi negara. Pengabdian total.

Jum'at 19/12 pagi ini, bertempat di halaman parkir Stasiun Gambir, diadakan Apel Gelar Pasukan Angkutan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015. Dirjen KA selaku pembina apel membacakan sambutan Menhub, mengintruksikan kepada seluruh jajaran yang bertugas untuk selalu mengutamakan keselamatan, pelayanan prima, dan keamanan dalam perjalanan kereta api, yang terpenting juga mengantisipasi dari gangguan apapun yang berdampak pada gangguan perka, agar terwujud zero accident.





Apel di ikuti oleh jajaran direksi PT KAI beserta seluruh karyawan/karyawati Daop 1 Jakarta, anak perusahaan (termasuk PT Kereta Api Logistik ato KALOG), Polsuska, dan TNI/Polri. Sementara di area lain, semua Daop dan Divre mengadakan acara serupa dan serempak untuk mensukseskan posko menyambut libur panjang. Khusus untuk kali ini, direksi anak perusahaan hingga level VP, dilibatkan dalam posko Natal dan Tahun Baru. Selamat bertugas dan semoga mancarli.

Sumber : CorComm PT KAI Daop 1.

[English Free Translation]
Friday 19/12 morning, held in the parking lot Gambir Station, PT Kereta Api Indonesia (Persero) held “Apel Gelar Pasukan Angkutan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015”. God bless you.

Kamis, 18 Desember 2014

[KG-344/2014] Kunjungan Rutin Ke TB Sungai Lagoa - 18/12/14



JaKaRTa: Seperti sang spesialis aja. Sejak awal masuk PT Kereta Api Logistik (KALOG) mengurusi lahan-lahan yang tergolong "panas" (tanah hasil pembebasan ato awalnya tanah sengketa) seperti di Kertapati (Palembang), Suka Cinta (Lahat), Kalimas (Surabaya) dan kini, Sungai Lagoa, kawasan Tanjung Priok (Jakarta).

Usai mengawal pembangunan slab-track di Stasiun Kalimas (KLM) di akhir November 2014, kini bergeser mengontrol pembangunan container yard (CY) di Stasiun Sungai Lagoa (SAO). Efektif Desember 2014, rencana pembangunan CY ini akan memakan waktu 6-9 bulan kedepan (tergantung situasi dan kondisi cuaca).

Peninggian lahan CY diperkirakan sekitar 50 cm ato setengah meter sehingga nantinya kondisi lahan CY akan memiliki kesamaan ato sedikit lebih tinggi, dibanding kondisi jalan raya yang berada di arteri wilayah Tanjung Priok, yakni Jl. R.E Martadinata.

Semua ketentuan seperti CBR Test, pengerokan lahan yang tidak terpakai, pengurukan ulang dengan bahan limestone dan base coast serta diakhir pengerjaan, di-cor semen. Semuanya, demi kenyamanan Pelanggan. Sebelum ini, lahan CY terbuat dari paving K-400. Sikon air rob dan beratnya jenis alat Reachstacker (R/S) seberat 70 ton, agak diluar dugaan sehingga ambrol.

Karenanya, langkah manajemen untuk mengecor CY SAO merupakan opsi terbaik saat ini. Total lahan yang akan diIcor 28.000 m2 dan tahap 1 yang kini tengah dikerjakan, yakni 7.000 m2. Simak liputan pengecekan rutin ke SAO, sebagaimana terlampir. Bravo !

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
After escorting the construction of slab track in Kalimas Station (KLM) which already completed at the end of November 2014, has now shifted to control the construction of the container yard (CY) in Sungai Lagoa station (SAO). Effective December 2014, construction work commenced and CY development plan will take the next 6-9 months (depending on the weather conditions).

Rabu, 17 Desember 2014

[KG-343/2014] Seleksi “OCI Indonesia Award”

JaKaRTa: Persaingan di suatu bidang usaha sudah lazim ditemui dimana-mana dan bila sang jawara keluar sebagai pemenang, lumrah. Dalam bisnis, perusahaan yang memiliki tim penggagas dan eksekutor akan sangat mumpuni memenangkan sebuah pertarungan di pasar nyata.

Hari Jum'at 11/12 telah dilaksanakan seleksi tahap akhir (tahap IV) "Outstanding Corporate Innovator Indonesia Award" (OCI Indonesia Award) melalui kunjungan tim penguji ke kantor pusat PT Kereta Api Logistik (KALOG) kantor pusat Jakarta.

Dalam tahapan ini, Dr. Pepey Riawati Kurnia, MM (komite riset STM PPM) selaku tim penguji melakukan validasi dan konfirmasi terhadap informasi yang telah disampaikan pada tahap-tahap seleksi sebelumnya yang mencakup  proses NPD (New Product Development),  Portofolio peluang NPD, analisa peluang dan kebutuhan pasar, Feasibility Study (FS),  kategori inovasi yang dimiliki perusahaan, dan sejumlah indikator lainnya.



Pada kesempatan tsb, VP Komersial bersama VP Operation Non Kontainer menjelaskan dan memaparkan secara komprehensif tentang angkutan semen menggunakan pallet yang merupakan inovasi yang didaftarkan pada ajang bergengsi ini.

Pengumuman pemenang dari 14 finalis akan diumumkan di malam penganugerahan pada bulan Maret 2015 mendatang, dan pemenang Award akan berkesempatan mempresentasikan hasil inovasinya di Amerika Serikat.

Semoga berhasil. Sukses buat KALOGers semua.

Sumber : KALOG / Foto : Adjeng.

[English Free Translation]

Friday 11/12, it has implemented the final stage of selection (phase IV) an "Outstanding Corporate Innovator Indonesia Award" by the test team and visit to PT Kereta Api Logistik (KALOG) headquarters in Jakarta.

Selasa, 16 Desember 2014

[KG-342/2014] Hingar Bingar Kasus “Centre Point”

MeDaN: Kisruh tentang kepemilikan tanah di Jl. Jawa hingga kini masih menuai polemik. Belum jelas mana yang benar dan mana yang salah karena masih dalam posisi sengketa dan masing-masing pihak mengajukan argumen sendiri-sendiri. Sekarang lokasi kisruh tsb sudah maujud jadi Centre Point deh. Hebat ya.

Jika berdasarkan hukum yang ada, maka kejelasan status lahan tsb harus dibuktikan kebenarannya di pengadilan. Jalur hukum harus dijunjung tinggi dan pastinya tidak melibatkan fulus, sehingga benar-benar jelas dan transparan hasilnya. Apa bisa ?

Inilah tantangan aparat penjunjung keadilan di negeri ini. Silang sengketanya hingga hari ini masih bertebaran dan semakin panas karena sudah melibatkan KPK dan lenbaga peradilan lainnya. Nah, mumpung ada yang meriksa, semoga hasil yang diperoleh adalah hasil terbaik.

Cheers.

--- quote ---

(artikel) Komisi D Tak Libatkan PT KAI.

MEDAN: Demi menindaklanjuti permohonan perubahan peruntukan di Jl. Jawa yang kini sudah berdiri bangunan megah, Mal Centre Point, Komisi D DPRD Kota Medan melakukan kunjungan kerja, Senin (15/12).

Kunjungan ini sama sekali tak melibatkan PT KAI selaku pemilik tanah. Kunjungan dilakukan untuk melihat batas yang diajukan sesuai dengan surat permohonan perubahan peruntukan yang diajukan Handoko Lie.

"Pasca kunjungan ini, kita belum bisa simpulkan apakan menyetujui atau tidak perubahan peruntukan ini," ujar Anggota Komisi D, Sabar Syamsurya Sitepu. Sabar juga mengatakan perubahan peruntukan yang dapat diproses oleh DPRD Medan hanya untuk bangunan Centre Point karena lahan tsb dikuasai oleh PT ACK.

Sedangkan untuk tanah 3 ribu meter persegi yang masih dalam proses peninjauan kembali (PK) di MA tak dapat diproses karena tanah tsb belum dikuasai pemohon.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong menjelaskan kunjungan ini seharusnya tak menghasilkan rekomendasi apapun.

Pasalnya PT KAI selaku pihak yang bertikai dengan ACK tak dilibatkan. Setelah mendengarkan penjelasan pihak pengembang mengenai batas lahan seharusnya KAI memberikan keterangan sesuai dengan versinya.

"Persoalan ini tak semudah itu. PT KAI harusnya memberikan keterangan mengenai status tanah yang sampai saat ini masih diklaim sebagai aset negara," ujarnya.

Project Manager Centre Point Medan, A Beng mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pembayaran ganti rugi kepada masyarakat yang dulu menempati tanah yang kini sudah berdiri bangunan Centre Poin.

"Ganti ruginya sekitar Rp 55 M, makanya diproses hukum kami menang," ujar A Beng.

Sumber : SUMUT Pos, 16.12.14.

(artikel) Sengketa Lahan Centre Point : Ketua KPK Surati MA

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak main-main dalam urusan penyelamatan aset negara. Terkait aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) berupa lahan di Jalan Jawa, Medan, yang diduga dicaplok PT Agra Citra Karisma (ACK) dan dijadikan kawasan Centre Point, KPK sudah turun tangan.

Lewat surat yang diteken Ketua KPK Abraham Samad, lembaga antirasuah itu telah meminta Mahkamah Agung (MA) agar segera mengeluarkan putusan permohonan tingkat Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan PT KAI terkait kasus lahan dimaksud.

Abraham Samad lantas mengirimkan surat pemberitahuan ke Dirut PT KAI atas langkah KPK yang meminta MA segera mengeluarkan putusan tingkat PK itu. “Saya sudah menerima surat dari KPK, ditandatangani langsung oleh Bapak Abraham Samad, yang memberitahukan bahwa beliau sudah meminta MA agar mempercepat putusan PK, karena ini sudah lama,” ujar Dirut PT KAI Edi Sukmoro saat dihubungi koran ini dari Jakarta, Minggu (14/12).

Dijelaskan mantan Direktur Aset PT KAI itu, surat dari Ketua KPK yang diterimanya akhir pekan lalu itu merupakan surat balasan atas pengaduan PT KAI ke lembaga yang ditakuti para koruptor itu. “Sebelumnya kami memang menyurati secara resmi ke KPK. Ya, kemana lagi kami harus mengadu (kalau bukan ke KPK, red),” ujar Edi, yang berkantor pusat di Bandung.

Selain memberitahukan mengenai permintaan KPK agar MA segera mengeluarkan putusan tingkat PK, lewat surat itu Abraham Samad juga memberitahukan bahwa KPK mengikuti kasus ini. “Intinya, diberitahukan bahwa KPK melakukan supervisi kasus ini,” imbuh Edi.

Dikatakan Edi, pihaknya memang sangat yakin MA akan memenangkan PT KAI dalam putusan tingkat PK, setelah sebelumnya kalah di tingkat kasasi. “Mudah-mudahan MA masih punya hati nurani. Kami yakin para hakim agung MA masih punya hati nurani,” imbuhnya lagi.Sementara, ditanya mengenai agenda rapat dengan DPRD Medan yang dijadwalkan hari ini, Senin (15/12), Edi belum memberikan kepastian. Dia mengatakan, pihaknya sudah memberikan penjelasan panjang lebar kepada sejumlah anggota DPRD Medan yang menemuinya di Kantor PT KAI Bandung, beberapa waktu lalu.

“Dalam pertemuan saat itu sudah kita jelaskan semuanya, duduk perkaranya. Mereka juga tanya-tanya,” ujar Edi menceritakan.

Jadi sudah tidak perlu lagi datang ke Medan? “Saya bingung, yang mana lagi ni?” ujar Edi balik bertanya.

Diberitakan sebelumnya, Deputi Pencegahan KPK Johan Budi membenarkan pihaknya kini tengah melakukan pengkajian terhadap sejumlah aset negara yang selama ini diduga telah diserobot sejumlah pihak, termasuk terhadap lahan PT KAI di Jalan Jawa, Medan itu. Pelacakan dilakukan setelah sebelumnya KPK menjalin kerja sama dengan PT KAI.

“Ada program PT KAI dengan KPK untuk menelusuri aset-aset negara yang diduga diserobot pihak-pihak tertentu. Bukan hanya di Medan, tapi juga di sejumlah daerah lain di Indonesia,” kata Johan, Rabu (10/12).

Diketahui, KPK sudah sejak lama ikut berupaya menyelamatkan aset negara yang dicaplok pihak lain. Pimpinan KPK juga meminta para perusahaan BUMN agar serius mengamankan asetnya. Permintaan KPK itu disampaikan melalui Surat Edaran KPK Nomor: R-/027.H/01-12/03/2009 tanggal 17 Maret 2009.


Surat Edaran KPK itu kemudian disikapi oleh Menteri BUMN, dengan mengeluarkan Surat Edaran Meneg BUMN Nomor : SE-09/MBU/2009 yang dikirim ke seluruh perusahaan plat merah agar mengamankan asetnya.

Dorongan pada KPK untuk turun tangan terhadap kasus Centre Point juga telah diungkapkan anggota DPR RI. Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat bahkan terang-terangan menyebut adanya indikasi para pejabat dan aparat penegak hukum telah disetir pemilik modal. “Kami dorong agar KPK turun tangan untuk mengurai masalah, sebab KPK bisa obyektif, tidak akan terkooptasi oleh mafia-mafia yang ada di Sumut,” cetus Martin kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin (10/12).

Menurut politikus yang juga ‘Siantar Man’ itu, masalah Centre Point ini sudah begitu rumit. “Kasus ini memang terkesan para pejabat di sana dan aparat penegak hukum mudah dibeli oleh pihak-pihak yang punya uang. Maka KPK harus turun tangan,” cetusnya, sembari mengatakan, permintaan resmi Komisi III DPR ke KPK akan segera dilayangkan.

Di sisi lain, Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi, membenarkan pihaknya kini tengah melakukan pengkajian terhadap sejumlah aset negara yang selama ini diduga telah diserobot sejumlah pihak, termasuk terhadap lahan PT KAI di Jalan Jawa, Medan. Pelacakan dilakukan setelah sebelumnya KPK menjalin kerja sama dengan PT KAI.

“Ada program PT KAI dengan KPK untuk menelusuri aset-aset negara yang diduga diserobot pihak-pihak tertentu. Bukan hanya di Medan, tapi juga di sejumlah daerah lain di Indonesia,” katanya, Rabu (10/12) lalu. (sam/rbb)

Sumber : SUMUT Pos, 15.12.14.

--- unquote ---

Catatan,
Rujukan sebelumnya, silahkan baca [KA-336/2014] Lagi, Menyoal Tanah Gang Buntu Medan – edisi 10 Desember 2014, [KU-327/2014] Korupsi Tanah PT KAI, Kejagung Periksa Mantan Dirut PT Agra Citra Kharisma (ACK) – edisi 29 November 2014, [KG-320/2014] Perkembangan Kasus Centre Point Mulai Ditelisik Kejagung – edisi  22 November 2014, [KU-316/2014] Dirut PT KAI : Bongkar Centre Point. Siap Adukan Pemko ke Ombudsman RI - edisi 18 November 2014.

Baca juga [KU-288/2014] Kasus Centre Point, Kapolda Berang – edisi 20 Oktober 2014, [KU-281/2014] PT KAI Soroti Penetapan Tersangka Kakan Pertanahan Medan. Pemilik Centre Point Panik – edisi 13 Oktober 2014, [KG-276/2014] Sengketa Tanah PT KAI Terus Bergolak Di Gang Buntu Medan – edisi 08 Oktober 2014, [KU-160/2014] Tak Ingin Merugi, Tempuh Jalur Hukum - edisi 12 Juni 2014.

Selanjutnya, baca juga [KA-110/2014] DU & D8 Menjadi Pembicara Publik - edisi 23 April 2014, [KU-109/2014] Rahudman Terseret 5 Surat – edisi 22 April 2014, [KU-072/2014] Dua Mantan Walikota Medan Jadi Tersangka Korupsi Pengalihan Tanah PT KAI – edisi 15 Maret 2014, [KA-067/2014] PT KAI Melawan Mafia Tanah & Mafia Peradilan – edisi 10 Maret 2014 dan [KU-065/2014] Mafia Tanah Menang, Aset PT KAI Rawan Diserobot – edisi 08 Maret 2014.

[English Free Translation]

Corruption Eradication Commission (Komisi Pemberantasan Korupsi / KPK) not mess in the affairs of state assets rescue. Related with assets in Jalan Jawa which owned by PT Kereta Api Indonesia (Persero), Medan, which allegedly captured PT Agra Citra Kharisma (ACK) and conversion to Centre Point, the Commission has intervened.

Senin, 15 Desember 2014

[KG-341/2014] Reaktivasi, Target Menhub

SuRaBaYa: Tak hanya masyarakat yang memerlukan moda kereta api (KA) belakangan ini, sejumlah tokoh beramai-ramai memelopori menggunakan KA sebagai saran transportasi menuju tempat kerjanya. KA dianggap efisien dan lebih cepat dibanding moda lain.

Untuk ukuran waktu, maksudnya ketepatan, memang relatif. Tetapi bila diadu secara jarak tempuh, apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta, akan lain hasilnya. Tak ayal lagi, masyarakat di area lain pun kini tengah berangan-angan memiliki moda KA seperti di Kalimantan, Sulawesi, Papua bahkan Sumatera yang sebagian diantaranya mangkrak alias tidak terawat baik, ingin merevitalisasi.

Kini impian tersebut, sesuai impian Jonan sang Menhub baru, semoga bisa diwujudkan. Mantan orang nomor satu di industri perkeretaapian nasional ini pernah berujar, lebih baik membangun sarana kereta api di daerah-daerah, ketimbang membela KA cepat yang dipergunakan segelintir orang.

Maksud beliau, membangun jalur KA Trans-Kalimantan, Trans-Sulawesi dan ato Trans-Papua jauh lebih bermanfaat ketimbang membangun KA cepat, dengan anggaran biaya yang setara loh ya. Masuk akal juga dan hitung-hitung pemerataan lah. Lagi pula, KA memang alternatif paling ampuh untuk mengatasi kemacetan di kota-kota besar.

Bila belum mampu membangun impian besar tadi, Jonan kala menjabat Dirut PT KAI berkeinginan menghidupkan kembali / merevitalisasi kembali jalur-jalur potensil di Pulau Jawa maupun Pulau Sumatera sebagai sarana angkutan yang dapat dipercaya.

Untuk kegunaan lain KA, selain dimanfaatkan menarik jumlah penumpang yang besar jumlahnya, juga bisa dimanfaatkan mengirim barang ke luar daerah, sehingga perekonomian suatu wilayah akan lebih bergairah dengan kombinasi angkutan yang beragam. Masyarakat semakin antusias dengan banyaknya pilihan moda angkutan.

Salah satu propinsi yang tengah memperjuangkan moda KA agar bisa dioperasikan kembali adalah propinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki petugas yang ditempatkan di Divre 2 Sumatera Barat dan bertugas mengamankan aset demi kepentingan bangsa dan negara.

Ikuti pula, cuplikan beritanya dibawah ini.

--- quote ---

(artikel) Jalur Sumbar-Riau Dihidupkan Kembali

PADANG: Jalur KA lintas Sumatera menghubungkan Sumbar-Riau diharapkan bisa dilintasi kembali. Langkah ini menyusul rencana pemerintah pusat menghidupkan kembali jalur yang telah mati puluhan tahun.



VP PT KAI Divre II Sumbar, Zulkarnain, mengatakan rencana itu tercetus pada pertemuan Dirjen Perkeretaapain Kemenhub, Dishubkom & Informatika Sumbar, PT KAI & instansi terkait beberapa waktu lalu di Padang.

Menurut Zulkarnain, jalur yang nanti direaktivasi dari Sumbar ke Riau yaitu jalur Padang-Padang Panjang-Muara Kalaban Sawahlunto-Pekanbaru, serta Padang-Padang Pariaman-Sicincin-Lembah Anai-Bukittinggi-Payakumbuh-Limbanang, dan seterusnya hingga di Bangkinang, Riau.

"Pemerintah pusat siap, termasuk anggaran. Jadi tinggal komitmen pemda untuk serius memberikan dukungan terutama pembebasan lahan," ujar Zulkarnain.

Terpisah, Sekjen Masyarakat Peduli KA Sumbar, Yulnofrins Napilus meminta pemrov berani & proaktif menunjukkan bahwa Sumbar serius dukung moda KA.

"Inisiatif mengaktifkan jalur KA Sumbar-Riau positif bagi Sumbar. Jadi kalau tak diperjuangkan dengan serius, Sumbar bisa ketinggalan jauh," ujarnya.

Sumber : Kompas, 04.12.14 / Kredit Foto : Kaskus.

--- unquote ---

[English Free Translation]

The railway line which linking the West Sumatera - Riau expected to be crossed back. The move follows the central government's plan to revive the path that is not used for decades. The new Transport Minister - former CEO PT KAI - Ignasius Jonan strongly supports such a move. Yes We Can !