Rabu, 29 Oktober 2014

[KG-297/2014] Upacara Pergantian Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero)



JaKaRTa: Akhirnya, kabar yang ditunggu-tunggu datang juga. Pergantian pucuk pimpinan di perusahaan pelat merah dibawah pimpinan Ignasius Jonan, secara resmi mulai hari Rabu 29/10 diteruskan ke Edi Sukmoro.

Bertempat di ruang Rakor Menteri BUMN, Gedung Kementerian BUMN lantai 19, telah dilaksanakan Penyerahan Keputusan Menteri BUMN tentang pemberhentian Ignasius Jonan dan pengangkatan Edi Sukmoro sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Rujukannya : Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-253/MBU/10/2014 Tanggal 28 Oktober 2014.



Dalam foto diatas, foto dari kiri-kanan : Ignasius Jonan (Menteri Perhubungan), Rini M. Soemarno (Menteri BUMN) dan Edi Sukmoro (Direktur Utama PT KAI). Kata-kata pisah sambut dan informasi seputar pergantian pimpinan di PT KAI dapat disimak dibawah ini.

--- quote ---

Berikut kata-kata perpisahan dari Ignasius Jonan yang disebarkan ke akar rumput di lingkungan PT KAI,

Rekan-rekan sekalian,
Pergantian Direktur Utama KAI telah dilaksanakan pada hari ini, Panglima KAI sudah berganti, saya telah menyerahkan tongkat estafet kepada Sdr. Edi Sukmoro dengan baik.
Saya mohon agar kalian tetap melanjutkan pengembangan KAI seperti yang telah dicanangkan di dalam kepemimpinan Sdr Edi Sukmoro.

Ybs punya dedikasi yang luar biasa dan semangat untuk turut memperbaiki KAI tanpa kepentingan pribadi apapun juga.

Dalam kesempatan ini saya memohon maaf yang sebesar besarnya atas segala kekurangan dan kekhilafan saya, namun saya akan tetap menaruh KAI di lubuk hati saya sepanjang hidup saya.

Saya akan akan tetap mendukung KAI dimanapun berada dan berharap bahwa KAI akan tetap menjadi contoh yang baik bagi semua BUMN. Sekali lagi... terima kasih atas kerjasama selama 5 tahun dan 8 bulan ini.

Penugasan saya sebagai Menteri Perhubungan adalah suatu pencapaian prestasi yang luar biasa bagi KAI, yaitu mengirimkan "duta" sebagai menteri pada Kabinet Kerja JKW-JK.

Selamat berjuang... pantang surut ...

Sementara itu kata sambutan dari Edi Sukmoro, Dirut baru PT Kereta Api Indonesia (Persero), menggantikan "mandor" lama, Ignasius Jonan, sbb:

Kepada seluruh Keluarga besar PT KAI dimanapun anda berada ,saya secara tulus mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian nya,dan mhn dukungan selanjutnya unt meneruskan perjuangan dalam rangka memajukan perusahaan yg kita cintai ini. Percayalah bahwa dg bekerja keras maka PT KAI akan segera menuju ke kelas dunia,semangat dan "kerja-kerja-kerja", salam.

Nah, yang dibawah ini liputan dari DETIK.COM edisi 29/10, untuk referensi Pembaca sekalian.

a) Edi Sukmoro, Dirut KAI Baru Pengganti Jonan.
Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro mengatakan, Kementerian BUMN telah menunjuk Edi Sukmoro sebagai dirut baru KAI.

"KAI paling cepat dilakukan karena transportasi publik dan keselamatan. Secepatnya makin bagus," jelas Menteri BUMN Rini Sumarno kemarin. Sertijab pergantian Dirut KAI dilakukan di Kementerian BUMN pagi tadi.

b) Alasan Rini Soemarno Pilih Edi Sukmoro Jadi Dirut KAI Pengganti Jonan.
"Untuk memilih Dirut KAI yang baru, saya berkonsultasi dengan Pak Jonan. Ada 2 nama, masing-masing dari direksi dan komisaris," kata Menteri BUMN Rini Sumarno. Setelah berdiskusi dengan Jonan, lanjut Rini, akhirnya nama Edi yang terpilih. Rini menilai Edi cocok dengan ritme kerjanya.

"Yang cocok sama saya ya Pak Edi. Kemudian, Pak Edi juga paham seluk beluk perkeretaapian," tutur Rini. Nama Edi sebagai Dirut KAI, tambah Rini, juga sudah disetorkan ke Jokowi.

"Saya sudah laporkan ke Pak Presiden dan beliau setuju," ujarnya.

c) Jadi Bos Baru KAI, Ini Langkah Edi Sukmoro.
Dirut PT KAI yang baru dilantik, Edi Sukmoro, telah mempersiapkan program kerja atau langkah yang diambil untuk memimpin KAI ke depan. Ia akan melanjutkan pencapaian yang telah dilakukan oleh pendahulunya yakni Ignasius Jonan selama 6 tahun memimpin KAI.

"Pertama adalah memberikan layanan ke masyarakat. Maka pasukan KAI akan difokuskan ke pelayanan. Pelayanan utama adalah keamanan. Itu nggak ada toleransi," kata Edi.

Langkah kedua adalah mempertahankan kinerja keuangan yang selama ini sudah membaik. Selama dipegang Jonan, keuangan KAI menunjukkan tren positif dan meningkat sejak tahun 2009. Tahun lalu saja perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp 560 miliar.

Selain fokus di keuangan dan layanan, ia akan mendorong perkembangan moda kereta dalam kota atau perkotaan.

d) Ini PR dari Jonan untuk Bos Baru KAI.
"Saya mendorong sebagai regulator supaya perkeretaapian menjadi tulang punggung transportasi darat. Ini sesuai arahan Pak Presiden agar perkeretaapian berkembang," kata Jonan.

Jonan menilai tugas Edi ke depan tidaklah ringan. Menurutnya, prioritas KAI ke depan adalah meningkatkan kapasitas angkut penumpang menjadi 2 kali lipat dalam 5 tahun ke depan.

"Utamanya adalah meningkatkan kapasitas. KAI punya program pada 2020 paling lambat kapasitas angkutnya KA setahun 600 juta orang," papar Jonan. Tugas berikutnya, lanjut Jonan, adalah meningkatkan kapasitas angkutan barang.

"Tahun ini kira-kira 20 juta ton, ditergetkan dalam 5 tahun naik jadi 60 juta ton," katanya. Menurut Jonan, Edi adalah sosok yang pas untuk memimpin KAI. Dia menilai Edi punya prestasi yang meyakinkan.

"Prestasinya banyak sekali. Tapi kalau di korporasi itu prestasinya kan prestasi kolektif, jadi beliau dipandang bisa meneruskan ini supaya lebih maju," tuturnya.

e) Jadi Menhub, Jonan Ingin Secepatnya Bereskan Kereta Bandara
Salah satu proyek yang akan dipelajari oleh Menhub Ignasius Jonan adalah kereta bandara.

"Sebagian kan memang tugas saya di Perhubungan. Nanti kami selesaikan secepatnya," kata Jonan. Saat ini, lanjut Jonan, masalah di proyek kereta bandara adalah pembebasan lahan. "Saya kira itu pembebasan tanah lorong 21 dan 22," ujarnya. Jonan ingin membahas masalah ini secepatnya.

"Kalau mau quick win, nanti setelah 2 minggu," katanya. Sebelumnya, Jonan kala masih menjadi Dirut KAI punya solusi untuk membebaskan lahan proyek kereta bandara. Caranya adalah memberikan posisi pegawai tetap untuk kepala atau anggota keluarga yang tanahnya terkena proyek pembangunan. Jika lolos seleksi, maka akan diterima sebagai pegawai.

Skema penawaran ini merupakan cara baru yang ditempuh KAI. Karena selama ini KAI menghadapi kendala pembebasan lahan yang cukup berliku, khususnya untuk jalur Batu Ceper-Bandara Soetta sepanjang 12 km. Setidaknya ada ribuan kepala keluarga yang tanahnya terkena proyek KRL bandara.

f) Bos Baru KAI Angkat Bicara Soal Membludaknya Penumpang KRL Jabodetabek
Dirut baru PT KAI Edi Sukmoro angkat suara terkait membludaknya jumlah penumpang KRL Commuter Jabodetabek. Ia mengaku KAI secara berkala menambah armada baru untuk meningkatkan daya angkut KRL.

Meski ada penambahan kapasitas, Edi tidak menampik armada KRL akan terus penuh sesak saat jam-jam sibuk seperti berangkat dan pulang kerja. Alasannya ialah perbaikan layanan moda transportasi massal seperti KRL membuat masyarakat lebih memilih untuk memakai transportasi umum daripada kendaraan pribadi.

Meskipun pengguna layanan kereta terus meningkat, KAI tidak akan mengabaikan aspek keselamatan.

--- unquote ---

Good luck  !

[English Free Translation]
Located in the coordination meeting room Minister of State-Owned Enterprise (SOE) or BUMN, Ministry of BUMN Building 19th floor, has been implemented Handover Decision of SOE Minister on dismissal Ignasius Jonan and appointment Edi Sukmoro as Director of PT Kereta Api Indonesia (Persero). Reference: the Decree of the Minister of State-Owned Enterprises Number. SK-253 / MBU / 10/2014 Date October 28, 2014.

Selasa, 28 Oktober 2014

[KU-296/2014] Mari Nikmati Sensasi Naik Kereta Uap di Museum Ambarawa


AMBARAWA: Mulai 1 Oktober 2014 kemarin, ada pemandangan berbeda di Ambarawa Jawa Tengah. Bila selama ini orang mengenal Museum Palagan sebagai destinasi wisata sejarahnya, tapi mulai tanggal tersebut Pemkab Semarang & PT KAI memperkenalkan tempat wisata tidak kalah menariknya.

Kepala Stasiun Ambarawa, Tri Prastiyo (foto kiri), mengatakan, sejauh ini animo warga tampak positif dalam merespon pembukaan Museum Kereta tersebut. Paling tidak, sejak 1-17 Oktober, ada 1.548 turis dewasa & 671 turis anak-anak yang datang. Lonjakan pengunjungnya sangat terasa pada weekend.

"Dan kami sangat bersyukur, sementara ini bisa meraup pendapatan Rp 25 juta dari hasil jualan tiket masuk museum," terangnya. Tri mengungkapkan, mula-mula dia mencoba mengaktifkan kembali 1 kereta uap kuno yang lama teronggok di sana. Pengelola museum menamai lokomotif uap kuno itu yakni SUN.

Lokomotif SUN kini dioperasikan berkala untuk membawa para turis menikmati sensasi berwisata naik kereta uap sambil melihat pemandangan pegunungan yang mengelilingi Ambarawa. SUN alias si Matahari ini, mampu membawa empat gerbong berisi 120 penumpang.


"Apabila Sawahlunto punya lokomotif tua bernama Mak Item. Maka kami tidak kalah punya Lokomotif SUN sebagai suguhan kereta wisata bagi para wisatawan bila berkunjung ke sini," katanya semangat.

Selain mengoperasikan lokomotif SUN, PT KAI juga berencana menjalankan kembali 28 lokomotif uap kuno di tempat tersebut.

"Di sini ada 23 lokomotif kuno buatan Eropa. Bila ditambah 5 unit lagi & bisa dijalankan maka kami bisa menjadi museum kereta uap terbesar di Asia," urainya. Bila memungkinkan, lokomotif bernomor seri B2220 juga akan dijalankan dengan pertimbangan bentuknya mini & biayanya murah.

Biaya pengoperasian ketel uap kereta kuno mini minimal Rp 500 juta. Selain menyajikan wisata kereta ketel uap, Tri bilang, secara bertahap PT KAI akan membangun fasilitas sarana & prasarana di atas lahan museum seluas puluhan hektare tersebut.

"Sementara ini, kita sudah punya 2 track rel yang aktif & bagian-bagian lainnya akan diperbaiki bertahap," kata Tri. Ia berkata, agar para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri berlomba mengunjungi tempat ini, maka dia mulai mengebut renovasi beberapa sudut bangunan tanpa menghilangkan keasliannya.

Saat ini, pekerja masih mengecat ulang tembok kantor utama museum. Kantor utama museum memiliki tata letak ruangan cukup unik. Sebab bila dicermati tata letak ruangan kantor utama museum mengandung filosofi seperti organ tubuh manusia.

Renovasi akan diawali bagian depan ada ruang penjualan tiket, lalu di belakangnya ada ruang pengarsipan barang, kemudian disusul ruang KS & berturut-turut ruangan awak KA, sebuah ruangan kafe, ruang pengendali wesel & alarm serta terakhir ruang toilet.

"1 ruangan dengan ruangan lain dipisahkan berdasarkan corak ornamen di tiap lantai." Berdasarkan pendataan sementara, ada 200 lebih barang kuno tersimpan di museum. Pendataan termasuk menakar usia lokomotif bernomor seri C1190 di mana konon tertua dibanding kereta lainnya. Adapun sisa jalur perlintasan kereta kini masih ada sepanjang puluhan km.

"Target kita harus kelar pada 2015 mendatang," urainya. Setelah semua renovasinya beres, pihaknya akan beralih membangun ruang pamer di bekas lahan gudang sisi kiri kantor museum. Selanjutnya, akan ditambah sebuah kafe, workshop serta open space.

Sumber : Merdeka, 19.10.14 / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Effective from October 1, 2014, there are different views in Ambarawa Central Java. If all this is the knowledge Palagan Museum as a tourist destination of its history, but from now on the Semarang regency and PT KAI introduce  Ambarawa’s Train Museum. Congrats !

Senin, 27 Oktober 2014

[KA-295/2014] Ignasius Jonan Jadi Menteri Perhubungan


JaKaRTa: Sudah cukup santer kita disuguhi info itu, yang lebih pasti setelah pengumuman semalam, posisi Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan, didaulat menjadi Menteri Perhubungan di Kabinet Kerja dalam masa pemerintahan Jokowi-JK (2014-2019).

Lantas benarkah apa yang dikritisi oleh Jonan dibawah ini ? Sah-sah saja, wong "pak Mandor" (begitu julukan beliau di PT KAI) mengkritisi dari sudut pandang seorang leader, bahkan sebelumnya sempat digadang-gadang menjadi Menteri BUMN di era Jokowi-JK.

Dalam milis internal yang merujuk artikel di TPP / The President Post, beliau malah mengkhawatirkan kembalinya kekuasaan "Orde Lama" di institusi pelat merah yang tengah naik daun ini.

Selanjutnya, simak pandangan pak Mandor berikut ini, tak hanya 'tuk menilai BUMN tetapi juga dibandingkan kondisi nyata di PT KAI. Yang dibawah ini tulisan pak Ignasius Jonan ‘loh.

Saya melampirkan transkrip wawancara saya dengan The President Post pada hari Rabu lalu. Setelah saya bertugas sebagai Direktur Utama di 2 BUMN, sejak Februari 2001, maka saya melihat bahwa BUMN yang merugi itu pada umumnya diakibatkan oleh 3 hal, yaitu:

a. Pendapatan yang bocor.
b. Efisiensi yang rendah.
c. Kultur yang tidak customer oriented.

Sebenarnya, 2 (dua) dari 3 (tiga) unsur diatas juga berlaku pada lembaga negara manapun, sehinggga terkadang masyarakat melihat sebuah lembaga tidak bermanfaat maksimal dlsb.

Bagaimanakah dengan KAI:
a. Efisiensi perawatan teknik serta biaya operasi dan pelayanan harus mulai diperbaiki, semua harus dihitung mulai dari penggantian bantalan, pencucian balas yang teratur sehingga tidak perlu beli balas setiap saat.

Praktek "mark up" biaya umum atau pembayaran premi sering mewarnai pemeriksaan internal dan saya wajibkan tim pemeriksa internal melakukan pemeriksaan berkala dan unit kerja personalia harus menghukum seberat beratnya bagi yang terbukti melakukan mark up dan/atau tidak efisien.

b. Laporan Daop 1 bahwa ada 18 kios di Gambir yang tidak membayar sewa tapi dibiarkan serta total ada 47 Kios yg tidak membayar di Daop 1 membuat saya terkejut sekali bahwa unit komersialisasi aset cuma administratur saja yang bekerja dengan kualitas inisiatif yang rendah.

Kebocoran ini diyakini berpotensi terjadi dimana mana dan saya sudah info para kepala daerah. Inilah yang wajib dibenahi oleh Direktorat Aset dan para Kepala Daerah. Sungguh memalukan bila kejadian ini terus berlangsung  walaupun hampir 50% kepemimpinan di Direktorat Aset berasal dari profesional yang direkrut oleh KAI.

c. Customer Oriented.
Saya mendapat info bahwa sebagian dari kalian sangat amat merasa bahagia apabila saya dimutasi keluar dari KAI. Tentu saya bisa memahami kebahagiaan kalian karena tekanan akan prestasi dan penertiban KKN akan mengendor. Apakah itu yang kita inginkan bersama?

Akan amat disayangkan apabila keinginan tersebut menjadi aspirasi mayoritas pegawai KAI yaitu kembali ke kultur lama. Saya mengingatkan bahwa kultur lama akan menjadi preseden buruk masa depan KAI pada Pemerintahan yang baru akan dibentuk, mengingat seleksi anggota cabinet pun menggunakan KPK dan PPATK dan bahkan tidak mustahil bahwa dikemudian hari seleksi Direksi BUMN maupun anak perusahaan BUMN menggunakan pola yang sama.

Direksi KAI yang diangkat oleh Men BUMN pun memberikan contoh sejak 3 tahun terakhir bahwa anggota direksi yang memandang dirinya sendiri tidak lagi dapat mengikuti tuntutan perubahan di KAI yang begitu dinamis, mengundurkan diri dengan hati yang legawa dan patut diapresiasi setinggi tingginya.

KAI harus tetap berkembang dan makin bersih, itulah modal utama KAI.
selamat bekerja.

--- quote ---

(artikel) Ignasius Jonan: BUMN Rugi Karena Tiga Hal Ini

JAKARTA: Ignasius Jonan enggan menjawab pertanyaan seputar program 100 hari sebagai menteri baru. Ditanya seputar Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jonan pun mengelak karena dirinya bukan seorang menteri.

“Ini pertanyaan sensitif karena saya bukan menteri,” ujar Jonan, Rabu (22/10/2014) saat wawancara dengan wartawan The President Post Joko Harismoyo di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat.

Ketika wawancara akan dimulai, dia menerima telepon dari seseorang. “Berarti ibu mendoakan gaji saya turun dengan tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Jonan. Sepertinya si penelepon memberi ucapan selamat atas masuknya nama Jonan dalam daftar kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Jonan yang baru saja dinobatkan sebagai Chief Executive Officer (CEO) terbaik Indonesia 2014 oleh majalah bisnis SWA memang layak menjadi menteri BUMN. Pria kelahiran Singapura, 21 Juni 1963 ini berhasil menyulap PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan menguntungkan.

Beberapa terobosan yang dilakukan Jonan di KAI adalah penerapan e-ticketing serta sterilisasi stasiun dari pedagang, pengamen, pengemis serta meratakan 7.000 kios di berbagai stasiun. Awalnya orang meragukan usulan itu, namun Jonan bisa membuktikan bahwa usulan itu bukan sekedar impian. Kini, Commuter Line menjadi moda transportasi yang layak dan nyaman. Stasiun pun bersih dan rapi.

Apakah keberhasilan di KAI bisa diterapkan di BUMN lain yang sedang merugi? “Bisa,” jawab Jonan tegas. Menurut alumni Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga Surabaya itu, BUMN rugi karena tata kelola yang tidak tertib. “Ada tiga hal yang menyebabkan BUMN rugi yaitu kurang efesien, pendapatan bocor dan kultur perusahaan rendah,” tegasnya.

Selama ini, kultur perusahaan BUMN belum merata. Ada BUMN yang meraup untung sementara ada BUMN yang terus merugi. Kultur perusahaan di BUMN yang rugi memang rendah sehingga perlu ditingkatkan.

“Harus lebih komersial. Ingat, komersial bukan berarti mengabaikan kepentingan rakyat. Masyarakat harus mendapat layanan yang baik dengan harga yang kompetitif,” jelasnya.

Menurut Jonan, direktur di BUMN yang merugi diberi waktu tiga tahun untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Jika tetap juga merugi. “Harus diganti,” katanya singkat.

Dia menambahkan, Dahlan Iskan berhasil mengubah kultur perusahaan di sejumlah BUMN sehingga mereka bekerja secara profesional. Selain itu, sikap independensi Dahlan patut dipuji. Dalam memilih direktur BUMN, dia tak bisa diintervensi oleh siapa pun. “Hebat. Tak bisa diintervensi,” kata Jonan sambil mengacungkan jempolnya.

Keberhasilan Dahlan dalam membangun budaya perusahaan di BUMN harus pula dibarengi dengan efesiensi biaya operasi serta customer oriented. Dalam pengamatan Jonan, customer oriented pada BUMN tidak merata.

“Ada yang bagus tapi masih ada yang buruk,” lanjutnya. BUMN yang customer orientednya masih rendah harus ditingkatkan agar dapat memberikan layanan terbaik untuk pelanggannya.

Soal usulan agar dibentuk holding company untuk BUMN yang bergerak dalam bidang yang sama, Jonan akan melihat dari aspek bisnisnya.

“Tergantung bisnisnya. Kalau perlu dibuat holding company ya kita buat. Kalau belum perlu, ya gak usah,” jelas Jonan. (jok)

Sumber : The President Post, 24.10.14.

--- unquote ---

Masih seputar kultur perusahaan. Banggakah apabila kita kembali ke jaman jahiliah dan gelar demi gelar, yang biasanya dipanen setiap tahun, akankah masih bisa dipertahankan ? Inilah tugas sang penerus. Tak lupa, mengucapkan SELAMAT kepada pak Jonan atas dedikasinya selama beliau berkiprah di PT KAI.

Sumber : CorComm PT KAI.

[English Free Translation]
Just read the interviews Managing Director of PT Kereta Api Indonesia (Persero), Ignasius Jonan (before elected as Minister of Transportation) with The President Post reporter, Joko Harismoyo Cikini Station, Central Jakarta.


Minggu, 26 Oktober 2014

[KG-294/2014] Hip Hip Hura KALOGers Tetap Semangat !



JaKaRTa: Dalam bekerja, selalu aja kisah suka dan duka. Tapi apa ya perlu dibuka-buka kalo lagi berduka alias bersedih ? Anggap aja itu pelipur lara. Tak selamanya orang hidup, senaaaaaanang terus. Begitu juga di ranah pekerjaan. Ada enak, adakalanya be-te he he he.

Seminggu ini, ada beberapa catatan aktifitas bagi KALOGers, gak berat tapi penting buat diketahui. Tak kenal maka tak sayang, tak tahu itu tanda ku-per alias kurang pergaulan hi hi hi. Jangan tersungging, nanti bisa tepok jidat 2x seperti orang stress yang menanti masa depan.

Alkisah, minggu ini tercatat 2 (dua) KALOGers yang ngerayain hari jadi. Pertama, Aulia Amini dan Widi. Nah, yang mau nagih kado plus hajatannya, silahkan ditagih. Belon basi dan belon ngelewatin masa laku (expire date) koq.

Selain urusan ulang tahun, ada juga yang menyongsong hari berbahagia, saat Yoga (PWT) menyunting Diah untuk berjanji sehidup semati, membina rumah tangga yang diidam-idamkan selama ini. Selamat menempuh hidup baru ya wahai penganten baru.

Lantas, di hari berikutnya, PT Kereta Api Logistik (KALOG), diminta mengisi salah satu acara live streaming radio Marketeers. Gak jauh-jauh yang dibahas, seputar bisnis anak perusahaan yang fokus di sektor logistik.

Acara ini merupakan live interview KALOG di radio Marketeers pada program Marketeers Industry Insight dengan nara sumber Dony Danaraksa, Marketing Manager KALOG didampingi VP Corporate Service, Karya Bakti Kaban. Saat itu acaranya disiarkan pada pukul 15.00 WIB.

Untuk mendengarkan acara ini dapat melakukan live streaming dengan mengakses http://marketeers.fm


Marketeers merupakan salah satu business unit dari Markplus,Inc. yang dibentuk pada tahun 1992 oleh si empunya Hermawan Kartadjaja, yang merupakan platform media dan community.

Lantas, yang terakhir perlu buat disimak karena gak semua orang tahu dan mau tahu (demen tempe sih xi xi xi), yakni kiprah tim IT yang menyelenggarakan pendalaman materi, saat membangun ERP-system di jaringan besar milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) nantinya. Menyamakan persepsi, menciptakan biz process angkutan kontainer bersama-sama. Apapun sistem software yang dibangun, nantinya harus bisa matching dengan induk.

Acara ini berlangsung selama 2 (dua) hari di Hotel Mega Mendung Permai, Puncak dan alhamdulillah mencapai puncaknya pembahasan di Jum'at sore sehingga saat menikmati akhir pekan, sudah lega semuanya. Persoalan yang dibawa konon gak mubazir dan berdaya guna tuh. Aamiin.

Setiap aktifitas, besar ato kecil, lingkupnya pribadi ato perusahaan, harus bisa berkolaborasi satu sama lain. Hubungan bisnis tak melulu mengatur pekerjaan, tapi persahabatan ato sosialita juga memberi warna terhadap karakter perusahaan, melebur dalam budaya perusahaan.



Nah, dalam waktu dekat ini pula, tim Corporate Service akan meluncurkan hasil sosialisasi pembentukan budaya perusahaan di PT KALOG. Berharaplah, mendapat hasil yang terbaik karena sudah dikomunikasikan sekian lama. Setiap perusahaan layak memiliki budaya perusahaan dan didalamnya terpateri nilai-nilai yang berlaku. Diakui ato tidak, semangat menggali nilai-nilai tersebut harus membumi.

Selamat bagi KALOGers semua. Selamat menikmati akhir pekannya ya. Ciao.

Sumber : KALOG / Foto : …

[English Free Translation]
During the week, there are plenty of activities going on in PT Kereta api Logistik (KALOG), ranging from birthday events, wedding day, radio interviews as the introduction of the product to the customer up to training at the Puncak, Bogor. Bravo!