Minggu, 23 November 2014

[KG-321/2014] Menggali Sejarah Kerajaan Majapahit


SuRoBoYo: Entah ada bisikan ato minat apa, tiba-tiba koq kepingin belajar lagi tentang sejarah kerajaan-kerajaan (besar) yang pernah membahana namanya dimasa lalu. Sebut saja, mulai dari kerajaan Sriwijaya, Singhasari hingga Majapahit dan seterusnya. Menarik untuk dibaca dan dilacak keberadaannya.

RAM hanya peminat loh, bukan arkeolog sulapan apalagi pemerhati serius. Dasarnya, karena ada dorongan hati dan sempat sebelumnya bertemu kang Tri (Kepala Stasiun Ambarawa), nah dari beliaulah saya pribadi mendapat pencerahan, sekaligus pengetahuan yang selama ini didapat tapi masih sepotong-sepotong.

Kalo pun boleh dibilang, mirip puzzle dimana pengetahuan yang kita dapat masih berserakan. Kedepannya, kita ingin merangkai teka-teki tersebut menjadi suatu bagian yang rada terpadu (merangkai cerita) dan semoga bisa diberikan kesempatan penuh sehingga keinginan tersebut bisa terkabul.

Aamiin YRA. Kita kumpulkan dulu cerita masa lalu dan serpihan-serpihan lainnya, suatu hari akan kita rujuk dan semoga benar-benar bermanfaat temuan para peneliti maupun arkeolog yang sudah membaktikan diri dibidangnya. Saluuuut. Sungguh sebuah pekerjaan yang patut diacungi jempol karena membutuhkan ketekunan serta keuletan.

Let's start. Yuuuuk kita mulai dengan kumpulan berita Majapahit dulu ya. Target : harus disempatkan mampir ke Trowulan yang sempat disebut-sebut sebagai ibukota Kerajaan Majapahit. Untuk diketahui juga, Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan beraliran Hindu-Buddha terluas wilayahnya di Tanah Air.

Dari catatan pinjaman WIKIPEDIA, urutan kerajaan berlatar belakang Hindu-Buddha yang pernah berjaya, yakni : Kutai (abad ke-4), Tarumanagara (358–669), Kalingga (abad ke-6 sampai ke-7), Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-13), Syailendra (abad ke-8 sampai ke-9), Kerajaan Medang (752–1006), Kahuripan (1006–1045), Kerajaan Sunda (932–1579), Kediri (1045–1221), Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14), Singhasari (1222–1292), Majapahit (1293–1500) dan Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15).

Majapahit bagi kawula muda, nyaris identik dengan tokoh heroik Patih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk (diabadikan sebagai nama jalan protokol di beberapa kota besar) yang setelah mereka wafat, terjadi perebutan kekuasaan dan daerah taklukannya satu persatu memisahkan diri.

Singkat cerita, Trowulan di masanya merupakan pusat pemerintahan dan ibukota kerajaan Majapahit. Terus, dimasa sekarang wujudnya kayak apa ya ? Penasaran dan kepingin tahu aja. Yaa Allah semoga diberikan kemudahan untuk bisa melakukan eksplorasi ilmiah versi diri sendiri.

Explore, explore, explore. Go Get 'Em.

--- quote ---

(artikel 1)  Ada Apa Dengan Trowulan ?

TROWULAN: Para sarjana, khususnya mereka yang berupaya mengungkap masa lalu kawasan tersebut, menyesalkan minimnya kesadaran masyarakat untuk merawat dan melestarikan peninggalan Majapahit.

Orang sudah tidak asing lagi dengan nama Majapahit, sebuah kerajaan besar yang pernah ada di Nusantara pada abad XIII-XVI. Dari kebedaran yang dituliskan para pujangga, sastrawan sampai para sarjana tentang Majapahit, saat ini disekitar kita banyak dijumpai istilah yang berbau ke-Majapahit-an.

Mulai penggunaan simbol-simbol negara seperti Bhinneka Tunggal Ika, Bhayangkara, bahkan penamaan hotel ternama di Surabaya. Tidak heran jika kemudian kita membayangkan Majapahit dengan segala kebesarannya pasti memiliki peradaban yang mengagumkan pada masanya, termasuk ibukota tempat raja bertakhta dan pusat pemerintahan.

Sampai sejauh ini, dari hasil penelitian dan dokumentasi para sejarawan, arkeolog, insinyur serta sarjana lainnya, dapat disimpulkan bahwa satu-satunya lokasi yang diduga kuat sebagai kota raja Majapahit adalah kawasan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Dari dokumentasi oleh Wardenaar pada 1815, terekam dari beberapa toponim yang meneguhkan hal tersebut. Kita masih bisa mendapati istilah semacam kedaton, siti inggil, dan lainnya yang merujuk pada bagian-bagian dari sebuah istana. Dokumentasi Wardenaar itu tercatat merupakan dokumen moderen pertama yang berupa peta kawasan Trowulan dan sekitarnya. Wadenaar diutus atasannya, Thomas Stamford Raffles, letnan gubernur Jenderal Inggeris yang berkuasa atas Jawa saat itu.

Pada masa tersebut, Wardenaar hanya melihat reruntuhan bangunan yang masif dan merata di hampir semua kawasan Trowulan. Kota raja yang dulu berjaya dan bahkan dikagumi beberapa pengunjung bangsa Asia dan Eropa itu telah menjadi hutan jati. Hanya ada belasan rumah di sekitar kompleks Kedaton yang penduduknya merupakan juru kunci tempat tersebut kini kondisinya bahkan lebih buruk.

Jika dia masih bisa menyaksikan puing-puing bangunan yang mayoritas terbuat dari batu bata merah diantara hutan jati, kini yang bisa kita saksikan hanya beberapa monumen yang terpelihara dan terawat dengan baik. Tidak salah jika terdapat seseorang atau kelompok yang menyangkal bahkan menyangsikan kebesaran Kerajaan Majapahit.

Festival Trowulan
Ternyata pertanyaan tersebut muncul tidak hanya dibenak saya, melainkan juga mereka yang kemudian terlibat dalam kegiatan yang bertajuk Festival Trowulan Majapahit 2014, mulai tgl 4-22 November ini.

Pada mulanya, saya pribadi datang dan berkunjung ke Trowulan hanya karena diajak keluarga yang kebetulan sering melintasi jalan raya Surabaya - Jombang, lokasi kawasan Trowulan. Yang saya baca di buku pelajaran mulai SD hingga SMA tentang kebesaran Kerajaan Majapahit saya pikir hanya bualan belaka.

Hal yang wajar bagi anak kecil yang membayangkan sebuah kerajaan dengan istananya setidaknya seperti Jogjakarta atau Surakarta dengan keratonnya.

....(Bersambung) ...

Penulis : Adrian Perkasa (sejarawan, penulis buku "Orang Tionghoa dan Islam di Majapahit", kurator Festival Trowulan Majapahit 2014.




MINGGU, 21 MEI 2006 | 21:49 WIB

(artikel 2)  Misteri Ibukota Majapahit Terpecahkan

Mojokerto: Perkumpulan Peduli Majapahit berhasil membuat peta ibukota Kerajaan Majapahit. Ibukota kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara ini berada di Kabupaten Mojokerto dan Jombang Jawa Timur.

Anam Anis, Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotra Wilwatikta mengatakan, keberhasilan menyusun peta ibukota Majapahit ini akan menjawab pertanyaan generasi yang jauh dari kerajaan Majapahit tentang kepastian lokasinya.

“Selama ini orang hanya mengenal lewat buku sejarah bahwa bekas ibukota Kerajaan Majapahit berada di Trowulan, itu saja,” katanya, Ahad (21/5).

Berdasarkan peta yang dibuat Perkumpulan Peduli Majapahit, ibukota kerajaan Majapahit meliputi Kecamatan Sooko, Trowulan dan Jatirejo di Kabupaten Mojokerto dan kecamatan Mojoagung, Mojowarno serta Sumobito di Kabupaten Jombang. Kawasan ini berada pada luas 10 x 10 kilometer persegi.

“Namun, ada versi lain yang menyebut 9 x 11 kilometer persegi. Kami akan pastikan soal luas ibukota ini untuk memudahkan pengembangan,” kata Anam.

Perkumpulan Peduli Majapahit juga berhasil membuat ilustrasi pusat kota ibukota Majapahit. Pusat kota ini berada di dalam kawasan ibukota dan lokasinya kini berada di Trowulan. Situs-situs yang memperkuat ilustrasi pusat kota ini antara lain Candi Muteran, Candi Gentong, Candi Tengah, tempat kediaman Gajah Mada, kediaman kerabat kaum raja dan tempat pemandian para putri kerajaan.

Anam mengatakan, pembuatan peta ibukota ini didasarkan pada sketsa rekonstruksi Kota Majapahit oleh Henry MacLaine Pont (1924), seorang insinyur Belanda yang sangat berminat pada situs Trowulan dan kemudian mendirikan Museum Purbakala Trowulan.

Peta ibukota Kerajaan Majapahit ini juga melibatkan ahli arkeologi dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Nurhadi Rangkuti. Situs bekas ibukota Kerajaan Majapahit ini akan dikembangkan menjadi kawasan Cagar Budaya Nasional, Pusat Wisata Budaya, Pusat Studi Sejarah, Kepurbakalaan dan Kebudayaan.

Majapahit adalah kerajaan besar Nusantara yang berdiri abad XIII hingga XIV. Ini adalah kelanjutan kerajaan Singosari yang berpusat di Malang. Raden Wijaya mendirikan Majapahit tahun 1293 dan memerintah hingga 1328.

Majapahit mengalami kejayaan pada masa Raja Hayam Wuruk Di era inilah sebagian orang meyakini Majapahit memiliki Perdana Menteri Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa.

Sumber : TEMPO Interaktif, 21.05.14.

--- unquote ---

Nah, segitu dulu cuplikan minat dan beberapa artikel terkait ibukota kerajaan Majapahit. Semoga bisa diperkaya lagi menjadi warisan budaya yang memiliki nilai historis bagi generasi muda bangsa ini. Edisi Sabtu – Minggu, bila ada info, boleh buat sharing tentang pengetahuan sejarah koq.

Merdeka !

Sumber : Dari Sana-sini.

[English Free Translation]
Holiday edition, the blog is filled with the history of great empires that ever existed in the past. Heroic stories they displayed, in order to encourage and inspire young people with the glory of the nation in the region. So powerful. This edition contains about the greatness of the kingdom of Majapahit and legacy. Enjoy it.

Sabtu, 22 November 2014

[KG-320/2014] Perkembangan Kasus “Centre Point” Mulai Ditelisik Kejagung


BaNDuNG: Bila diseriusi dan ditangani secara konsisten, bukannya tidak mungkin ketahuan borok asli di masa lalu, siapa saja aktor yang berlaga di belakang ACK ini. Sebagian orang sudah tahu tapi daripada menduga-duga dan salah, mending kita ikutin proses investigasi ya.

Oh iya, selain rujukan di kolom catatan dibawah, simak juga perkembangan informasi berikut ini. Selamat membaca dan semoga mendapat pencerahan karenanya.

--- quote ---

SUMUT POS

(artikel) Pengembangan Kasus Centre Point. Kejagung Periksa 2 Pejabat Pemko.

MEDAN: Kejagung terus bergerak mengumpulkan data dan keterangan terkait dugaan korupsi pengalihan hak atas tanah PT KAI di Jl. Jawa, Medan Timur yang kini dikuasai PT ACK. Setelah dilakukan pemerikasaan marathon mantan Walikota Rahudman Harahap di Rutan Kelas IA Tanjung Kusta Medan, Rabu (19/11), siang kemarin (20/11) giliran 2 pejabat di Pemko Medan yang dimintai keterangan.

Kedua pejabat itu adalah Asisten Umum Sekda Kota Medan, Ikhwan Habibi Daulay serta Kasubag Tata Usaha Sekda Kota Medan, Sumiadi. Penyidik meminta keterangan dari 2 pejabat itu, tidak lepas dari keterangan yang disampaikan mantan Walikota Medan, Rahudman Harahap.

“Pak Rahudman mengaku bahwa pemberian perpanjangan hak pengelolaan lahan (HPL) atas tanah di Jalan Jawa berdasarkan permintaan dari bagian Umum. Maka dari itu penyidik meminta keterangan dari mantan Kasubag TU dan stafnya,” jelas seorang pejabat di lingkungan Pemko Medan.

Sumber : Sumut Pos, 21.11.14.

(artikel) Tim Kejagung Dalami Centre Point. Mantan Walikota Diperiksa 6 Jam

MEDAN: Mantan Walikota Rahudman Harahap menjalani pemeriksaan selama 6 jam lebih di rumah tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjung Kusta Medan, Rabu (19/11) siang. Pemeriksaan ini dilakukan tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, terkait kasus dugaan korupsi pengalihan atas tanah PT KAI di Jl. Jawa, Medan Timur, yang kini dikuasai PT ACK.

Menurut Kapuspenkum Kejagung Tony Tribagus, pemeriksaan seputar pengambilan keterangan mantan orang nomor satu di Medan secara detail terkait pengalihan aset PT KAI yang menjadi mall mewah, bernama Centre Point.

“Materi pemeriksaan Rahudman Harahap itu mengenai proses penandatanganan HGB (Hak Guna Bangunan). Kedua, dalam penandatanganan HGB itu, ada syarat untuk memberikan kompensasi kepada 228 rumah di situ. Kemudian, untuk mengetahui lagi siapa orang-orang yang ikut dalam kasus ini,” jelas Tony.

Sumber : Sumut Pos, 20.11.14.

--- unquote ---


Catatan terkait,
Rujukan di seputar informasi kisruh tanah sengketa milik PT KAI di Medan, silahkan baca : [KU-316/2014] Dirut PT KAI : Bongkar Centre Point. Siap Adukan Pemko ke Ombudsman RI - edisi 18 November 2014, [KU-288/2014] Kasus Centre Point, kapolda Berang – edisi 20 Oktober 2014, KU-281/2014] PT KAI Soroti Penetapan Tersangka Kakan Pertanahan Medan. Pemilik Centre Point Panik – edisi 13 Oktober 2014, [KG-276/2014] Sengketa Tanah PT KAI Terus Bergolak Di Gang Buntu Medan – edisi 08 Oktober 2014, [KU-160/2014] Tak Ingin Merugi, Tempuh Jalur Hukum - edisi 12 Juni 2014.

Selanjutnya, baca juga [KA-110/2014] DU & D8 Menjadi Pembicara Publik - edisi 23 April 2014, [KU-109/2014] Rahudman Terseret 5 Surat – edisi 22 April 2014, [KU-072/2014] Dua Mantan Walikota Medan Jadi Tersangka Korupsi Pengalihan Tanah PT KAI – edisi 15 Maret 2014, [KA-067/2014] PT KAI Melawan Mafia Tanah & Mafia Peradilan – edisi 10 Maret 2014 dan [KU-065/2014] Mafia Tanah Menang, Aset PT KAI Rawan Diserobot – edisi 08 Maret 2014.

[English Free Translation]
Attorney General (Kejagung) continues to move to collect data and information on the alleged corruption transfer of land right belongs to PT Kereta Api Indonesia (Persero) on Jl. Jawa, East Medan which is now owned by PT ACK. After a marathon examination of former Mayor Rahudman Harahap in Rutan Class IA Tanjung Kusta Medan, Wednesday (19/11), yesterday afternoon (20/11) at turn 2 Government officials testified field.

Jumat, 21 November 2014

[KG-319/2014] "Whistle Blowing System" Socialization - 21/11/14

BANDUNG: Sesuai dengan Keputusan Direksi yang mengacu pada Permen BUMN No. Per-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) , maka mulai hari ini, Jumat (14/11) lalu unit ESQ mengadakan sosialisasi "Whistleblowing System" (WBS) di Auditorium Kantor Pusat PT KAI.

Kegiatan perdana ini diikuti 76 pegawai kantor pusat dan anak perusahaan PT KAI yang dibagi menjadi dua batch. Kebetulan anak perusahaan PT Kereta Api Logistik (KALOG) pun mendapat jatah untuk mengikuti acara sosialisasi tersebut.

Pada kesempatan ini, SU DU Bambang Purwadi Nugroho sebagai pemapar materi menjelaskan mekanisme kerja sistem WBS beserta kategorinya. Ia juga menuturkan penyampaian media pelaporan WBS ini dapat diakses oleh kalangan umum dengan ketentuan yang berlaku.



“Karena menangani pelaporan terkait pelanggaran, nantinya ada ruangan steril untuk WBS ” ungkapnya.
Acara perdana, dibuka oleh ESQ Mohamad Nurul Huda Dwi Santoso dan menjelaskan tujuan WBS yakni untuk melaksanakan nilai-nilai utama perusahaan yang memperkuat upaya preventif dan mempermudah penanganan pelanggaran selain itu juga digunakan untuk meningkatkan sistem pengawasan di PT KAI.

Untuk Batch 2, kami sempat hadir bersama utusan KALOG lainnya pada hari Jum'at 21/11 jam 14.00-16.00. Usai sosialisasi sempat cangkruan sebentar dan biasa deh, foto-foto he he he. Bukti sudah kepesertaan, gitu. Nampak di foto tersebut Burhan (torpus), Mohamad Edward (Palembang), RAM (Surabaya), Iwan Wirawan dan Iwan Riyanto (kedua terakhir dari torpus).



Semoga bermanfaat dan tularkanlah ilmu kebaikan kepada bawahan masing-masing. Selamat !

Sumber : CorComm PT KAI / Foto : CorComm PT KAI - Iwan R - RAM.

[English Free Translation]
In accordance with the Decision of the Board of Directors refers to the SOE Government Regulation No. Per-01 / MBU / 2011 on the Implementation of Good Corporate Governance (GCG), then start today, Friday (14/11), the unit ESQ held socialization "Whistleblowing System" (WBS) in the auditorium of the Head Office of PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Kamis, 20 November 2014

[KG-318/2014] "Plastics & Rubber Indonesia 2014" 19-22/11/14

JaKaRTa: Kamis 20/11, dalam perjalanan ke Terminal Barang Sungai Lagoa (TB SAO), Jakarta, kami diundang mampir untuk menyaksikan pameran bertajuk “Plastics & Rubber Indonesia 2014” di area yang sering dipergunakan untuk perhelatan tahunan Pekan Raya Jakarta (PRJ).

Salah satu vendor yang tengah mencoba bekerjasama dengan dengan PT Kereta Api Logistik (KALOG) yakni  stand Materials Indonesia yang berada di boot D.2. Kami sempat melihat contoh pallet yang sudah dibungkus plastik dan juga gulungan kabel serta beberapa contoh lain.

Kebetulan yang in-charge di hari ini full team. Yally, Ika Kaldjat, Victor, Chia dan lain-lain. Tapi sempat berfoto juga dengan Victor & Chia. Thanks.

Yang tertarik dengan pameran ini, silahkan. Ada juga khusus pameran mengenai produk dari Korea Selatan. Nah mumpung bersebelahan dan siapa tahu ada minat, monggo. Bisa dijadikan prospek, bisa juga dijadikan ajang mencari network anyar. Sah-sah aja koq. Good luck.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free translation]

Thursday, 11/20, on the way to Sungai Lagoa Cargo Terminal  (TB SAO), Jakarta, we were invited to stop by, to see the exhibit titled "Plastics & Rubber Indonesia 2014" in an area that is often used for the annual event Pekan Raya Jakarta (PRJ) or jakarta Fair in the past.

Rabu, 19 November 2014

[KG-317/2014] Mobilisasi Crane Darat Ke Cikaum

CiKauM: Kegiatan pemindahan kereta bekas pakedi Jabodetabek, ke lokasi penumpukan di tempat lain, menjadi perhatian khusus. Pasalnya, setelah lokasi penumpukan di Stasiun Purwakarta penuh, kini kegiatan beralih ke Stasiun Cikaum.

Lokasinya jauh lebih luas dan diperkirakan bisa menampung 200 gerbong kereta commuter line (CL) generasi awal. Tahap pertama, akan dirapihkan 72 gerbong kereta. Yang punya gawe untuk menata kereta di Cikaum : PT Kereta Api Logistik (KALOG).

Sebelum, kereta ditata ulang, bukannya asal tumpuk, pastinya perlu mendatangkan crane darat untuk kegiatan penataannya, sebagaimana dilakukan di Purwakarta sebelum ini. Nah kemarin crane darat sudah mulai digerakkan masuk Cikaum.

Berikut ini foto kegiatan pergerakan (mob) crane daratnya dulu ya.


Sumber : KALOG / Foto : Toto Subiantoro - Eko DJ.

[English Free Translation]

Removal activities to buildup  the trains used in Jabodetabek, to the new location in other places, is of particular concern for PT KALOG. Because, after the location in Purwakarta full, then switched to Cikaum Station. Good luck !

Selasa, 18 November 2014

[KU-316/2014] Dirut PT KAI : Bongkar Centre Point. Siap Adukan Pemko ke Ombudsman RI

MEDAN: Kesabaran Dirut PT KAI Edi Sukmoro tampaknya mulai habis. Dia meminta agar Centre Point diruntuhkan. Pasalnya pendirian bangunan milik PT Agra Citra Kharisma (ACK) sudah keterlaluan karena berdiri di atas lahan caplokan milik PT KAI dan tidak memiliki IMB.

Edi pun sangat menyesalkan upaya Pemko Medan yang ngotot akan mengeluarkan surat IMB untuk Centre Point itu. Mestinya Pemko Medan langsung merobohkan saja bangunan itu.

“Ini kan sudah sangat keterlaluan. Harusnya langsung saja diruntuhkan bangunan itu karena belum ada izin. Belum punya IMB kok bangunannya sudah didirikan,” cetus Edi Sukmoro di Jakarta, Minggu (16/11).

Pernyataan Edi ada dasar hukumnya. Sesuai ketentuan Pasal 19 Permendagri Nomor 32 Tahun 2010 tentang pedoman pemberian IMB, bangunan yang dibangun sebelum memiliki IMB dan lokasinya tidak sesuai dengan peruntukkannya, maka bisa dibongkar. Dengan nada keras ia juga mengecam pihak-pihak yang ikut memuluskan upaya pencaplokan lahan milik PT KAI itu.

“Semua instansi yang dibayar oleh negara, seharusnya ikut berupaya menyelamatkan aset milik negara,” katanya. “Pokoknya kita masih terus berjuang. Mudah-mudahan PK turun dalam waktu dekat ini,” ujar Edi.


Sebelumnya, lewat pemberitaan Sumut Pos, Ombudsman RI mengingatkan Pemko Medan agar tidak ngotot mengeluarkan surat IMB terhadap lahan yang digunakan untuk Centre Point di Jalan Jawa Medan.

Menurut anggota Ombudsman RI bidang penyelesaian laporan pengaduan, Budi Santoso, jika Pemko terus ngotot maka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa turun tangan untuk melakukan pengusutan. Budi berharap agar PT KAI menyampaikan pengaduan resmi agar Ombudsman bisa bergerak melakukan investigasi.

Berkali-kali Edi menegaskan, pihaknya tidak akan surut memperjuangkan penyelamatan aset PT KAI itu. “Kami tidak akan tinggal diam. Kami senang banyak mendapatkan dukungan, termasuk dari Pers. Kita memang sedang dirongrong musuh, orang-orang yang tidak mencitai negara,” tegasnya.

“Persekongkolan untuk mengusai lahan milik negara itu sudah pada taraf keterlaluan. Negara tidak boleh kalah,” cetusnya.

Sumber : Sumut Pos, 17.11.14 / Kredit Foto : Skyscrapercity.

Catatan,
Rujukan terkait dengan informasi kisruh tanah sengketa milik PT KAI di Medan, silahkan baca : [KU-288/2014] Kasus Center Point, kapolda Berang – edisi 20 Oktober 2014, KU-281/2014] PT KAI Soroti Penetapan Tersangka Kakan Pertanahan Medan. Pemilik Center Point Panik – edisi 13 Oktober 2014, [KG-276/2014] Sengketa Tanah PT KAI Terus Bergolak Di Gang Buntu Medan – edisi 08 Oktober 2014, [KU-160/2014] Tak Ingin Merugi, Tempuh Jalur Hukum - edisi 12 Juni 2014.

Selanjutnya, baca juga [KA-110/2014] DU & D8 Menjadi Pembicara Publik - edisi 23 April 2014, [KU-109/2014] Rahudman Terseret 5 Surat – edisi 22 April 2014, [KU-072/2014] Dua Mantan Walikota Medan Jadi Tersangka Korupsi Pengalihan Tanah PT KAI – edisi 15 Maret 2014, [KA-067/2014] PT KAI Melawan Mafia Tanah & Mafia Peradilan – edisi 10 Maret 2014 dan [KU-065/2014] Mafia Tanah Menang, Aset PT KAI Rawan Diserobot – edisi 08 Maret 2014.

[English Free Translation]

President Director of PT KAI Edi Sukmoro seems to be lost patience. He requested  the Centre Point complex buiding torn down. The reason is : the construction of the building owned by PT Agra Citra Kharisma (ACK) is outrageous due to  it stands on land which was acquired illegally from PT KAI and do not have a permit.

Senin, 17 November 2014

[KG-315/2014] Kunjungan KALOG Ke Terminal Petikemas Surabaya (TPS)

SuRaBaYa: Rabu 12/11, Dekom + Direksi PT Kereta Api Logistik (KALOG) torpus mendatangi kantor PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), yang merupakan anak perusahaan PT Pelindo III.

Kunjungan ini berlangsung sore hari, setelah menyelesaikan sejumlah kunjungan di siang harinya. Tim KALOG tiba di lokasi sekitar jam 16.30 dan dilanjutkan dengan perkenalan dan diskusi yang dipimpin oleh.(ibu) Dotty (boss TPS) dan Budi Noviantoro (boss KALOG) tampak tampil begitu seriusnya sehingga permasalahan yang selama ini  muncul, berharap dapat ditangani dengan baik. Setidaknya isu bahwa KA tidak boleh masuk kawasan pelabuhan. Apa iya ?

Adapun liputan persiapan selama kunjungan ke TPS, dapat dilihat dalam album dokumentasi beriku ini. Insya Allah mulai tahun 2015, semua pelabuhan sudah bisa terhubung dengan jalur rel kereta api. Di TPS, jejak rel kereta yang dibangun tahun 2008 lalu masih kinclong tuh.


Congrats.

Sumber : Dari  Sana-sini.

[English Free Translation]
Wednesday, 11/12, the Board of Commissioners and Directors of PT Kereta Api Logistik (KALOG) H.Q went to the Surabaya Container Terminal  (Terminal Petikemas Surabaya or TPS), which is a subsidiary of PT Pelindo III and hold discussions to find solutions together so that logistics costs can be minimized.