Selasa, 24 April 2018

[KG-xxx/2018] Update Container Buka Samping + PPLI - 24/04/18


JaKaRTa : Pembuatan kontainer buka samping ato lebih dikenal dengan open-side container yang kini tengah dikerjakan vendor di Jawa Timur cukup menyedot perhatian, skaligus menyita perhatian manajemen KALOG.

Pasalnya ada tenggat waktu yang harus dipenuhi sehingga kontainer diharapkan seminggu kedepan sudah harus berada di Sumatera Selatan, gimana caranya harus bisa. Bukan bim salabim tetapi dengan kerja cerdas dan komitmen.

Adapun hasil update konstruksi open-side container hari ini sudah ditahap uji-coba dan malah, uji-coba naik ke truk, ditimbang dan mengukur kapasitas kontainer dalam kondisi kosong (MTY condition).

Alhamdulillah pengecetan logo KALOG pun sudah beres dan tinggal menyelesaikan poin2 penting berikutnya. Semisal, jika lancar pengiriman ke Palembang dan mengawal agar bisa tiba di lokasi tepat waktu pula dlsb.

Perkembangannya terus dikoordinir oleh tim terkait di KALOG supaya jangan sampe terlewat sedikit pun. Bila ada perbaikan ato perubahan minor maka harus segera dan gak pake lama.

Ayooo, KALOG Pasti Bisa !


Di tempat terpisah di Jakarta, Direktur Pengembangan Usaha (GB) menemui Direktur Komersil PT PPLI yang berencana menjalankan angkutan limabh B3 menggunakan moda kereta api. Foto terlampir.


Sumber : KALOG / Foto :Hadi P.

[English  Free Translation]
The making of open side container which is currently being worked on vendors in East Java, get special attention from BoD KALOG. Monitoring is done regularly so that containers can be used on time.

Senin, 23 April 2018

[KG-xxx/2018] Survei ke Balaraja, Cikande, Citeras, Maja


Senin 23/04, Jakarta dan Tangerang diguyur hujan sejak semalam dan ternyata nyambung terus hingga tengah malam saat balik survei. Kebetulan hari ini punya target survei lahan ke daerah barat pulau Jawa.

Sejauh ini KALOG blon punya basis di area Banten dan sekitarnya sehingga mempelajari kemungkinan, apakah bisa membangun container yard (CY) sekitaran Tangerang hingga area Banten sana.

Sidik punya sidik, ternyata area Serpong arah Jakarta bakal dimanfaatkan oleh sodara seperguruan yakni PT KCI (PT Kereta Commuter Indonesia) sehingga tujuan survei digeser ke arah Serang sana.

Setelah disurvei, area Cikande + Balaraja memang daerah industri, banyak pabrik tetapi sayangnya dapat bocoran bahwa Kementerian Perhubungan bakal ngebangun Balai Pengujian Kereta Api diantara Stasiun Citeras dan Stasiun Maja.

Padahal diantara kedua stasiun itu termasuk strategis dan ada satu perumahan besar yang tengah dibangun. Disarankan oleh instansi terkait bahwa wilayah yang agak bebas yakni Tigaraksa dan kemungkinan meninjau ulang CY Tonjong Baru.

Segera akan ditindaklanjuti karena hari menjelang maghrib sehingga tinjauan ke arah tadi akan disusulkan di waktu lain. Sebelum pamit pulang, gak lupa sowan ke KS Maja - Hendra sebagai penguasa lokal he he he, pengelola stasiun.

Dokumentasi terlampir. Oh iya di PJL didampingi Saepul dan saat survei didampingi Rudy (Pemda Tangerang) + Nur (BKE). Thanks all.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Monday, April 23rd, Jakarta and Tangerang was washed down by rain since last night and it turned out to continue until midnight on the wayback of the survey. Incidentally today we have a target survey of land to the western part of Java. Done !

Rabu, 18 April 2018

[KU-xxx/2018] KA Kuala Tanjung - KEK Sei Mangke Beroperasi Juli 2018


JAKARTA : Kemenhub menargetkan pengoperasian jalur KA yang menghubungkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei-Perlanaan-Bandar Tinggi-Pelabuhan Kuala Tanjung sepanjang 39,5 km dimulai pada Juli 2018

Saat ini, Kemenhub tengah menuntaskan pembangunan jalur KA segmen Bandar Tinggi-Kuala Tanjung yang progresnya sudah mencapai 80%. Dirjenka Kemenhub Zulfikri menjelaskan, Pelabuhan Kuala Tanjung, Batubara, Sumut disiapkan sebagai hub pelabuhan internasional untuk mendukung KEK Sei Mangkei, Simalungun, Sumut. 

Nantinya moda transportasi perkeretaapian akan menghubungkan kedua titik tersebut agar arus distribusi barang dapat berlangsung lancar dan konsisten. 

Kemenhub kemudian menunjuk KAI sebagai operator untuk mengelola, mengoperasikan, juga merawat prasarana maupun sarana pada segmen Sei Mangkei-Perlanaan.
 
Alih status dari Kemenperin kepada Kemenhub disepakati dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Zulfikri, Plt Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri I Gusti Putu Suryawirawan, dan Wakil Dirut PTPN III Dolly P Pulungan pada 17 April 2018.

Sumber : Investor Daily, 18.04.18.

[English Free Translation]
Ministry of Transportation (MoT) or Kemenhub targets the operation of the railway line connecting the Special Economic Zone (KEK) of Sei Mangkei-Perlanaan-Bandar Tinggi-Pelabuhan Kuala Tanjung for 39.5 km starting in July 2018.

Selasa, 17 April 2018

[KA-xxx/2018] Peresmian Angkutan Batubara Swasta PT GGB di Wilayah Divre III Palembang


Palembang - Sebagai upaya percepatan peningkatan angkutan batubara swasta di wilayah Divre III Pg, Senin (16/4) bertempat di Stasiun Banjarsari dilaksanakan Peresmian Angkutan Batubara Swasta PT Golden Great Borneo (PT GGB) di wilayah Divre III Palembang. 

Acara Peresmian ini di hadiri oleh Plt. Bupati Lahat Bpk. Marwan Mansyur, Direktur Utama PT GGB Bpk. Sucipto, CFT, SM Angkutan Barang Divre III Pg, para M/JM/AM terkait Divre III Pg, KS Banjarsari, Unsur Muspika Kabupaten Lahat dan Tokoh Masyarakat sekitar Stasiun Banjarsari.

SM Angkutan Barang Divre III Palembang dalam sambutannya mengatakan bahwa Peresmian Angkutan Kereta Api PT GGB ini merupakan upaya percepatan peningkatan angkutan batubara swasta di wilayah Divre III Pg sehingga dengan adanya aktivitas angkut angkutan batubara swasta PT GGB ini dapat meningkatkan pendapatan bagi PT KAI khususnya Divre III Pg. 

Kegiatan dilanjutkan dengan penekanan sirene sebagai tanda diresmikannya Angkutan Kereta Api PT GGB di wilayah Divre III Pg dan selanjutnya dilakukan pelepasan KA pertama Angkutan KA Batubara PT GGB secara simbolis oleh Plt. Bupati Lahat Bpk. Marwan Mansyur .

Dokumentasi kegiatan terlampir.


Sumber : PT KAI – Humasda Divre 3 Pg / Foto : Aida.

[English Free Translation]
As an effort to accelerate the increase of private coal transportation in the area of Regional Divison 3 Pg or Divre III Pg on Monday (16/4) at Banjarsari Station, it was launched coal train transportation belongs to PT Golden Great Borneo Private Limited (PT GGB). Congrats.

Senin, 16 April 2018

[KU-xxx/2018] Jonan: Kereta & Alat Berat Wajib Pakai Bio Solar Mei 2018


Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan aturan baru konsumsi bio solar. Kali ini yang diwajibkan memakai bio solar adalah kereta api dan alat-alat berat.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengatakan kebijakan ini dikeluarkan untuk memenuhi komitmen pemerintah Indonesia menurunkan emisi, dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam baruan energi.


"Bauran energi itu pemerintah Indonesia komit, Presiden Jokowi sudah tanda tangan di Paris Desember 2015, untuk peningkatan penggunaan energi terbarukan hingga 23% dari konsumsi energi nasional di 2025," ujar Jonan kepada CNBC Indonesia, Sabtu (14/4/2018).

Sejauh ini, lanjut Jonan, pemerintah sudah mendorong penggunaan energi terbarukan untuk bahan bakar pembangkit listrik, dan kendaraan umum di dalam negeri, lewat penggunaan bio solar dengan 20% campuran minyak kelapa sawit atau biasa disebut dengan B20.

Namun harus ada terobosan baru sehingga komitmen di Paris tadi bisa tercapai. Karena itu, Jonan mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM baru penggunaan bio solar untuk bahan bakar kereta api dan alat-alat berat mulai 1 Mei 2018.

Bahan bakar bio solar untuk kereta api adalah B5, atau mengandung 5% minyak kelapa sawit. Sedangkan untuk alat berat adalah B15, atau mengandung 15% minyak kelapa sawit.

"Kami putuskan, kereta api pakai B5 karena spesifikasi mesinnya hanya bisa pakai yang 5%. Nanti per 1 Mei 2018 jalan. Alat tambang dari dulu berdebat terus, dan akhirnya diputuskan per 1 Mei itu pakai B15," jelas Jonan.

Lewat kebijakan baru ini, Jonan mengatakan, akan ada penambahan konsumsi bio solar sebanyak 1 juta kiloliter (KL) mulai 1 Mei 2018 hingga 30 April 2019. Sehingga total penggunaan bio solar pada periode tersebut bakal mencapai 3,5 juta KL. Karena penggunaan bio solar dalam setahun menurut Jonan adalah 2,5 juta KL.

Aturan ini diterapkan mulai 1 Mei 2018 agar para pemilik alat berat bisa mulai melakukan penyesuaian dari sekarang. Jonan mengatakan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan para pengusaha terkait kebijakan baru ini. "Mereka (pengusaha) secara bertahap harus siap," cetus Jonan.

Selanjutnya Kapal Laut

Pemerintah Indonesia, ujar Jonan, akan terus mengejar target 23% penggunaan energi terbarukan dari total konsumsi energi nasional di 2025. Aturan baru ini belum bisa memenuhi target itu tanpa adanya terobosan-terobosan baru lebih jauh.

Karena itu, Jonan secara bertahap akan terus meningkatkan persentase kandungan minyak kelapa sawit dalam tiap liter bio solar. Misalnya, untuk alat berat, dari B15 akan ditingkatkan menjadi B20. Kemudian untuk kereta api dari B5 naik menjadi B10 atau B15. Lalu untuk kendaraan umum yang sekarang menggunakan B20 bisa naik menjadi B25.

"Ke depan kami akan diskusi terus dengan Gaikindo dan pabrikan alat-alat berat, juga dengan pabrik lokomotif, bagaimana tambah persentase bio solarnya. kami tambah targetnya," ujar Jonan.

Tak hanya itu, Jonan mengatakan, dirinya juga akan menerapkan penggunaan bio solar untuk kapal laut. Ini bisa membantu peningkatan konsumsi bio solar dalam jumlah besar.

"Ada sektor lain tidak yang bisa dipakai? Kami mau coba masuk lagi ke kapal. Kapal ini kan pakai MFO. Itu akan besar pemakaiannya," kata Jonan.

Lalu, untuk solar berkualitas tinggi seperti Solar Dex yang biasa digunakan kendaraan mewah juga akan didorong untuk menggunakan bio solar.

"Ada pembicaraan lagi, ke depan penggunaan misalnya Solar Dex. Solar yang dijual Shell, Total, atau Petronas sehingga pakai bio solar. Bio solar itu sekarang yang Toyota bisa, tapi Mercedez dan BMW kami harus bicara kepada mereka. Jadi targetnya lagi kapal laut dan mobil berskala tinggi," papar Jonan.

"Perusahaan minyak kelapa sawit siap, tinggal sekarang konsumennya siap tidak. Ini tergantung pabrikan mobil. Tapi yang pasti bio solar akan tambah 1 juta kilo liter," tutup Jonan.(wed/gus)

Sumber : CNBC Indonesia, 16.04.18.

[English Free Translation]
The government through the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) issued a new regulation of bio-diesel consumption. This time it is required to use bio-diesel is a train and heavy equipment.