Jumat, 29 Juli 2016

[KG-xxx/2016] Sosialisasi Rute Baru Semarang Pethek – 29/07/16

JaKaRTa:  Untuk mensukseskan rencana pengoperasian program angkutan container di tahun 2016, PT Kereta Api Logistik (KALOG) – Divisi Operasi Container (OC) mengadakan acara sosialisasi kepada sejumlah perusahaan pelayaran internasional maupun domestik.

Sayangnya gak semua hadir karena ada rapat dadadakan dengan manajemen terkait. Yang sempat hadir dalam acara sosialisasi hari ini yakni perwakilan dari Mediterranean Shipping Co. (MSC), KMTC dan IFL (mewakili Hanjin dan Zim Line).

Acara sosialisasi dibuka oleh Direktur Operasi & Pemasaran PT KALOG, dilanjutkan dengan presentasi profil PT KALOG, sekilas rencana pembukaan Pethek dan dilanjut dengan tanya jawab sebelum ditutup karena berbarengan dengan jadual shalat Jum'at.

Undangan ini memang masih dalam skala terbatas karena hanya sebatas test case angkutan barang di Semarang, Bahwa KALOG akan membangun kompleks pergudangan dan fasilitas pendukung di Ronggowarsito, ya tetap dijalankan tapi butuh waktu.

Ada proses yang harus dilakoni agar proses tendernya berjalan baik dan sesuai aturan yang berlaku. Juga diperlukan uji-coba test pasar dimana salah satunya adalah pembukaan rute ke stasiun Semarang Pethek ini (SMC).

Adapun rencana operasi angkutan perdana akan dilakukan di awal Agustus 2016 mendatang. Selanjutnya, acara sosialisasi berikutnya akan diadakan di Surabaya dan akan difasilitasi oleh tim Daop 8 Sb serta mengundang pelayaran yang memang aktif bermain di Semarang dan sekitarnya. Ditunggu ya.

Bismillah dan terima kasih yang udah support program hari ini. Gak bakal lupa deh he he he. Bravo !


Sumber : KALOG / Foto : Adjeng Putri.

[English Free Translation]
To support container division program in 2016, PT Kereta Api Logistik (KALOG) held presentation and open discussion on Friday, July 29th to a number of international and domestic shipping companies. Thanks God.

Rabu, 27 Juli 2016

[KG-xxx/2016] Biz Trip Hari Ke-3 Back To The West – 27/07/16

JaKaRTa: Bergerak dengan moda kereta api (KA) menjadi bagian dari kehidupan insan perkeretaapian, kemana-mana selalu ber-KA ria he he he. Alkisah, usai dengan program Going To The East, kini saatnya kembali ke area barat alias Back To The West.

Bukan sok gaya2an, cuma buat variasi aja di laporan. Ujung2nya supaya Pembaca gak jenuh dan gak monoton baca beritanya, gitu. Nah, setibanya dari SGU di Stasiun Besar Bandung (BD), persiapan selanjutnya adalah menuju Terminal Gedebage (GDB).

Perjalanan lumayan cukup jauh, sekitar 60 menit hingga 75 menit karena di ujung utara ke ujung selatan Kota Kembang. Ibukota Jawa Barat ini kini mulai padat seperti halnya Jakarta dan Surabaya. Itu juga artinya dinamika masyarakatnya cukup agresif.

Rapat di kantor Terminal Gedebage Bandung hari Rabu tgl 27/07 berlangsung tepat waktu jam 10.00 dan selesai sebelum waktu makan siang. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke BD lagi, untuk selanjutnya mampir di kantor KALOG – BHP Kurir.

Saat di GDB menyempatkan diri menyisir CY dan kantor lama yang kini sepi. Perlu gebrakan terpadu agar GDB kembali menggeliat dan hingar bingar. Yuuuk kita coba akan koordinasikan dengan asosiasi dan pelayaran yang aktif di BD. Segera deh.

Usai shalat Maghrib, kami meneruskan perjalanan ke Jakarta kembali karena jadual rapat berikutnya sudah menanti. Setidaknya, tugas yang harus dikerjakan sudah dilaksanakan dan malamnya langsung dilaporkan via email. DONE !

Lega rasanya dan tinggal nunggu disposisi ato rekomendasi lanjutan. Jozz gandozz.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Wednesday, July 27th was held coordination meeting in Gedebage Container Terminal (GDB) to discuss prospects in 2017 and evaluate te outcome in 2016 and the projected volume in 2nd half 2016. This material will be brought to a meeting with CF and D1 PT KAI in Medan tomorrow.

Selasa, 26 Juli 2016

[KG-xxx/2016] Biz Trip Hari Ke-2 Going To The East – 26/07/16

JaKaRTa: Program kerja Divisi OC - Going To The East hari ke-2, Selasa 26/07 langsung rapat dengan JO BUMIKALOG di Stasiun Kalimas Surabaya. Seyogyanya akan dilanjut dengan pembinaan kepada seluruh staf KLM namun karena berbarengan dengan audit, jadi digeser lain kali aja.

Siangnya, sempat sowan ke kampus lama di Meratus Line dan juga bertemu dengan mitra kerja lama yakni BLP di SGU (sebelum cabut ke Bandung). Sengaja perjalanan pulang dipercepat karena diprediksi Surabaya macet total selama 3 hari karena ada UN Habit Meeting di pusat kota.

Ternyata benar. Perjalanan yang biasanya ditempuh 45-60 menit, hari ini mendekati 2 (dua) jam. Itupun pake acara jalan kaki segala, karena kendaraan roda 2 dan 4 nyaris gak bergerak di samping Stasiun SGU.

Berikut ini, sejumlah kegiatan yang berhasil didokumentasikan.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]

OC’s Division - Going To The East program in the 2nd day, direct meetings with JO BUMIKALOG in Surabaya Kalimas Station. Continue with Customer visit and soon return to Bandung for another appointments. Its too tight schedule for this time.

Senin, 25 Juli 2016

[KG-xxx/2016] Biz Trip Hari Ke-1 Going To The East – 25/07/16

JaKaRTa: Program kerja Divisi OC - Going To The East selama 3 (tiga) hari kedepan, menyisakan banyak pekerjaan yang harus mendapat sorotan khusus, paling ngga yang dalam waktu dekat bisa ngehasilin duit. Harap dimaklumi, pencapaian di tahun 2016 masih perlu perjuangan keras.

Hari pertama, Senin 25/07 begitu sampe di Stasiun Gubeng (SGU) langsung digeber survei ke Stasiun Kandangan, Stasiun Indro dan kawasan industri SIER/PIER di Pasuruan sono. Hasilnya menjadi catatan tim OC dan segera diajukan ke BoD untuk dicarikan solusinya bersama2.

Detilnya biar kita2 yang bahas. Pembaca cukup tahu aja. Nanti klo udah mateng dan siap dioperasikan … pasti bakal ada sosialisasi deh. Siiip. Thanks KS Kandangan, KS Indro dan tim KALOG KLM yang sudah bantu banyak.

Tetap semangat ya.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]

The first day, Monday, July 25th when arrived at Gubeng Station (SGU) we go directly to the respective places : Kandangan Station, Indro Station and industrial areas SIER / PIER in Pasuruan, East Java. The result immediately submitted to the BoD to find a best solution for both parties. YES !

Rabu, 20 Juli 2016

[KU-197/2016] KAI Operasikan 7.000 Km Jaringan Kereta, Mau Tambah 1.100 Km

Jakarta -PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI saat ini telah melayani jaringan kereta sepanjang 7.000 km. Untuk terus dapat menjangkau masyarakat yang belum terlayani dengan kereta, KAI berencana menambah lagi 1.100 km jalurnya.

"Kalau secara kasar sudah naik ya dulu kan 5.000 km. Zaman Belanda 7.000 km, turun 5.000 km. Sekarang mungkin sudah kembali lagi sampai 7.000 km lagi. Nambahnya kalau saya tidak salah sekitar 1.100 km tambahannya tok karena kan kita sudah ada track misalkan di Tanjung Karang keputus, di Palembang ada belum tersambung," ujar Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro kepada detikFinance, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016).

Penambahan ini terlihat dari upaya pemerintah yang melakukan reaktivasi jalur-jalur kereta mati. Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyambungkan Pulau Sumatera mulai dari Bakauheni sampai Banda Aceh dengan rel.

"Penambahan jalur double track utara Jawa itu paling tidak tambah 750 km, tambahan-tambahan di jalur Selatan meskipun belum komplit kan sudah ada tambahan, reaktivasi juga. Sekarang Medan-Besitan sedang dikerjakan, nanti rencananya kan Sumatera akan tersambung kereta dari mulai Bakauheni-Banda Aceh," ungkap Edi.

Selain di Jawa dan Sumatera, KAI telah mendapatkan penugasan dalam mengoperasikan jalur kereta di Sulawesi dan LRT di Palembang.

"Sulawesi sudah penugasannya kepada kereta api operatornya. LRT yang sudah pasti penugasannya Palembang itu, makanya kita sudah mengadakan keretanya," tutur Edi.

Sumber : detik, 18.07.16.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) or PT KAI has currently serves a network of trains along the 7,000 km. To continue to be able to reach communities unserved by train, KAI plans to add another 1,100 km track.

Selasa, 19 Juli 2016

[KG-196/2016] Mini Workshop JO Dengan KALOG - 19/07/16

JaKaRTa: Ehh ngomong2 JO itu apaan sih ? Buat yang pengen tau tapi gak keppo bingitz ya gpp. JO adalah joint operation, yakni merupakan kerjasama 2 (dua) entitas bisnis untuk mencapai tujuan bersama.

Serupa tapi tak sama dengan sodara2 lainnya yang mengatasnamakan bisnis, intinya JO dibentuk untuk mencari profit. Bukan buat gaya2an nih. Ada visi dan misi didalamnya namun menginduk kepada aturan pemegang saham juga.

Nah, untuk menyiasati prospek bisnis tahun 2017 mendatang, JO KALOG tengah merancang strategi bisnis agar target yang dicanangkan bisa dicapai. Apa aja sih JO yang ada di KALOG? Pertanyaan bagus tuh.

Pertama, JO BUMIKALOG yakni kerjasama antara BWT dan KALOG sedangkan lainnya JO B-KALOG yaitu kerjasama antara KALOG dan BLP. BWT dan BLP adalah pihak swasta yang diajak bermitra.

Kedepannya, masih ada beberapa mitra kerja yang diwadahi dalam keranjang JO. Apa aja tuh ? Tunggu tanggal mainnya. Saat ini cukup mengenal 2 (dua) aja dulu ya. Masih digodog supaya hasilnya jreeeeng dan memuaskan pemegang saham.

Selasa 19/07, dilakukan pertemuan yang dikemas dalam Mini Workshop JO KALOG, berlangsung mulai pukul 09.00-16.00 di torpus KALOG. Syukur alhamdulillah agenda pertemuan berjalan lancar dan masing2 JO tinggal merujuk ke MoM yang sudah disepakati bersama.

Terlampir dokumentasi rapat Selasa 19/07 siang. Bravo !


Sumber : KALOG / Foto : Adjeng Putri - RAM.

[English Free Translation]
Tuesday, July 19th, for the first time KALOG held coordination meeting with special theme “Mini Workshop JO With KALOG” in KALOG HQ. Participants in this forum consists of a team KALOG, JO BUMIKALOG and JO B-KALOG. Cheers.

Senin, 18 Juli 2016

[KU-195/2016] Pelabuhan Tanjung Mas Semarang Akan Dilengkapi Kereta

Jakarta  - Setelah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara dilengkapi jaringan kereta pelabuhan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) akan membangun jaringan rel sampai Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

"Di Semarang Tanjung Mas," ungkap Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro kepada detikFinance di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Pembangunan jaringan kereta pelabuhan di Semarang dilakukan untuk mengurangi jumlah kecelakaan dan jalan rusak. Dengan kereta, ketepatan waktu pengiriman peti kemas bisa dipenuhi daripada dengan truk.

"Itu kita masuk itu tujuannya supaya peti kemas masuk tidak melalui Pantai Utara, karena jalanan rusak, kecelakaan bisa dikurangi, ketepatan waktu kalau pakai kereta bisa dipastikan nah itu tujuannya itu makanya kemarin kita bebaskan itu lahan hanya untuk nyambung menuju Tanjung Mas," kata Edi.

Saat ini pembangunan rel tersebut masih terkendala lahan karena lahan tersebut telah ditempati oleh warga yang rumahnya memiliki sertifikat resmi. Padahal, lahan tersebut tercatat milik PT KAI.

"Kita sedang proses mudah-mudahan itu bisa karena kita hanya ngambil 50 meter kok kalau tol kan butuh ratusan meter, kita butuh 50 meter hanya untuk melakukan kontainer yang dari pelabuhan. Kalau ini bisa masih ada beberapa rumah sih yang kita mau selesaikan faktanya dia punya sertifikat," ujar Edi.

Ia menargetkan tahun ini permasalahan tersebut bisa terselesaikan.

"Kalau bisa tahun ini, sulitnya itu gini selama tanahnya belum selesai ngaret jadinya kalau konstruksinya cepat," tutupnya.

Sumber : detik, 18.07.16.

[English Free Translation]
After the Port of Tanjung Priok in North Jakarta, incorporating rail network with the port, PT Kereta Api Indonesia (Persero) or PT KAI will build a rail link to the Port of Tanjung Mas, Semarang. Soon.