Selasa, 31 Maret 2015

[KG-089/2015] KALOG : Integrasi Jaringan Logistik Nasional

SuRaBaYa: Industri logistik nasional tengah diuji banyak hal saat ini. Disamping harus menuntaskan program kerja pengurus, di lapangan masih banyak hal yang belum cocok dengan kebijakan pemerintah. Jadi ya gitu deh. Barang terlambat distribusi dan otomatis biaya meningkat / bertambah.

Ulasan demi ulasan perihal isu logistik sudah pernah didengungkan. Mana yang pas, belum pernah disampaikan secara jelas, ya paling pol "digantung" begitu saja dan ditinggal kabor xi xi xi. Semoga di era sekarang gak sekonyol dulu. 

--- quote ---

(artikel) Mengintegrasikan Jaringan Logistik Indonesia

Dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat, maka peran transportasi memegang kunci utama dalam memberikan kemudahan akses kepada para pelaku bisnis di dalam negeri.

Dalam beberapa diskusi ditemukan fakta bahwa harga-harga bahan pokok di Papua memiliki nilai jual berkali-kali lipat dibandingkan di pulau Jawa. Ternyata, salah satu penyebab tingginya harga barang tersebut karena jalur transportasi yang belum terkoneksi.

Di Papua utamanya, jalan-jalan belum tersambung dari kota yang satu ke kota yang lain, jalur kereta api belum terbangun sehingga satu-satunya harapan untuk mencapai kota-kota di Papua kebanyakan menggunakan penerbangan perintis dengan biaya yang tinggi.

Inilah yang menyebabkan begitu mahalnya harga barang-barang di Papua. Dari penjelasan tersebut, dapat terlihat bahwa jaringan transportasi logistik memberikan peranan vital dalam membangun kejayaan industri di dalam negeri.



Dalam sejarah transportasi logistik, khususnya di pulau Jawa dan Sumatera, didominasi oleh kendaraan truk dengan berbagai ukuran. Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah berfikir keras dalam mengatasi masalah kemacetan dan perbaikan jalan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Menteri Perhubungan dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa salah satu cara untuk menurunkan biaya logistik di tanah air adalah dengan cara mengembangkan moda transportasi kereta api (KA) yang terkoneksi dengan bandara dan pelabuhan.

Dalam menunjang program tersebut, maka pada masa pemerintahan Presiden Jokowi, Kemenhub sudah menetapkan anggaran untuk membangun jaringan jalur kereta api sepanjang 3.258 KM, meningkatkan jumlah pelabuhan dan bandara yang dapat diakses oleh KA, menambah jumlah kota yang menerapkan angkutan massa berbasis jalan rel, serta pembangunan sarana kereta api perintis.

Selanjutnya disampaikan pula bahwa berdasarkan data Kemenhub, sampai bulan Maret 2015 ini, baru terdapat 2 (dua) bandara yaitu Adi Sucipto, Yogyakarta dan Kuala Namu, Medan yang telah terkoneksi dengan jalur KA, dari rencana penambahan sebanyak 13 bandara di periode kepemimpinan Presiden Jokowi.

Hal yang sama juga terjadi pada pelabuhan, dimana saat ini sudah terkoneksi 5 (lima) pelabuhan dari rencana total 25 pelabuhan yang sudah terkoneksi selama ini namun belum juga terwujud.  Salah satu pelabuhan yang akan segera diluncurkan adalah terminal peti kemas Tanjung Perak Surabaya (TPS) melalui kerjasama dengan KALOG.

Rencananya, peluncuran perdana KA angkutan barang KALOG akan diresmikan dan disaksikan oleh Menteri Perhubungan pada April 2015 mendatang. Kerjasama yang pertama ini merupakan tonggak sejarah bagi Republik Indonesia bahwa mengintegrasikan jaringan logistik bukan lagi sebuah angan-angan.

Tapi merupakan sebuah kenyataan yang menarik di tengah gonjang-ganjing ekonomi yang sedang menggoyang kurs Rupiah kita. Selanjutnya, KALOG pun tengah merencanakan Container Yard Sungai Lagoa (CY SAO) untuk dapat difungsikan sebagai salah satu pintu masuk ekspor dan impor barang di Pulau Jawa ini.

SAO saat ini memiliki akses langsung ke Bandung dan Surabaya, sehingga pengiriman barang ke Surabaya (Terminal Barang Kalimas) akan dapat dicapai dalam waktu 1 malam saja. Fakta ini seharusnya dapat menurunkan waktu transportasi logistik yang apabila melalui jalur darat maupun laut akan membutuhkan waktu lebih dari 3 hari.

Apabila konsep yang dicanangkan oleh Menhub ini dapat terlaksana, rasanya kita sebagai pengguna kendaraan bermotor dapat melintas jalur-jalur lintas Sumatera, pantura Jawa dan jalan-jalan tol di Jakarta dengan lebih nyaman, dikarenakan jumlah truk-truk besar tidak lagi sebanyak saat ini.

Selain itu, pemerintah pun dapat memiliki ruang fiskal yang lebih baik untuk mengalihkan dana pemeliharaan jalan menjadi pembangunan daerah-daerah yang masih tertinggal. Konsep besar ini patut kita dukung, dorong dan doakan untuk segera terealisasi dalam waktu dekat ini. SEMOGA.

Oleh: Dr. Erwin Suryadi, ST, MBA - VP Quality Assurance & Internal Control PT KALOG. 

--- unquote ---

Sumber : KALOG / Kredit Foto - Diagram : ebizzasia, slideshare.

[English Free Translation]

National logistics industry is being tested a lot of things today. Besides the need to complete the management work program, in the field are still many things that do not fit with government policy. Goods distribution’s late and extra charges increase. The solution : integrated logistics.

Senin, 30 Maret 2015

[KG-088/2015] Mutasi Di Lingkungan PT Kereta Api Logistik

JaKaRTa: Rotasi lagi, mutasi lagi, pindah lagi. Itu sayup-sayup keluh kesan maupun tanggapan yang muncul akibat pendeknya waktu yang diberikan. Namun kita yakin, manajemen memiliki naluri dan insting yang kuat untuk bisa melakukan perubahan yang dikehendaki.

Buktinya, pemberitahuan dibawah ini. Efektif per tgl 01/04/15 terdapat beberapa mutasi di lingkungan PT Kereta Api Logistik (KALOG) dengan detil sbb :

1) Yang Sulastri Indahyuni, Supervisor Non Container pada Divisi Komersial sebagai Supervisor Administrasi Terminal Barang Gedebage,

2) Boni Hendratno, Kepala Cabang BHP Kurir Jakarta Gudang, Jakarta Kota dan Tanjung Priuk sebagai Asisten Manager Operasional Terminal Barang Sungai Lagoa,

3) Supriyanto, Kepala Cabang BHP Kurir Malang sebagai Kepala Cabang BHP Kurir Semarang,

4) Febyyanti Dwi Cahyani, Staf Administrasi & Keuangan Terminal Barang Kalimas sebagai Kepala Cabang BHP Kurir Surabaya Pasar Turi dan Surabaya Kota,

5) Kristin Wahyu Irawaty, Staf Administrasi Cabang BHP Kurir Surabaya Pasar Turi sebagai Staf Administrasi Terminal Barang Kalimas,

6) Nanda Yuswanda, Kepala Cabang BHP Kurir Bandung sebagai Kepala Cabang BHP Kurir Jakarta Gudang, Tanjung Priok, dan Jakarta Kota,

7) Danies Pratio, Kepala Cabang BHP Kurir Surabaya Pasar Turi dan Surabaya Kota sebagai Supervisor Perwakilan, Agen & Customer Care pada Divisi BHP Kurir,

8) Toyibudin, Deputy General Manager BHP Kurir pada Divisi BHP Kurir sebagai Deputy General Manager pada JO Bumi Kalog di Surabaya,

9) Ruhara Agus Mulyono, Deputy General Manager pada JO Bumi Kalog di Surabaya sebagai Manager Sales pada Divisi Komersial,

10) Siti Astriana Angreni, Manager Anggaran & JO pada Divisi Keuangan & Akuntansi sebagai Manager General Affair pada Divisi Corporate Services,

11) Khojinudin, Kepala Cabang BHP Kurir Semarang sebagai Kepala Cabang BHP Kurir Malang, dan

12) Agus Rindanisani, Account Executive/ Salesman sebagai Kepala Cabang BHP Kurir Bandung.

Pfffuih, banyak juga ya. Tapi gpp sih kalo demi perbaikan yang hendak dicapai. Tetap semangat KALOGers dan Bravo !

Sumber : KALOG.

[English Free Translation]

Effective as of April 1st, PT Kereta Api Logistik (KALOG) made a big overhaul in the managerial and staffs level, as a refresher in the organization. Details as attached / above. To be honest, this is not April Mop. This is true !

Minggu, 29 Maret 2015

[KG-087/2015] Tampilan Anyar Museum KA : “I Ambarawa”

aMBaRaWa: Kesan tak terawat apalagi kumuh, lambat laun mulai terkikis. PT Kereta Api Indonesia (Persero) sejak pak Mandor (sebutan khas Ignasius Jonan) memimpin perusahaan berjuluk "ular besi" ini memang gak main-main. Ditambah lagi eksistensi divisi Heritage, wuiiih maknyuuus dan top markotop deh kerjanya.

Bukti pertama yakni penataan gedung lawas Lawang Sewu di kota Semarang. Gak usah diragukan lagi. Monggo mampir klo ‘ndak percaya juga. Kini yang lagi beres-beres dan akan terus disempurnakan yaitu Stasiun & Museum KA Ambarawa. Emang ada apa gitu ?

Dari judulnya aja, stasiun ya pastinya ada kegiatan kereta api masuk dan keluar stasiun walau cuma kereta wisata kayu "djaman baheula" tapi justru itu yang diminati wisatawan lokal maupun mancanegara. Plus kini ditambahi penyempurnaan disana-sini agar nanti pengunjung yang datang dibawa ke alam lain (nuansa djaman doeloe).



Arsitektur stasiun asli, lokomotif yang "dihidupkan" kembali di museum, nuansa alami pepohonan dipadukan dengan lahan minimalis. Kunjungan terbaru kami ke Stasiun & Museum Ambarawa adalah Sabtu 27/03/15. Kesan : tambah hari tambah ayu, begitulah kalo kita menggoda seseorang buat datang dan dijamin gak bakal nyesel juga.

Omong punya omong nih. Sebelumnya terpikirkan bahwa bangunan stasiun Ambarawa mirip sosok “Naga” yang meliuk-liuk (3 bangunan yang ada melambangkan : kepala naga, badan naga dan ekor naga). Simak dan pelajari bentuk kepala naga yang dilengkapi dengan 2 buah mata (dimaknakan dengan 2 buah loket) dan susuri hingga bagian ekornya. Mirip ? Tergantung persepsi setiap orang sih.


Naga merupakan hewan khayalan, baik di Tiongkok maupun negeri lainnya. Namun sosok Naga dipercaya bisa mendatangkan rejeki bagi yang mempercayainya. Menurut legenda dalam masyarakat Cina, naga adalah hewan ajaib. Badan naga menggabungkan lebih sembilan jenis hewan, yaitu badan ular, tanduk rusa, hidung lembu, sisik buaya, mulut singa, mata harimau, kuku burung helang, kepala kuda, dan ekor ikan.

Lantas, kini terpikirkan jika melihat struktur bangunan lemari besi yang ada gambar seekor burung dikisah masa lalu, seakan ada "pintu rahasia" ke bagian lain. Stasiun bisa diibaratkan mirip bangunan kapal selam berdasarkan pembagian ruangan. Ruangan komando di bagian dilengkapi dengan simbol pendulum (simbol lampu gantung yang masih hilang dan belum diketemukan), nah disitulah periskop dipasang. U-boat kah ?


Ingat struktur kapal selam ? Bayangkan apa yang ada dibawah bangunan stasiun Ambarawa ? Mereka-reka struktur bangunannya aja ada di lokasi lembah tetapi diurug dengan tanah dari Gunung Tidar (cerita para sepuh setempat dan hasil test lab tanah di lokasi stasiun dicocockkan dengan tanah di daerah Gunung Tidar). So ada apa ya dan apa isi perut stasiun Ambarawa ?

Misteri besar ini tidak bisa dibuktikan dalam waktu dekat tetapi suatu hari, bisa jadi akan terkuak sejarah besar yang terpendam didalam sana. Sekarang kita masih mereka-reka dan berhipotesa. Tinggal menunggu waktu pembuktian. Jujur ini bukan sekedar plesiran tetapi kita tengah merangkai sebuah teka-teki besar. Sssst, ada yang bilang "ngayal loe". Gpp. Tetap optimis dan konsisten aja. Gagal jadi Indiana Jones, minimal mirip Dora The Explorer he he he.

Sekali lagi, terima kasih buat pak Tri yang sudah membuka nuansa baru lagi di hari Sabtu yang meriah (padahal cuma berdua ngobrol di stasiun) hi hi hi. Ikuti liputannya dan yang mbantu ambil foto langsung pak KS loh. Suatu kehormatan tersendiri. Maklum kalo nglencer biasa sendirian jadi repot pada saat mo foto selfie. Tapi sekarang klop waktunya.

Liputan sebelumnya tentang Ambarawa, silahkan baca [KG-001/2015] Pembukaan Jalur KA Kedungjati - Tuntang Tahun Ini – edisi 01 Januari 2015, [KG-357/2014] Akhir Tahun Di Ambarawa – 31/12/14 – edisi 31 Desember 2014, [KU-353/2014] Asal Mula Kota AMBARAWA - edisi 27 Desember 2014, [KU-351/2014] Kereta Uap Ambarawa, Lorong Waktu Menuju Masa Lalu – 25 Desember 2014, [KG-340/2014] Ambarawa Amazing Bingitz ! (edisi cangkru'an) – Minggu, 14 Desember 2014,  [KG-339/2014] Ambarawa Amazing Bingitz ! (edisi renovasi)  - Sabtu, 13 Desember 2014, [KU-287/2014] Gaet Belanda, Museum KA Ambarawa Akan Jadi Yang Terbesar di Asia – Minggu, 19 Oktober 2014 dan [KG-279/2014] Amazing Ambarawa ! – Sabtu, 11 Oktober 2014.  .

Enjoy.

Sumber : Langsung (Live) / Foto : RAM - Tri Prastiyo.

[English Free Translation]

Watch the latest appearance of the station and museum Ambarawa. You will be amazed to see the charm of Indonesian railway history in the past. You Are YOU, I Am-barawa.

Kamis, 26 Maret 2015

[KG-085/2015] Progress Report Terminal Srengsem, Lampung

JaKaRTa: Selasa 24/03, bertempat di ruang belajar dipo lok TNK  Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Logistik (KALOG) mengadakan expose progress report terkait Pengembangan Terminal Srengsem, dan progres Pengurusan Perijinan TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) Srengsem, Lampung.

Konsultansi dilakukan oleh PT BKE dan penyusunan DED oleh PT Dinamika. Hadir dalam acara tersebut Dirbangus PT KALOG, VP SDR III.2 TNK, Konsultan PT BKE (Buana Konsulindo Enginering), Konsultan PT Dinamika Konsultan Mandiri, Komisaris dan Management PT TBIS (Terminal Batubara Internasional Srengsem)  serta para Manager dan JMI terkait Subdivre III.2 TNK.

Usai mengadakan expose, Dirut PT KALOG beserta rombongan didampingi VP SDR III.2 TNK dan jajaran meninjau lokasi di pelabuhan Srengsem. Alokasinya nanti bakal dipakai untuk angkutan batubara agar bisa langsung naik ke kapal besar (mother vessel). Siiip.

Dokumentasi terlampir.


Sumber : CorComm PT KAI SDR 3.2 TNK.

[English Free Translation]

Tuesday, March 24th, located in TNK locomotive depot classroom, Managing Director (CEO) of PT Kereta Api Logistik (KALOG) held a progress report related with Srengsem Terminal Development and TUKS port licensing in Lampung.

Rabu, 25 Maret 2015

[KG-084/2015] Uji Coba Loko Masuk TPS – 25/03/15

SuRaBaYa: Sesuai perencanaan awal, tgl 25/03 akan mengadakan uji coba kearah pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 SB menyiapkan 1 (satu) unit loko dan 2 (dua) buah GD, satunya dimuati kontainer, satu lagi kosong.

Pagi hari sebelum acara uji coba dilaksanakan, diadakan pertemuan di kantor Otoritas Pelabuhan (OP). Membahas persiapan menjelang hari peresmian dan juga menyiapkan rencana-rencana lain sebagai opsi piliha seandainya terjadi sesuatu hal yang tidak terduga.

Peserta uji coba siang ini cukup lengkap. Selain dari Dishub dan LLAJ, PT KAI Daop 8 SB termasuk KSB KLM dan staf, Manager Terminal, perwakilan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), aparat kepolisian, perwakilan PT Kereta Api Logistik (KALOG) serta JO BUMIKALOG.

Tepat jam 13.00 kereta api (KA) bergerak dari Stasiun Kalimas (KLM) menuju pelabuhan, melewati area pemukiman di Prapat Kurung dan jalan raya Perak Barat dan Perak Timur. KA sempat berhenti karena ada aliran kabel yang melintang sehingga menjadi catatan pihak PT KAI untuk menyelesaikan isu tsb.

Ramenya lagi, ditengah perjalanan hujam rintik-rintik menemani acara uji coba dan KA yang juga membawa awak media, khawatir bakal hujan deras. Perkiraan menjadi kenyataan saat KA tiba di area TPS – seberang kantor Karantina.

Usai uji coba, KA kembali ke Stasiun KLM, dilanjutkan dengan press conference yang dihadiri awak media cetak dari detik, JPNN dan lain-lain. Saat KA kembali ke KLM, cuaca kembali mendung namun berangsur cerah. Syukur Alhamdulillah mancarli.


Rujukan lainnya, monggo dibaca : [KG-083/2015] Progress Report KA Pelabuhan, [KG-078/2015] PT KALOG Promosikan Angkutan KA Pelabuhan, [KG-066/2015] Dirut PT KALOG + Dirut PT KAI Sidak Persiapan KA Pelabuhan, [KG-064] Kunker Diropsar PT KALOG + Prospek Rel KA Masuk TPS. [KG-062/2015] Revitalisasi Jalur KA Ke Terminal Petikemas Surabaya , [KA-049/2015] MoU Pelindo III Tg Perak Dengan PT KAI Daop 8 SB, [KG-026/2015] Dirut KALOG Kunjungan Kantor OP + TTL, [KG-003/2015] Kunjungan Lanjutan Ke TPS – 02/01/15 dan [KG-315/2014] Kunjungan KALOG Ke Terminal Petikemas Surabaya (TPS).


Sumber : KALOG / Foto : RAM – Egie Komar.

[English Free Translation]
Referring initial plan on March 25th, there will be a trial test for railway transport to the port of Tanjung Perak, Surabaya. This is part of cooperation between PT KALOG and PT TPS. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 SB prepare one (1) unit of the locomotive and two (2) flatcars, one loaded with FULL container, one more empty. Congrats !

Selasa, 24 Maret 2015

[KG-083/2015] Progress Report KA Pelabuhan



SuRaBaYa: Suara diluaran sana, mulai riuh rendah. Namun PT Kereta Api Logistik (KALOG) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sudah merajut tali kasih sehingga berniat memuluskan kerangka kerjasama yang sudah disiapkan untuk mewujudkan pengoperasian kereta api (KA) pelabuhan dalam waktu dekat.

Yang dimaksud KA Pelabuhan yaitu membawa kontainer reefer langsung dari pelabuhan TPS, dengan menggunakan moda KA dan rangkaian siap di sisi lokasi dekat kantor Karantina. Usai pemeriksaan karantina dan mendapat persetujuan Bea Cukai (BC), kontainer reefer bias dimuat dan siap berangkat.

Artinya, bagi Customer akan ada penghematan waktu & biaya. Bila selama ini dari CY dibawa ke kantor karantina (di dalam maupun luar), usai dicek kontainer kemudian dibawa ke stasiun KA terdekat, dalam hal ini Kalimas, lalu menunggu proses pemuatan / loading activities. Intinya, bisa mengurangi biaya mel-melan, haulage dan penempatan petugas khusus.

Yang ingin diharapkan, Customer mendapat manfaat langsung berupa kemudahan pelayanan dan biaya lebih kompetitif. Untuk mewujudkan hal tsb, sekali lagi tim gabungan dari Otoritas Pelabuhan (OP), BC, TPS, KALOG dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan pengecekan lapangan pada hari Kamis 20/03 dan Jumat 21/03 lalu.

Acara ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) dan ditakukan oleh Direktur Utama TPS dan KALOG di torpus PT TPS. Mari kita sukseskan dan optimalkan fasilitas yang sudah dijajaki sejak akhir tahun 2014 lalu. Harapannya, layanan angkutan KA yang mengusung konsep "simple, effective, efficient", bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna jasa KA.

Rujukan sebelumnya, terkait isu KA pelabuhan, silahkan baca : [KG-078/2015] PT KALOG Promosikan Angkutan KA Pelabuhan, [KG-066/2015] Dirut PT KALOG + Dirut PT KAI Sidak Persiapan KA Pelabuhan, [KG-064] Kunker Diropsar PT KALOG + Prospek Rel KA Masuk TPS. [KG-062/2015] Revitalisasi Jalur KA Ke Terminal Petikemas Surabaya , [KA-049/2015] MoU Pelindo III Tg Perak Dengan PT KAI Daop 8 SB, [KG-026/2015] Dirut KALOG Kunjungan Kantor OP + TTL, [KG-003/2015] Kunjungan Lanjutan Ke TPS – 02/01/15 dan [KG-315/2014] Kunjungan KALOG Ke Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Oh ya, peresmian KA pelabuhan ini direncanakan tgl 07/04 dan menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang ada. Akan di-update bila ada perkembangan terkini. Ciao.

Dokumentasi terlampir.




Go get 'em !

Sumber : KALOG / Foto : Didik H - Egie Komar.

[English Free Translation]
Friday, March 21st, the signing of cooperation agreements between PT Kereta Api Logistik (KALOG) and PT Terminal Container Surabaya (TPS) has been done at the TPS H.Q. Other preparations still continue doing so.