Friday, July 31, 2020

[KU-213/2020] Agustus 2020, Kereta Api Bandara Medan-Kualanamu Kembali Layani Penumpang

indopos.co.id – PT Railink akan kembali mengoperasikan secara bertahap Kereta Api Bandara Kualanamu Medan, mulai hari Sabtu (1/8/2020). Dengan penyesuaian jadwal keberangkatan menjadi 10 perjalanan dalam satu hari dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Plt Direktur Utama PT Railink Mukti Jauhari mengatakan pengoperasian kembali Kereta Api Bandara ini tetap diikuti dengan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat.

Mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian corona virus disease (Covid19) dan Surat Edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020 Tanggal 8 Juni 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

“KA Bandara sudah mempersiapkan layanan yang lebih prima ditatanan normal yang baru. Seperti, penerapan protokol kesehatan bagi seluruh petugas Kereta Api Bandara, penyemprotan cairan disinfektan secara berkala, penempatan wastafel, hand sanitizer, menyediakan sabun cuci tangan di dalam toilet KA Bandara dengan tujuan untuk mengurangi potensi penyebaran virus Corona (Covid-19),” ujarnya dalam keterangan persnya Kamis (30/7/2020).

Adapun calon penumpang, pendamping, atau pengunjung Kereta Api Bandara, wajib menggunakan masker saat berada di area stasiun maupun didalam perjalanan Kereta Api Bandara.

Kemudian wajib menjaga jarak minimal satu (1) meter atau mengikuti tanda/marka yang tersedia dengan penumpang lainnya atau petugas. Penumpang dengan suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat Celcius tidak diperkenankan naik Kereta Api Bandara.

Jika tidak memenuhi ketentuan, penumpang tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan menggunakan Kereta Api Bandara.

Lebih lanjut Mukti mengatakan, tiket Kereta Api Bandara tersedia di seluruh kanal penjualan tiket.

“Baik itu online maupun secara offline dimasing-masing stasiun dengan harga tiket Rp50 ribu dan selama masa promo di Agustus ini, tidak ada pengembalian tiket terkecuali bagi penumpang yang tidak memenuhi ketentuan selama masa adaptasi kebiasaan baru,” pungkasnya.(dai) 

Sumber : indopos, 30.07.20 / Foto : Dream.co.id.

[English Free Translation]

PT Railink will gradually return to operate the Medan Kualanamu Airport Train, starting on Saturday (August 1, 2020). By adjusting the departure schedule to 10 trips a day and implementing strict health protocols.

Thursday, July 30, 2020

[KU-212/2020] Dampak Penerapan PSBB, Pendapatan PT KAI Anjlok di Semester I - 2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kerugian sebanyak Rp 1,39 triliun dalam periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2020. Kinerja KAI tertekan seiring dengan berbagai kebijakan yang ditempuh untuk membendung penyebaran virus corona, mulai dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga kewajiban surat izin keluar masuk (SIKM) bagi penumpang.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Kamis (30/7), pendapatan KAI anjlok 39% menjadi Rp 7,41 triliun per akhir Juni 2020. Pendapatan utama dari angkutan dan usaha lainnya turun 37% menjadi Rp 7,27 triliun.

Selain itu, pos pendapatan keuangan juga mencatat penurunan tajam, dari Rp 211,42 miliar menjadi tinggal Rp 48,46 miliar atau turun 80% secara tahunan. Secara umum, seluruh beban mengalami penurunan, mulai dari beban pokok hingga beban usaha. Kendati demikian, beban yang lebih besar ketimbang pendapatan membuat KAI menderita kerugian.

Total kerugian yang bisa diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 1,39 miliar, berbalik dari keuntungan Rp 1,16 triliun per akhir Juni 2019. Alhasil kinerja profitabilitas KAI berbanding terbalik secara tahunan.

Di sisi lain, neraca KAI tidak mengalami perubahan signifikan. Total aset mencapai Rp 44,49 triliun. Dari pos aset, liabilitas naik tipis 4% menjadi Rp 26,11 triliun. Adapun pos kas setara kas mencapai Rp 2,67 triliun.

Sumber : Kontan, 30.07.20.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) recorded a loss of Rp 1.39 trillion in the six-month period ending June 30, 2020. KAI's performance was depressed in line with various policies taken to stem the spread of the corona virus, ranging from large-scale social restrictions (PSBB) to passage and exit permit (SIKM) obligations for passengers.

Wednesday, July 29, 2020

[KU-211/2020] Ini Tren Pekerjaan Di Era New Normal Menurut Microsoft

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dengan pandemi COVID-19 mengubah kehidupan kita sehari-hari, Microsoft, bekerja sama dengan TechRepublic Premiummenganalisis dampak pandemi terhadap gaya kerja, operasi bisnis, dan bagaimana situasi ini telah mempercepat peningkatan adopsi teknologi secara keseluruhan, mewujudkan cara kerja baru untuk new normal (adopsi kebiasaan baru).


Melalui studi penelitian kualitatif, whitepaper yang berjudul "Transitioning Asia-Pacific to a New Normal of Work" memberikan para pemimpin bisnis dan thought leaders di berbagai industri - perbankan, kesehatan, pendidikan, telekomunikasi, penelitian, dan konsultasi profesional – kesempatan untuk berbagi wawasan mereka tentang bagaimana budaya organisasi di Asia-Pasifik berkembang ke paradigma kerja baru.

“Ketika berbagai belahan dunia dilanda COVID-19, kehidupan dan pekerjaan berubah dalam sekejap bagi semua orang,” kata Kady Dundas, Head of Marketing, Microsoft Teams, Microsoft Corp. 

“Tiba-tiba kami beralih dari bekerja di ruang konferensi di kantor ke ruang keluarga di rumah, dan kini sangat tergantung pada video. Kami sekarang memiliki sekitar 200 juta peserta meeting setiap hari, ini setara dengan 4,1 miliar meeting minutes.  Poin-poin data tersebut menunjukkan pergerakan yang luar biasa ke kebijakan bekerja jarak jauh,” katanya dalam keterangan resminya Rabu (29/7/2020).

Teknologi membantu

Di tengah pandemi, riset Microsoft menemukan berbagai organisasi bisnis memprioritaskan adopsi teknologi untuk memungkinkan lingkungan kerja jarak jauh dan transformasi bisnis secara keseluruhan, tapi perubahan itu tidak didorong teknologi saja.

"Sisi teknologi relatif mudah," kata Dr Joseph Sweeney, IBRS Advisor and Future of Work Expert. “Ketika COVID-19 mulai menyebar dan semua orang harus mulai bekerja dari rumah, Microsoft Teams adalah aplikasi yang jelas dan alami untuk digunakan. Solusinya sudah ada dan akrab bagi siapa saja yang menggunakan Microsoft Office 365. Penggunaannya langsung meroket. "

Perubahan pola pikir yang drastis berperan mendorong organisasi untuk memikirkan kembali cara-cara bekerja, bagaimana individu, kelompok, dan manajer berinteraksi satu sama lain. Perubahan manajemen juga perlu menyesuaikan dengan pekerjaan new normal ini dan memantau dampak emosional dari perubahan tersebut.

"Sering kali keengganan untuk mengizinkan pekerjaan jarak jauh berkaitan dengan konsep yang sudah ketinggalan zaman tentang perlunya manajer mengelola karyawannya secara langsung. Misalnya, Anda harus bisa 'melihat' orang untuk memastikan mereka melakukan pekerjaannya," kata Sarah Kaine, Associate Professor, Management Discipline Group and Core Member, CBSI - Centre for Business and Social Innovation, University of Technology, Sydney.

Beberapa tren baru yang perlu diwaspadai oleh organisasi bisnis pada saat mereka merencanakan pekerjaan new normal tersebut meliputi: Pertamarisiko burn out. Perusahaan harus memperhatikan persepsi baru tentang availability atau jadwal kerja. 

Menurut Joe Sweeney, IBRS Advisor dan Future of Work Expert, satu respons umum dari para pekerja adalah "bekerja lebih  eras tanpa henti." Mereka yang sudah mulai bekerja dari rumah menerima panggilan dari bos mereka hingga larut malam, menggarisbawahi kebutuhan untuk membuat batas-batas untuk komunikasi di luar jam kerja.

Kedua,  kekhawatiran perkembangan karir. Organisasi bisnis perlu menilai kembali bagaimana kinerja dapat diukur. Alat kolaborasi bisa mengukur aktivitas tapi bukan nilai yang diberikan seseorang kepada perusahaan. Organisasi bisnis sekarang menyadari bahwa para "introvert" bisa bekerja dengan baik saat bekerja dari rumah, sedangkan para ekstrovert, yang dulunya "pemain bintang" di kantor, tidak lagi menjadi pusat perhatian.

Ketigaperlunya fleksibilitas dan empati. Penelitian menemukan bahwa hampir setengah (47 persen) orang yang bekerja dari rumah melaporkan gangguan di rumah sebagai tantangan. Organisasi serta manajer dan tim harus ikut membantu para karyawan untuk menciptakan lingkungan yang bebas gangguan. tetapi juga lebih fleksibel dalam pengiriman pekerjaan serta berempati dengan tantangan orang untuk bekerja dari rumah.

Keempat, pelatihan dan kesiapan teknologi - Saat teknologi menjadi kebutuhan pokok bagi karyawan, pelatihan harus terus dilakukan guna membuka potensi penuh dari perangkat keras dan lunak. “Ada yang menolak perubahan - biasanya para petinggi, karena mereka tidak pernah perlu belajar cara menggunakan teknologi. Mereka selalu memiliki dukungan tim TI di kantor ketika mereka membutuhkannya,” kata Dr. Nitin Paranjape, CEO and Founder, MacOffice Services PrivateLimited dari India.

Kelimamemasukkan unsur sosial. Organisasi bisnis juga perlu fokus pada kebijakan dan budaya perusahaan daripada penggunaan teknologi saja. Microsoft Work Trend Index3 yang dirilis pada bulan April 2020 mencerminkan interaksi manusia secara berkelanjutan - jumlah orang yang menggunakan video pada rapat Microsoft Teams meningkat dua kali lipat dengan bekerja dari rumah. Selain memungkinkan konferensi video, perusahaan perlu menemukan cara untuk mendorong inovasi, ide kreatif, dan persahabatan untuk membuat karyawan merasa sebagai bagian yang dihargai dalam
organisasi.

"Di Indonesia, sekarang sudah biasa melihat anak-anak atau hewan peliharaan tiba-tiba muncul di pertemuan virtual," kata Wahjudi Purnama, Business Group Lead, Modern Work, Microsoft Indonesia. “Keluarga sangat penting dan saya percaya kita semua mengakui tantangan-tantangan pada saat bekerja dari rumah. Sebagai perusahaan, kami berusaha untuk berempati untuk kebutuhan karyawan dan berusaha untuk memberikan work-life balance yang baik."

Pada panggilan penghasilan FY20 Q4 Microsoft4 yang melaporkan peningkatan pendapatan 6 persen dalam Produktivitas dan Proses Bisnis tahun fiskal ini, Satya Nadella, Chief Executive Officer Microsoft menyatakan, “Lima bulan terakhir telah menunjukkan bahwa intensitas teknologi adalah kunci ketahanan bisnis. Organisasi yang membangun kemampuan digital mereka sendiri akan pulih lebih cepat dan muncul dari krisis ini lebih kuat. "

Tidak diragukan lagi, COVID-19 telah mempercepat transisi ke cara bekerja baru dan mengasah fokus pada inovasi di seluruh Kawasan Asia Pasifik. Pada saat yang sama, lingkungan sosial dan budaya memiliki dampak yang cukup besar bagaimana organisasi bisa merangkul norma kerja yang baru.

Ada beberapa organisasi yang masih dalam proses menyelaraskan kepada protokol pemerintah nasional terhadap perubahan gaya pekerjaan. Hidekazu Shoto, Guru Innovative English and Information and Communications Technology (ICT), Ritsumeikan Primary School di Jepang berbagi bagaimana sekolahnya harus menemukan cara untuk menanggapi perubahan lingkungan peraturan di sekitar pekerjaan yang telah dilaksanakan pemerintah.

“Kami baru saja memulai sistem waktu kerja baru, untuk mengikuti undang-undang ketenagakerjaan baru di Jepang. Mengingat ini, dan keadaan masing-masing guru di rumah, kami harus memikirkan cara fleksibel untuk mematuhi peraturan-peraturan ini,” kata Hidekazu Shoto.

Di negara-negara di mana perjalanan antara rumah dan kantor cukup jauh, organisasi bisnis akan menemukan lebih banyak karyawan yang ingin bekerja dari rumah. "Seruan ini seiring dengan kenyamanan para profesional dalam mengatur waktu mereka sendiri," kata Andy Khoo, Maybank Head of Customer Experience, di Singapore. “Tidak tersedianya banyak transportasi serta waktu yang dihabiskan di jalan - terutama di negara-negara seperti Indonesia, Thailand dan India, berarti perjalanan pulang pergi bisa memakan waktu yang banyak. Di negara lain, seperti Singapura, permintaannya karena para karyawan menyadari mereka bisa lebih produktif kalau bekerja dari rumah."

Sementara itu, negara-negara dengan real estate mahal - seperti Australia dan Singapura - akan menemukan manfaat finansial dalam transisi ke model di mana ruang kantor dibagikan antara karyawan yang menghabiskan sebagian waktu di kantor, dan sebagian lagi bekerja dari rumah.

Pendekatan hibrida pekerjaan yang baru ini mencerminkan bagaimana garis pekerjaan dan kehidupan pribadi mulai buram. Indeks Tren Kerja kedua Microsoft5 menemukan bahwa di luar jam kerja 9 pagi - 5 sore, chat Microsoft Teams di luar hari kerja biasa (dari 8-9 pagi dan 6-8 malam) telah meningkat lebih dari waktu lainnya sepanjang hari, antara 15% dan 23%. Pekerjaan akhir pekan juga melonjak – chatting dengan tim pada hari Sabtu dan Minggu meningkat lebih dari 200%.

Untuk meningkatkan kinerja tempat kerja di masa depan, organisasi bisnis perlu mempercepat proses pengembangan kebijakan yang memungkinkan individu bebas dari standar jam 9.00 hingga 17.00, menetapkan ekspektasi yang wajar mengenai ketersediaan mereka pada jam kerja dan meninjau ulang indikator kinerja.

Alicia Tung, Chief Operating Officer, Great Place to Work Institute di Tiongkok, mengatakan, "Kalau menyangkut emosi (di perusahaan), kita belum bisa mengukur, tapi prosesnya sudah mulai. Dalam waktu sepuluh tahun, jika saya boleh membuat prediksi, sekitar organisasi bisnis akan memilikih 60-40% dalam hal bekerja di kantor dibandingkan dengan bekerja dari jarak jauh."

Para pemimpin bisnis harus meninjau kembali fokus mereka pada kebijakan perusahaan yang memungkinkan strategi keamanan yang kuat dan kolaborasi yang efektif. Karena dengan berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai wilayah, langkah selanjutnya berfokus pada kebijakan ini pekerjaan hibrida di new normal.

Editor: Dadan M. Ramdan.

Sumber : Kontan, 29.07.20.

[English Free Translation]
With a COVID-19 pandemic transforming our daily lives, Microsoft, in collaboration with TechRepublic Premium, analyzes the impact of pandemic on work style, business operations, and how this situation has accelerated the improvement of overall technological adoption, manifesting new ways of working for new normal (adoption of new habits).

Tuesday, July 28, 2020

[KU-210/2020] Jelang Iduladha, Angkutan Barang KAI Tumbuh 15 Persen


Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jelang Iduladha permintaan layanan antar untuk logistik meningkat sebesar 15 persen melalui layanan Rail Express.

VP Public Relations PT KAI Joni Martinus mengatakan hal tersebut dikarenakan tarifnya yang lebih murah dan sudah menjangkau sebanyak 60 stasiun di Pulau Jawa.

“Iya selama menjelang idul adha ini berbagai macam bisa dari barang yang sifatnya hantaran ya paket kemudian juga kebutuhan pokok misalnya telur kemudian juga buah-buahan dari akumulasi dari semua itu sekitar 15 persen,” katanya, Senin (27/7/2020).

Joni menjelaskan KAI juga sebetulnya menyediakan angkutan hewan tetapi tingkat permintaannya tidak begitu tinggi dan saat ini lebih banyak melayani untuk kebutuhan logistik.

“Kami mengakomodir semuanya ya cuma sementara ini belum ada orang yang kayak ngirim kambing gitu,”imbuhnya.

Sebelumnya layanan logistik dari stasiun ke stasiun milik KAI mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 73 persen pada Juni 2020 dibandingkan dengan pada Mei 2020 dari 6.103 ton menjadi 10.581 ton barang ritel.

KAI akan mengenakan tarif minimal 5 kg, kecuali untuk angkutan motor dihitung berdasarkan kapasitas CC. Saat ini Layanan Rail Express mencakup hampir semua jenis barang retail di antaranya paket, motor, produk UMKM, e-commerce, bahan pangan, dan lainnya.

Khusus untuk bahan pangan, Rail Express melayani pengiriman bahan pokok, biji-bijian, buah, hewani, makanan olahan, rempah-rempah, sayur, susu, dan telur. Di bulan Juni angkutan pangan yang dilayani sebanyak 693 ton, meningkat 49 persen dibandingkan dengna  Mei sebanyak 464 ton.

Rail Express juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para pelanggan KAI untuk mengirim berbagai jenis komoditi termasuk hortikultura seperti mangga, jeruk, jamur, bawang, dan sebagainya ke berbagai tujuan.

Joni juga membeberkan beberapa bahan pangan yang menjadi favorit masyarakat untuk dikirim melalui Rail Express pada Juni yaitu tahu susu, sebanyak 327 ton, dari wilayah Kertosono, Nganjuk, dan Jombang dengan tujuan DKI Jakarta; kebab, sebanyak 48 ton, dari daerah pengiriman Surabaya menuju Jakarta; dan makanan kemasan, sebanyak 47 ton, dari dan menuju berbagai wilayah.

Sumber : Bisnis, 27.07.20 / Foto : detik.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) noted ahead of Iduladha demand for delivery services for logistics increased by 15 percent through the Rail Express service. This belongs to KAI.

Monday, July 27, 2020

[KU-209/2020] Tambah Investasi Rp28 Triliun, KAI Jaring Kontrak Eksklusif Dengan PTBA


Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia melakukan pembicaraan dengan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) untuk kontrak eksklusif peningkatan pengangkutan batu bara selama lima tahun ke depan sejalan dengan langkah produsen merealisasikan Perjanjian Paris hingga 2050.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan akan menginvestasikan angkutan barang selama lima tahun ke depan senilai Rp28 triliun melalui penaikan angkutan batu bara yang sebelumnya sebesar 45 juta ton menjadi 105 juta ton.

“Kami sudah dalam pembicaraan kontrak dengan PTBA ada penaikan menjadi 64 juta ton kontrak khusus dengan PTBA. Sebenarnya kalau swasta kontraknya 45 juta ton,”jelasnya, Senin (27/7/2020).

Didiek melanjutkan peluang tersebut terbuka karena saat ini produsen batu bara tengah berpacu dengan waktu untuk mengangkut batu bara. Semua produsen berlomba mengangkut batu baranya sesuai dengan Kesepakatan netralitas karbon 2050 dalam komitmen utama dalam Perjanjian Paris 2015 tentang perubahan iklim.

Untuk memenuhi itu, negara-negara anggota Uni Eropa harus menurunkan emisi karbon mereka yang berasal dari bahan bakar fosil dan mencari cara untuk mengimbangi emisi yang tersisa.

“Jadi kami akan investasi supaya penjualan yang tadinya Rp22,6 triliun menjadi Rp44 triliun laba 2 triliun menjadi 4 triliun,"imbuhnya.

Adapun Didiek menjelaskan pendapatan KAI terganggu hanya selama pandemi ini. Dia memerinci apabila dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya, pendapatan KAI selalu terjaga dan nampak dari volume penumpang harian.

Didiek menyebutkan rata-rata hingga pertengahan Maret, volume penumpang lebih dari satu juta per harinya. Kurva penurunan, lanjutnya dimulai dari pertengahan Mei hingga menjadi 239.000 penumpang per hari atau turun sebesar 78 persen. Selanjutnya, jika pendapatan tiap hari rata-rata mencapai Rp23 miliar maka hingga Mei hanya mencapai Rp3 miliar. Penurunan pendapatan terjadi hingga mencapai 87 persen.

Selain itu jika pada biasanya pendapatan KAI dari penumpang meningkat pada periode sibuk hingga Rp40 miliar per hari sekarang ini hanya mencapai Rp400 juta.

Pandemi juga berdampak Laba rugi pada Mei turun menjadi Rp569 miliar. Namun nominal tersebut pun diraup KAI dari angkutan barang dengan tergerusnya penumpang.

Didiek mengharapkan KAI kedepannya juga akan berkolaborasi tidak hanya mengandalkan penumpang saja tetapi mengubah konsepnya menjadi pelanggan jasa.

“Kalau penumpang kan cuma beli satu tiket saja pelanggan bisa lainnya. Kami kerja sama angkutan lainnya gojek grab masuk juga termasuk kai access dari rumah mau naik apa. Charter akan sediakan dengan integrasi platform pembayaran,”tekannya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Apollonius Andwie C menjelaskan untuk mendukung optimasi pengangkutan batu bara, telah bekerjasama dengan KAI. Pada awal 2020, sambungnya, telah menyelesaikan pengembangan proyek angkutan batu bara jalur kereta api Tanjung Enim – Kertapati dengan kapasitas 5 juta ton/tahun, beserta pengembangan fasilitas Dermaga Kertapati. Sedangkan untuk proyek angkutan batu bara jalur kereta api arah Tanjung Enim – Tarahan (Tarahan-I) menjadi 25 juta ton/tahun pada akhir tahun 2020.

Dia melanjutkan pada tahun ini, bersama dengan BUMN kereta API tersebut akan mengangkut sebanyak 27,5 juta ton batu bara.

“Realisasinya hingga kuartal I/2020 mencapai sebesar 6,5 juta ton atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. PTBA dan PTKAI memiliki perjanjian kerjasama jangka panjang,” jelasnya.

Sumber : Bisnis, 27.07.20.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia held talks with PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) for an exclusive contract to increase coal transportation over the next five years in line with the steps of producers to realize the Paris Agreement until 2050.

Sunday, July 26, 2020

[KX-208/2020] AXI-KALOGers M4 Jul 2020


JaKaRTa : Hingar bingar kondisi perekonomian selama Covid-19 dituduh menjadi biang keladi jebloknya perekonomian internasional, gak terlewat juga di republik ini. Banyak upaya dilakukan untuk menetralisir keadaan.

Banyak perusahaan mulai menunjukkan gejala pemutusan hubungan kerja (PHK) berskala besar. Diperparah dengan meningkatnya eskalasi hubungan diplomatik antara Amrik + RRCina yang semakin memanas.

Kabar duka justru datang dari keluarga besar PT Kereta Api Logistik (KALOG), saat pak Suseno menghembuskan nafas terakhirnya di Surabaya. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Semua yang berasal dari Allah pasti akan kembali pada-Nya.

Almarhum merupakan salah satu perintis BHP Kurir saat KALOG berdiri. Kemudian sempat mengajar di salah satu institusi perkeretaaapian di Madiun, usai pensiun hingga akhir hayatnya. Selamat jalan pak Seno (foto di muka / depan).

Gak bisa dipungkiri, bahwa sejak pandemi Coronavirus, dilakukan PSBB hingga saat ini dilonggarkannya ketentuan PSBB. Kegiatan masyarakat luas yang selama ini terbelenggu di rumah, disalurkan lewat olah raga bersepada alias Gowes. Tak terkecuali KALOGers.

Selama Coronavirus juga, selain ada kebiasaan baru berbelanja via online / digital transaction, serta banyaknya meeting via online ato webinar serba gratis, juga melahirkan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat di beberapa tempat.

Apapun itu, KALOGers masih bisa menikmati acara kumpul bareng (asal jumlahnya jangan terlalu banyak), acara ultah terbatas, piknik ke tempat yang gak terlalu padat pengunjung dlsb. Utamakan keselamatan dan tetap cuci tangan + gunakan masker ya.

Dokumentasi AXI-KALOGers M4 Jul 2020 (periode 20/07 - 26/07/2020), simak periodenya berikut ini. Tematiknya quotes inspiratif dan sedikit menyindir para Goweser he he he ...


Sumber : X-KALOG / Foto : KALOGers – RAM.

[English Free Translation]
It cannot be denied, that since the Coronavirus pandemic, PSBB (large-scale social restrictions) have been carried out until now the PSBB provisions have been relaxed. Widespread community activities that have been shackled at home, are channeled through sports, known as Gowes. KALOGers are no exception.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...