Jumat, 26 Juni 2015

[KU-175/2015] Museum Loko Diesel Bakal Ada di Tuntang

YoGYa: BY Yogyakarta tengah memermak loko-loko kuno bermesin diesel buatan AS. Loko-loko tipe G8 yang kini direstorasi justru tak dikenal dan dipakai di negara asalnya.

Kapasitas  tenaga kudanya dianggap kurang besar untuk jejaring perkeretaapian di negara adidaya itu.

Upaya untuk melengkapi sejarah perjalanan perkeretaapian Indonesia pun dilakukan dengan mendatangkan koleksi yang memiliki nilai sejarah.

Menurut staf Program Non Bangunan dari Unit Pusat Pelestarian, Perawatan dan Desain Arsitektur PT KAI, Wawan Hermawan, lokomotif BB200 termasuk bagian sejarah awal era lokomotif diesel di Indonesia.

Wawan menyambung, karena berukuran besar dan cukup berat, ada pertimbangan pada akhirnya nanti dibawa ke Ambarawa atau Tuntang.

Untuk itu ada 2 alternatif yang bisa dilakukan yaitu ditarik melalui rel atau melalui trailer yang berjalan perlahan di jalan raya.

Sumber : Tribun Yogya, 30.05.15.

[English Free Translation]

Balai Yasa Yogyakarta have been repaired a number of old-fashioned locomotive diesel engine made in the USA. The G8 loco-type is now restored but not use and exactly unknown in his home country due to horse power capacity is considered less substantial for the railway network in the United States of America.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar