Rabu, 03 Juni 2015

[KU-151/2015] Dalam 5 Tahun RI Akan Punya 5.000 Km Jaringan Rel Kereta

JAKARTA: Menhub Ignasius Jonan menegaskan, pemerintahan Presiden Jokowi menargetkan Indonesia bakal punya total 5.000 Km rel kereta dalam 5 tahun. Proyek ini untuk menyambungkan rel yang sudah ada sejak zaman Belanda sepanjang 985 km.

Proyek-proyek tersebut di luar dari proyek rel kereta perkotaan yang digarap BUMN atau swasta seperti Light Rail Transit (LRT) dan kereta cepat Jakarta-Bandung. Jonan mengatakan, pembangunan rel kereta mencakup di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Misalnya di Sumatera akan membentang dari Palembang-Sumatera Utara dan Sumatera Utara-Aceh. Sementara itu, di Kalimantan dari Pontianak-Balikpapan. Sulawesi akan dibangun dari Makassar ke Pare-Pare hingga ke Manado. Sedangkan di Papua dari Sorong-Manokwari.

"Jadi total dalam 5 tahun ini total panjangnya akan 5.000 km lebih sedikit lah. Kami makanya membangunnya itu menyambung rel itu. Untuk perkeretaapian yang komersial itu diserahkan ke pemda, dan swasta atau BUMN. Kami hanya sebagai regulator," katanya.

Sumber : detik.com

[English Free Translation]
Ignasius Jonan MoC asserted, the administration of President Jokowi targeting Indonesia will have a total of 5,000 Km railway track in 5 years. The project is to connect the existing rail since the Dutch era along 985 km.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar