Jumat, 12 Juni 2015

[KU-160/2015] Edi Sukmoro (Dirut PT KAI) Melanjutkan Sukses dengan Langkah Strategis

JAKARTA: Keberhasilan PT KAI tak lepas dari peran Edi Sukmoro sebagai Managing Director of Land & Building Assets pada kepemimpinan Ignasius Jonan pada periode lalu.

Atas prestasi dan kinerjanya itu, tak heran jika kemudian ia didapuk sebagai Dirut PT KAI sejak Oktober 2014. Kini di bawah kepemimpinannya, PT KAI masih terus berbenah, antara lain meningkatkan pelayanan kereta api, serta melengkapi sarana kereta api luar Pulau Jawa, seperti Sumatera.

Beberapa langkah strategis yang akan dilakukan PT KAI antara lain rencana pengembangan sarana dan prasarana kereta api di Sumatera dengan dana yang dikucurkan pemerintah dari Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk beberapa BUMN, antara lain untuk PT KAI sebanyak 2 triliun rupiah.

Kereta api jalur Sumatera memang belum memadai seperti Pulau Jawa. Untuk itu, PT KAI akan membenahi jalur tersebut agar bisa tersambung mulai dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung hingga Banda Aceh.

“Ini nantinya akan membuka peluang. Misalkan angkutan barang di Sumatera yang tadinya tersendat di Riau atau Pekanbaru, nanti akan mengalir. Untuk penumpang, juga aka nada pilihan lain selain angkutan darat atau pesawat terbang. Kalau mau ke Sumatera, naik kapal, turun di Bakauheni, lanjut naik kereta bisa sampai Banda Aceh. Nanti akan seperti itu,” terang Edi penuh semangat. Sementara untuk Pulau Jawa, Edi lebih fokus pada peningkatan pelayanan kereta api.

Keberhasilan kereta api Indonesia saat ini memang patut diacungi jempol. Lihat saja keamanan dan kenyamanan baik di stasiun maupun selama perjalanan dengan kereta api yang semakin terasa, serta sistem pembelian tiket yang praktis dan transparan. Semuanya dirasakan betul oleh masyarakat Indonesia dari semua kalangan, dan kereta api pun semakin dicintai masyarakat.

Pembelian tiket kereta api kini juga tersistem rapi dan transparan. Kemudahan pembelian tiket tersebut otomatis mengurangi atau bahkan tidak ada lagi celah untuk para calo beraksi. Apalagi, tiket kereta api harus sesuai dengan nama dan nomor identitas sesuai kartu identitas penumpang. Meski begitu, diakui Edi, pada saat-saat tertentu khususnya saat pembelian tiket membludak, seperti hari Lebaran atau libur tahun baru, tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran joki masih dibutuhkan beberapa pihak.

“Tolong bedakan antara calo dan joki. Calo itu kalau dia beli tiket dengan uang pribadi kemudian ia jual kembali dengan harga berkali-kali lipat. Nah kalau sekarang calo sudah tidak ada, apalagi tiket harus sesuai dengan identitas, saat boarding bisa tertahan, tidak bisa masuk. Tapi yang sering kita jumpai sekarang adalah joki. Dia membantu membelikan tiket untuk penumpang dengan identitas resmi penumpang. Joki yang menunggu jika ada tiket lepas sampai ia mendapatkannya, kemudian ia dikasih ongkos sekadarnya,” Edi menegaskan.

Kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada PT KAI beberapa tahun terakhir ini, juga menjadi salah satu contoh yang diraih dengan kerja keras. Edi menggambarkan bahwa seluruh tim di PT KAI telah bekerja keras mulai dari staf paling bawah. Maka, PT KAI pun memberikan reward yang membangun kepada pegawai yang berprestasi. Bahkan tak tanggung-tanggung, PT KAI menyediakan training hingga ke luar negeri, seperti China, bagi pegawai PT KAI dari segala lapisan tanpa membedakan jabatan.

Menurutnya, dengan begitu semua tim di PT KAI mampu bergerak maju bersama-sama membangun serta meningkatkan pelayanan kereta api Indonesia.

Sumber : MEN’S OBSESSION - edisi Mei 2015 / Kredit Foto : BUMN Insight..

[English Free Translation]
An article containing profile the Director of PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro in the Men's Obsession magazine, May 2015 edition. Happy reading and hopefully useful.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar