Selasa, 01 September 2015

[KG-240/2015] Kontradiksi Jalur KA Barang, Versi Pelindo II dan PT KAI

JaKaRTa: Inilah uniknya tarik-menarik pengaruh di lingkungan pemerintahan Indonesia. Sudah ditonton banyak orang ehh malah saling berbantah-bantahan. Maunya sih, mbok ya diobrolin di meja perundingan dan cari solusi. Ini sih mirip anak ABG adu kuat di media ato medsos.

Isu yang paling panas minggu ini adalah tentang rencana masuknya jalur rel kereta api (KA) ke pelabuhan dan selalu jadi polemik. Padahal apa salahnya diterima dulu dan jangan merasa gak perlu gitu. Wong Pelindo gak dimintain duit buat ngebangun. Ato takut ada rejeki yang terpotong akibat masuknya kereta api ? Entahlah.

Katanya mau motong biaya logistik nasional supaya lebih kompetitif di mata dunia maupun masyarakat Indonesia. Nyatanya, berpolemik terus. Silahkan dinilai sendiri aja. Bagaimana hasil akhirnya, monggo tanggapannya.

--- quote ---

[artikel] Pelindo II Ogah Bangun Jalur Kereta Api Barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

JAKARTA: PT Pelindo II tidak akan membangun jalur KA barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Padahal, keberadaan kereta barang tersebut dapat mengatasi masalah waktu bongkar muat barang (dwelling time).

Menurut Dirut PT Pelindo II R.J Lino, berkaca pada Jepang, modal transportasi KA tidak cocok untuk angkutan barang karena tidak efisien.

“Karakteristik Jepang sama dengan Indonesia. Kereta barang pangsa pasarnya hanya 3,6% per tahun, Eropa 10%. Jadi untuk apa bangun seperti itu,” cetusnya, di Jakarta.

Sementara itu, Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, rencana pembangunan jalur KA sebagai penghubung antara Sta Kereta Logistik Pasoso ke Pelabuhan Tanjung Priok (Terminal JICT/ Koja) sepanjang 1 km telah lama dibahas. Menurutnya, pembangunan jalur rel tersebut awalnya akan dikerjakan Ditjenka Kemenhub, tapi tidak bisa jalan, dan dialihkan ke KAI.

“Sejak Juli kami sudah disurati oleh Menhub Ignasius Jonan untuk melanjutkan proyek ini,” katanya. Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pelindo II terkait rencana pembangunan jalur KA tersebut. Pasalnya, untuk masalah pembebasan lahan, kata dia, prosesnya telah memasuki tahap akhir dalam hal perhitungan harga dan kemudian sosialisasi kepada masyarakat.

“Lahan yang akan dipakai bukan milik Pelindo, tapi Kementerian PUPR. Saya dengar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah disurati oleh Menhub supaya lahannya bisa digunakan,” imbuhnya.

Ia berharap, proyek pembangunan ini bisa cepat dilaksanakan karena dengan adanya jalur ini bisa mengurangi beban jalan akibat truk-truk kontainer. Pihaknya akan menggunakan dana dari kas internal untuk pembiayaan pembangunan proyek tersebut.

Sumber : Rakyat Merdeka, 31.08.15.

--- unquote ---

Rujukan sebelumnya, terkait ihwal rencana masuknya jaringan rel kereta api (KA) ke pelabuhan, silahkan baca : [KU-236/2015] KAI Bantah Konflik dengan Pelindo II Soal Proyek Kereta.

[English Free Translation]
PT Pelindo II won’t build railway network at Tanjung Priok Port. In fact, the existence of a freight train that can solve the problem when waiting time, cargo loading and discharging at the port becoming hot issue (read : dwelling time) in the country.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar