Kamis, 10 September 2015

[KG-249/2015] Saat Menko Kemaritiman "Ngepret" Pelindo 2


JaKaRTa: Kisruh isu masuknya jalur rel kereta api (KA) ke pelabuhan Tanjung Priok (TPK), Jakarta dan juga pelabuhan lainnya di Indonesia, mendapat tanggapan serius dari Menko Kemaritiman & Sumber Daya, Rizal Ramli (RR) hari ini.

Kami meliput langsung kegiatan sejak pagi hingga siang di Tanjung Priok, mulai dari kantor IPC, Bea Cukai, Pasoso, Demaga 3, TPK Koja dst. Pokoknya berkeliling deh dan menuntaskan kepretan di sekitar area Pelindo 2.

Akankah gara-gara kepret-mengepret, bisa menggeser posisi RR dari kursi kementerian, seperti yang terjadi dengan Bareskrim Polri tempo hari ? Rakyat Indonesia tengah menunggu hasilnya nih. Bener gak ya ? Padahal, klo buat kemaslahatan umat, kenapa ngga ya ?

Usai RR “ngepret” (baca: menyindir)  staf Pelindo 2 di lapangan, kemudian mengeksekusi dan membongkar cor-coran semen yang menutupi rel KA di area lahan Pasoso menuju Dermaga 3. Kunjungan dilanjutkan ke Stasiun Pasoso dan TPK Koja. Acara diakhiri dengan makan siang dan press conference di lobi kantor Bea Cukai.

Hi hi hi, semoga ini bukan pencitraan dan bisa mendukung semangat efisiensi dan menekan angka dwelling time yang selalu menjadi momok pengusaha bila berurusan dengan pihak kepelabuhanan.

Selain liputan singkat diatas, kami lampirkan pula informasi yang “dipinjam” dari salah satu media cetak ternama di Tanah Air, yang terbit sore ini, jadi masih hangat he he he. Selamat menyimak.


--- quote ---

MEDIA ONLINE

DETIK.COM :
a) Ini yang Bikin Kaget Rizal Ramli Saat 'Mengepret' di Tanjung Priok.

Hari ini, Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli melakukan aksi penghancuran beton yang menutup rel kereta di Pelabuhan Tanjung Priok, yang operatornya adalah PT Pelindo II (Persero).

Saat melakukan aksi ini, Rizal sempat kaget mendapat laporan dan PT KAI. Rizal mengatakan, ongkos angkut kontainer dari kawasan Terminal Dry Port di Gede Bage Bandung ke Pasoso di dekat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara lebih murah, daripada biaya memindahkan peti kemas di area Pelabuhan Priok.

Alasannya, angkutan Bandung-Jakarta memakai kereta barang. Sekali tarik, kereta mampu membawa 60 kontainer, sedangkan di dalam pelabuhan pergerakan barang di darat memakai truk.

Truk sekali jalan hanya mampu membawa 1 kontainer. Secara hitungan bisnis, biaya angkut kontainer Jakarta-Bandung via kereta 2 kali lebih murah daripada memindahkan kontainer dari daerah Pasoso di luar pelabuhan menuju Terminal Peti Kemas (TPK) di dalam pelabuhan memakai truk.

"Hampir dua kali lipatnya biaya ngangkut kontainer dari sini ke dalam pakai truk dibanding dari sini ke Bangung Gede Bage," jelas Rizal.

b) Selama 5 Tahun, KAI dan Pelindo II Tak Pernah Sepakat Soal Rel 'Mati' Priok.

Rencana menghidupkan rel 'mati' di Pelabuhan Tanjung Priok sudah muncul sejak 5 tahun silam. Namun rencana PT KAI membangkitkan rel 'mati' ini tak pernah disetujui Pelindo II selaku operator.

Jalur kereta hanya berhenti di daerah Pasoso, di luar Pelabuhan Priok, padahal di dalam pelabuhan telah ada jalur kereta sejak zaman kolonial Belanda. Jalur kereta itu sekarang tertutup beton dan berstatus 'mati'.

"Setahu saya sudah 5 tahun dibahas, tapi nggak selesai," kata Dirut PT KAI, Edi Sukmoro. Kini, nasib kereta pelabuhan menuai titik terang, lewat 'kepretan' Rizal Ramli. Aksi Rizal dipercaya bisa mempercepat pembangunan kereta pelabuhan.

Sejalan dengan aksi Rizal, KAI saat ini sedang melakukan proses pembebasan lahan warga di luar pelabuhan. Total jalur yang akan direaktivasi dari Pasoso sampai ke dalam pelabuhan sepanjang 1,2 km. Proses pembangunan memerlukan waktu 2 bulan.

c) Rel Kereta di Priok Kini 'Mati', Ini Penampakannya Saat Zaman Belanda.

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan jalur rel KA menuju ke dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rel kereta api yang ada saat ini tersisa di Jalan Pasoso atau berjarak 2 km ke Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, kondisinya sudah 'mati'.

Padahal pada Zaman Belanda banyak percabangan rel kereta di sekitar Priok. Namun menurut data arsip sejarah perkeretaapian Indonesia, jalur rel kereta api menuju langsung ke dermaga pelabuhan Tanjung Priok sudah dibangun sejak zaman Belanda.
Staatspoorwegen (SS) telah membangun rel KA dari Sta Tanjung Priok menuju dermaga Pelabuhan Tanjung Priok untuk mempermudah aktivitas bongkar muat barang. Data Unit Heritage, Conservation & Architecture PT KAI menyebut jalur Batavia-Tanjung Priok sudah ada sejak tahun 1885.

Puncaknya terjadi pada tahun 1899-1900 dimana tidak hanya mempermudah akses bongkar muat barang tetapi pengangkutan penumpang. Penumpang dari kapal laut dapat dengan langsung menaiki kereta api dan diantarkan ke Kota Batavia juga Kemayoran.

"Belanda selalu membuat jaringan rel KA masuk dan menuju dermaga pelabuhan untuk mempermudah bongkar muat barang," tukas Manager Conservation Non Building Program PT KAI, Wawan Hermawan.

--- unquote ---

Nah, cukup lengkap khan. Mari kita tunggu kepretan selanjutnya, apakah benar-benar manjur ato perlu kepretan yang lebih kencang ?

Awas tha kepret kamu ya he he he.

Sumber : Langsung / Foto : RAM - Juda Hernanto.

[English Free Translation]
Thursday, September 10th. We are reporting live from morning to afternoon activities at Tanjung Priok, startinging from IPC's office, Customs, Pasoso, Demaga 3, TPK Koja etc. Anyway that’s today’s issues around port and Pelindo 2.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar