Sabtu, 12 September 2015

[KU-251/2015] Rel Kereta 'Mati' Bandung-Ciwidey Terlantar Jadi Bengkel Hingga Rumah

JAKARTA: Kemenhub mencatat, ada 3.000 Km rel mati yang sudah tidak beroperasi. Salah satunya adalah jalur Bandung-Ciwidey, Jabar. Jalur yang mulai beroperasi sejak tahun 1924 oleh Staatsspoorwegen itu tercatat sudah tidak lagi digunakan tahun 1972. Alhasil, saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak rel yang sudah tidak ada dan digantikan dengan bangunan liar.

"Sekarang itu karena di sana banyak dijadikan kawasan industri, itu banyak yang sekarang bantalan rel yang sudah jadi pabrik dan dijadikan areal perumahan," tutur Manager Conservation Non Building PT KAI, Wawan Hermawan.

Selain menjadi rumah dan areal pabrik, bantalan rel juga diganti dengan bangunan bengkel mobil hingga tempat pendidikan Taman Kanak-kanak (TK). Bahkan rel KA yang masih ada di dalam jembatan ditambahi oleh warga dengan campuran bahan pasir dan semen agar jembatan bisa dilewati motor.

"Jembatan sekarang jadi jembatan umum dan dipo kereta jadi gedung olahraga," katanya. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Pemerintah perlu kerja keras untuk mengaktifkan kembali jalur rel mati karena jalur Bandung-Ciwidey dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi.


Menurut data Unit Heritage, Conservation & Architecture PT KAI, studi kelayakan pembangunan jalur tersebut selama dua tahun sejak 1915. Dari hasil penelitian lapangan itu lintas Bandung-Banjaran-Kopo-Dayeuh Kolot-Ciwidey dengan lintas cabang Dayeuh Kolot (Citeureup) menuju pemukiman padat penduduk di wilayah distrik Ciparay, Majalaya ditetapkan menjadi rute paling memungkinkan dibangun jalan rel.

Pembangunan tahap pertama dimulai pada 1917, menggunakan lebar rel kereta standar SS, yaitu 1067 mm dengan jarak rute Bandung-Kopo sepanjang 26,5 km.Jalur cabang bermula dari Sta Cikudapateuh pada lintas Bandung-Cicalengka.

Setelah itu stasiun yang dibangun sesuai urutan adalah Buah Batu, Dayeuh Kolot, Banjaran, dan Kopo.

Sumber : detik, 11.09.15 / Kredit Foto & Ilustrasi : Koleksi Pencinta KA (mohon ijin).

[English Free Translation]
According to Ministry of Transportation data, there are 3,000 Km dead tracks that are not in operation. One is the path between Ciwidey - Bandung, West Java. The track has been operating since 1924 by Staatsspoorwegen, was recorded no longer be used in 1972. As a result, the current conditions are quite alarming. Many tracks are gone and replaced with illegal buildings.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar