Selasa, 07 Januari 2014

[KU-007/2014] Gubernur Sumatera Selatan Belum Paham Fungsi OJK

MERDEKA.COM. Lembaga otoritas jasa keuangan (OJK) sudah aktif sejak tahun lalu. Namun, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin belum mengetahui fungsi dan tugas lembaga tersebut. Alex beralibi, sosialisasi OJK belum maksimal dilakukan.
"Saya saja masih belum paham betul. Apakah OJK bagian dari BI (Bank Indonesia) atau sebagai lembaga independen. Tapi, jika sebagai lembaga independen, kok masih nyantol bersama-sama BI dan lain sebagainya," kata Alex di sela-sela peresmian Kantor OJK Provinsi Sumsel di Gedung Renovasi Lantai II dan III Kantor Perwakilan BI Wilayah VII Palembang, Senin (6/1).
Alex menilai, fungsi dan bentuk pengawasan hingga penyelidikan yang diberikan kepada OJK masih membingungkan. "Jadi apa lagi yang dilakukan oleh BI? Apa lagi yang dikerjain BI? Semua sepertinya sudah diambil oleh OJK. Maaf atas istilah saya itu, saya memang agak awam dengan perbankan," kata Alex.
Mendengar pernyataan orang nomor satu di Sumsel tersebut, Deputi Komisaris Manajemen Strategis OJK, Harti Haryani langsung menjelaskan terkait fungsi OJK. Dia menjelaskan, sejalan dengan pelaksanaan tugas edukasi konsumen, OJK diamanatkan untuk melaksanakan perlindungan konsumen di sektor keuangan mulai dari perbankan hingga sektor keuangan mikro.
Kantor OJK di daerah diharapkan bisa berfungsi sebagai pusat informasi, pengaduan masyarakat dan bisa mendeteksi lebih dini terhadap investasi illegal dan kredit macet.
Selain pengaturan dan pengawasan industri jasa keuangan serta perlindungan konsumen dan masyarakat sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro, OJK diberi mandat untuk melaksanakan pembinaan, pengaturan dan pengawasan Lembaga keuangan mikro di Sumsel mulai tahun 2015 nanti.
"Keberadaan Kantor OJK di daerah akan melanjutkan dan meningkatkan pengawasan industri perbankan di daerah termasuk penguatan Bank Pembangunan Daerah dan BPR milik pemerintah. Selain itu, untuk melaksanakan tugas OJK di daerah hanya dapat dipenuhi apabila terdapat dukungan dari Pemda dan komponen masyarakat di daerah," katanya.
Sumber : Merdeka, 06.01.14.
[English Free Translation]

Financial services authority (Otoritas Jasa Keuangan or OJK) institution has been active since last year. However, South Sumatera Governor Alex Noerdin not yet know the functions and duties of the agency. Alex thought, socialization OJK do not maximized and the expressions presented on the sidelines of the inauguration of South Sumatera Province in the OJK Renovation Office Building 2nd and 3rd Floor – Bank Indonesia representative office  Region VII Palembang, Monday (6/1).

1 komentar:

  1. saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus