Sabtu, 24 Januari 2015

[KU-024/2015] Di Sini Tempat Kereta Api Bawah Tanah Dibuang

Viva.co.id - Berapa tahun sebenarnya usia gerbong kereta api? Jika di Indonesia, mungkin Anda akan banyak menemukan gerbong tua yang masih di jalankan untuk mengangkut penumpang. Tetapi jika di luar negeri, setiap gerbong yang sudah cukup mengangkut penumpang akan 'dipensiunkan.'



Kita ambil contoh New York, kota dengan populasi beragam. Di sana transportasi kereta bawah tanah atau biasa di sebut subway, menjadi favorit untuk bepergian. Selain cepat, subway juga sangat aman dan bebas dari kemacetan.

Setiap harinya, jutaan orang menggunakan transportasi masal ini. Dan mereka mempunyai standar  yang tinggi, terhadap angkutan pengangkut ini. Sehingga dalam jangka waktu sekitar empat dekade, setiap lokomotif subway akan dibuang. Lalu kemana mereka membuangnya?




Satu persatu gerbong dibuang ke laut.
Setiap gerbong yang mempunyai berat sekitar 18 ton ini, akan dibuang ke pesisir laut, gunanya untuk menjadi habitat alami ikan dan pertumbuhan koral. Yang hasilnya justru lebih besar dibandingkan dengan mendaur ulang kembali ke dalam bentuk besi.

Pesisir pantai sekitar Delaware dan Carolina Selatan, menjadi tempat yang cocok untuk perkembangan habitat bawah laut. Dan diharapkan menjadi rumah bagi jutaan ikan.



Gerbong saat tenggelam ke laut.
Setiap tahunnya, sekitar 2.500 gerbong dibuang ke laut, sebagai rumah baru bagi mahluk laut, yang akan menghasilkan koral sebesar US$200 juta. Di mana ikan seperti tuna, marlin, dan ikan-ikan konsumsi lainnya bisa berkembangbiak dengan baik di sana.

Masih banyak gerbong subway yang masih harus dibuang oleh otoritas kereta bawah tanah New York. Dan rencananya, mereka akan membuang kembali di sekitar Samudera Atlantik. Lalu bagaimana dengan nasib kereta api Indonesia? Berapa umur kereta yang masih kita gunakan?


Sumber : Dailymail, 21.01.15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar