Kamis, 08 Januari 2015

[KU-008/2015] Angkutan Batubara Masih Mendominasi Penyebab Kecelakaan di Muaraenim

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Angka lakalantas di wilayah hukum Polres Muaraenim tahun 2014, menurun bila dibandingkan tahun 2013. Namun angkutan batubara tetap mendominasi sebagai penyebab utama lakalantas tersebut, Selasa (6/1/2015).

"Memang betul angkutan batubara masih tinggi. Penyebabnya macam-macam ada yang menabrak dan ada juga yang ditabrak," ujar Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto didampingi Kasatlantas AKP Agung Aditya Pranata.

Menurut Nuryanto, secara total angka kecelakaan yang terjadi diwilayah Polres Muaraenim pada tahun 2014 sebanyak 122 kasus. Dan itu jauh menurun bila dibandingkan pada tahun 2013 yakni 205 kasus. Namun diakui, meski menurun, dalam insiden lakalantas tersebut masih didominasi oleh angkutan batubara.

Ditambahkan oleh Agung, Jumlah lakalantas untuk tahun 2013, ada 205 kasus yakni terdiri dari meninggal dunia 183 orang, luka berat 155, luka ringan 148 orang dan kerugian material Rp 628.900.000 juta. Sedangkan tahun 2014, ada 122 kasus terdiri dari meninggal dunia 69 orang, luka berat 70 orang, luka ringan 84 orang dan kerugian material Rp 670.400.000 juta. Penurunan ini, karena tingkat kesadaran masyarakat mulai tinggi akan pentingnya arti keselamatan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sumber : Sriwijaya Post, 06.01.15 / Kredit Foto : Palembang Tribunnews.

[English Free Translation]
Traffic accident in figures in 2014 within the jurisdiction of Muaraenim sector, decreased when compared to 2013. However, the transportation of coal continues to dominate as the main cause of the traffic accident,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar