Senin, 12 Januari 2015

[KU-012/2015] Kereta Trans Sumatera Target Tersambung 2025

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah menyatakan jaringan Kereta Sumatera yang menghubungkan Aceh hingga Lampung yang diminta oleh Presiden Joko Widodo akan tersambung pada 2025. Membutuhkan investasi Rp65 triliun.

Bambang Prihartono, Direktur Transportasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan percepatan pembangunan jaringan kereta api Sumatera sepanjang 2.168 kilometer akan menjadi alternatif pengangkutan logistik dan orang.

"Konsep percepatannya akan seperti HK, ada BUMN yang ditugaskan," jelas Bambang di Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Menurut Bambang, besaran investasi ini hanya untuk menyelesaikan ruas yang belum tersambung. Kondisi saat ini jelasnya sudah terdapat ruas eksisting sepanjang 196 kilometer yang menghubungkan Besitang hingga Rantau Prapat di Sumatera Utara. Selain itu sudah tersambung Palembang hingga Lampung dengan panjang 400 kilometer.

Bagian yang belum tersambung dari kereta api Sumatera ini terdapat antara Sumatera Utara hingga Aceh sepanjang 518 kilometer dengan besaran investasi Rp15,5 triliun. Selain itu pemerintah juga punya pekerjaan rumah untuk menyambungkan antara Sumatera Utara hingga Sumatera Selatan sepanjang 1.650 kilometer senilai Rp49,5 triliun.

Pemerintah juga mengembangkan kereta disejumlah jalur yang sudah eksisting. Pengembangan ini dilakukan pada jalur Bandara Kualanamu di Sumatera Utara, kereta Badara Minangkabau di Sumatera Barat, Kereta dari Indarung ke Solok di Sumatera Barat, Tanjung Enim - Pulau Baai, Lubuk Linggau-Tanjung Api Api, Tanjung Enim-Batu Raja, Tanjung Enim - Srengsem serta kereta Api Lahat - Kertapati.

Menurut Bambang, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan ditugaskan masih didiskusikan. BUMN yang akan mengerjakan ini akan ditunjuk melalui keputusan presiden.

Sumber : Bisnis Indonesia, 12.12.14 / Kredit Foto : Kaskus.

[English Free Translation]

The government said Sumatera Railway Network which linking Aceh to Lampung and requested by President Joko Widodo will be connected by 2025. At least the government requires Rp65 trillion investment. Hmm it’s a huge project.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar