Jumat, 01 Mei 2015

‎[KU-119/2015] K o n s i s t e n s i

Konsistensi adalah tantangan paling berat dalam industri yang melibatkan pelayanan.

Apalagi pada industri transportasi yang juga membutuhkan konsistensi sekurangnya pada 2 spektrum yang penting yaitu: Keselamatan (safety) dan ‎Pelayanan (hospitality).

Pada saat ini saya sedang berada di ketinggian sktr 33 ribu kaki   dpl di dalam kabin GA menuju Amsterdam. Saya berdiskusi dengan beberapa awak kabin tentang perbaikan layanan di kereta api yang begitu banyak mendapat pujian dan bahkan mungkin menjadi salah satu pertimbangan dari keputusan Presiden untuk menunjuk saya menjadi penanggungjawab di bidang transportasi saat ini.

Pujian dan prestasi yang sudah diraih harus terus secara konsisten dipertahankan bahkan harus terus diperbaiki, itulah harapan saya pada KAI yang saya tinggalkan 6 bulan yang lalu.

Garuda juga sebuah fenomena yang sangat mencengangkan, sebuah perubahan pelayanan dan peningkatan upaya keselamatan yang patut dicontoh oleh maskapai penerbangan domestik lainnya. Saya berani bertaruh bahwa untuk kedua spektrum tersebut, Garuda masih jauh meninggalkan rivalnya di dalam negeri.

Lalu apakah tantangan kedua perusahaan tersebut? Tantangan yang harus dikelola adalah efisiensi tanpa mengurangi kualitas Keselamatan dan Pelayanan yang sudah baik.

Bagaimana dengan bandara yang dikelola oleh AP 1 dan AP 2? Kualitas layanan masih bervariasi dari satu bandara ke bandara lainnya. Memang perlu waktu yang cukup panjang sampai suatu hari, pujian akan datang bertubi tubi.
Ayo, perlu konsistensi, perlu standard layanan yang sama baik di Balikpapan maupun di Kuala Namu, apalagi Basoetta yang begitu hiruk pikuk dan perlu semangat yang konsisten dalam perbaikannya.

Bagaimana dengan kualitas layanan di pelabuhan? Wah....ini yang saya amat ragu untuk memberikan penilaian. Permasalahan dwelling time yang sangat bervariasi dan terkadang manipulatif saja belum membaik, apalagi bicara soal layanan yang bersahabat dan bersih.

Sebagai penutup, bagaimana dengan pelabuhan dan bandara yang dikelola Kemenhub ‎? Refleksi diatas juga berlaku pada semua pelabuhan dan bandara yang dikelola oleh Kemenhub dan akan dipaksa menjadi BLU sehingga dapat merekrut pegawai yang lebih baik dan sesuai kebutuhan secara fleksibel sehingga layanan juga akan lebih baik dengan tarif layanan yang masih terjangkau, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya komersial !

Sumber : Ignasius Jonan via milis.


[English Free Translation]
Some time ago, we received an email from Ignasius Jonan via internal mailing list. Discussing about the consistency and we all felt reminded to stay on safety and hospitality. YES !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar