Jumat, 26 September 2014

[KU-265/2014] Stasiun Mangkrak Dihidupkan Lagi

SEMARANG: Pengaktifan kembali jalur kereta Tuntang, Kab. Semarang-Kedungjati, Kab. Grobogan, sepanjang 31 km akan melewati stasiun-stasiun tua yang kini mangkrak.

Untuk mengembangkan kegiatan perekonomian dan pariwisata, 3 stasiun kuno di jalur Tuntang-Kedungjati, yakni Tempuran (dibangun 1873), Gogodalem (1873) dan Beringin (akhir 1800-an) akan dikembalikan lagi fungsinya.

Kondisi 3 stasiun peninggalan zaman penjajahan Belanda tersebut sekarang rusak dan mangkrak. Sta Beringin misalnya, bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah ini, bagian depannya tertutup kompleks pertokoan. Tak hanya bagian depan, sisi belakang Sta Beringin juga terlihat kumuh, penuh dengan kotoran dan sampah berserakan.

Berbeda dengan Gogodalem, Tempuran, dan Beringin, Sta Kedungjati kondisinya masih terawat baik dan masih aktif beroperasi.

Kondisi stasiun yang dibangun pada 17 Juni 1864 dan mulai dioperasikan pada 19 Juli 1968 ini masih terlihat kokoh.

Sumber : Solopos, 16.09.14.

[English Free Translation]
To develop economic activities and tourism in Central Java, 3 (three) old stations function will be restored again, between Tuntang-Kedungjati, namely Tempuran (built 1873), Gogodalem (1873) and Banyan (late 1800's).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar