Rabu, 03 September 2014

[KG-242/2014] DU PT KAI Jadi Pemateri "Refleksi 3 Tahun MP3EI"

JaKaRTa: Sekali lagi, Direktur Utama (DU) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan diundang untuk menjadi pemateri dalam seminar bertajuk “Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia” (MP3EI).

Menurutnya, pembangunan rel ganda di pantura Jawa yang menghubungkan Jakarta – Surabaya sepanjang 727 km, memberikan peran nyata dalam Sistem Logistik Nasional (Sislognas). Jonan diminta menjadi trigger note speaker Menteri Perhubungan RI, E.E. Mangindaan.

Pada paparannya, Menhub mengutarakan dalam Sislognas, kereta api (KA) akan menjadi ikon utama karena koneksitasnya yang luas serta banyak pemerintah daerah yang mengusulkan pembangunan jaringan kereta api sebagai angkutan massal yang potensil dan prospektif.

Pembicara lain berasal dari Kementerian PU, disamping itu tampil pula mantan Dirkom PT KAI sebelumnya, Sulistyo Wimbo yang kini menjadi nakhoda PT Pelni. Peserta berasal dari Kementerian BUMN, akademisi dan pengusaha. Turut hadir Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Seminar ini dilaksanakan di JCC hari Rabu 03/09. Top !


Sumber : Corporate Communications PT KAI.

--- quuote ---

(artikel - detikNews) Bos KAI Pilih Dibangun Double Track di Luar Jawa Daripada Kereta Cepat

JAKARTA: Dirut PT KAI Ignasius Jonan mengusulkan lebih baik pemerintah membangun double track di luar Jawa dari pada kereta cepat.

"Kondisi perkeretaapian kita cenderung dibutuhkan di 4 pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua. 25.000 Km double track di 4 pulau lebih dibutuhkan daripada high track Jakarta-Bandung," ujarnya. Menurut Jonan, pembiayaan yang ada untuk sektor transportasi sudah sepatutnya digunakan untuk kebutuhan yang lebih prioritas.

"Double track di 4 pulau lebih dibutuhkan daripada high track Jakarta-Bandung. Kalau ada uangnya nggak apa-apa, tapi kalau nggak ada supaya masyarakat di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Papua kalau mau naik kereta nggak perlu ke Jawa dulu," katanya. Jonan menyebutkan, dengan adanya double track bisa meningkatkan kapasitas angkut.

Hingga saat ini, kapasitas angkut di Pulau Jawa mencapai 7.000-8.000 TEUs per minggu, jauh lebih tinggi dari 5 tahun lalu saat belum ada double track yang hanya mencapai 1.000-1.500 TEUs per minggu.

"Kita berusaha semaksimal mungkin, pemanfaatan double track sudah 99,9%. Kapasitas angkut meningkat. Sekarang itu di Pulau Jawa KAI mengangkut 7.000-8.000 TEUs seminggu. 5 tahun lalu baru 1.000-1.500 TEUs per minggu," katanya.

Untuk itu, Jonan berharap pembangunan double track terus dikembangkan bukan hanya di Pulau Jawa. "Terima kasih sekali kepada Kemenhub bahwa KA dijadikan sebagai icon.

Menurut kami sebagai operator, pembangunan infrastruktur di Indonesia luas sekali, kesempatan masih banyak, double track perlu terus dikembangkan," pungkas saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk 'Refleksi Tiga Tahun Pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, di Jakarta Convention Centre, Jakarta (3/9).

--- unquote ---

[English Free Translation]

Again, the Managing Director PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan was invited to be a speaker in a seminar entitled "Master Plan for the Acceleration and Expansion of Indonesian Economic Development" (MP3EI) at JCC today.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar