Jumat, 12 September 2014

[KU-251/2014] Izin Pertambangan: Hindari Permainan, Perlu Dikelola Satu Atap


Bisnis.com, SURABAYA — Penerbitan izin pertambangan perlu dikelola dengan sistem satu atap sehingga mengurangi potensi tumpang tindih dan permainan di bidang perizinan.

Corporate Affair Manager PT Berau Coal M. Aditya Irawan menguraikan izin pertambangan saat ini diurusi berbagai instansi berbeda. Sehingga sebelum operasional ada puluhan izin antarinstansi yang harus dikantongi.

“Idealnya agar efektif dan transparan perizinan bidang pertambangan bisa dikelola satu atap,” jelasnya di Surabaya, Kamis (11/9/2014).

Dia menggambarkan bagi perusahaan yang sudah mengantongi izin konsesi tidak berarti lantas langsung bisa beroperasi. Bila daerah pertambangan berada di hutan perlu izin pinjam pakai hingga izin pemanfaatan kayu.

Setelah izin tersebut dikantongi, kata dia, perusahaan perlu mengurus izin terminal khusus untuk pengangkutan. Pasalnya, pengangkutan barang tambang maupun peralatan penunjangnya tidak boleh melalui pelabuhan umum.

“Semua rangkaian tersebut bisa menimbulkan inefisiensi dari waktu hingga biaya. Agar transparan lebih baik perizinan tersebut dikelola satu atap,” tegasnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 11.09.14.

[English Free Translation]
Issuance of mining permits need to be managed with a one-stop system, thereby reducing the potential for overlap and tricks in the field of licensing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar