Rabu, 24 September 2014

[KU-263/2914] PT Kereta Api Indonesia (Persero) : "Berbenah Demi Kepuasan Pelanggan"

JAKARTA: Angkutan penumpang PT KAI telah dibenahi secara besar-besaran. Kini angkutan penumpang sudah mulai tertib, tak ada antrian mengular, tak ada lagi penumpang yang tak memperoleh tempat duduk, bahkan penumpang tak lagi merasakan panas & pengap karena KAI secara bertahap telah menyediakan fasilitas AC di setiap kereta. Penumpang pun meningkat tiap tahun dan PT KAI terus memperbaiki infrastrukturnya hingga kini.

Untuk meningkatkan jumlah penumpangnya, tahun ini banyak perbaikan dilakukan internal PT KAI. "Kami telah berbenah untuk meningkatkan pelayanan angkutan penumpang & mempermudah masyarakat untuk membeli tiket KA. Perluasan channel pembelian tiket KA melalui kerjasama dengan jaringan minimarket, biro perjalanan, termasuk pembelian lewat telepon via CC 121 & internet reservation serta aplikasi melalui android atau blackberry, sangat memudahkan masyarakat dalam memperoleh info & memesan tiket KA dengan sistem online," ujar Dirkom PT KAI.

Banyak Kemudahan Bersama KA
Sekarang ini, banyak kemudahan yang didapat penumpang."Beberapa keunggulan yang dimiliki angkutan KA diantaranya: kemudahan dalam mendapatkan tiket, layanan terjadwal, bebas macet & waktu tempuh lebih cepat, kepastian rencana perjalanan & keleluasaan reservasi, kenyamanan di stasiun & di atas KA, lebih aman, daya angkut yang besar & tarif yang kompetitif. Namun demikian, setiap waktu kami terus melakukan evaluasi & perbaikan agar semua bisa sempurna," ujar Dirkom KAI.

Untuk KA komersial, PT KAI melakukan berbagai pengembangan angkutan, diantaranya pembuatan KA baru, rerouting, perubahan kelas layanan maupun penghapusan perjalanan KA yang dipandang merugikan perusahaan. Beragam inovasi & pembenahan dilakukan oleh KAI untuk memberikan layanan maksimal kepada penumpang. Mulai dari infrastruktur hingga layanan ticketing menjadi concern PT KAI untuk kenyamanan & keamanan serta kemudahan masyarakat.

Penumpang Lebih Terseleksi & Nyaman
Pemberlakuan satu tiket satu tempat duduk membuat penumpang lebih terseleksi. Penumpang tidak dapat memesan tiket KA tanpa identitas yang jelas. "Selain itu, di beberapa KA juga kami sudah menggunakan CCTV untuk meningkatkan keamanan di atas KA," ujar Dirkom KAI. Selain itu, pihaknya juga menyediakan fasilitas self service di stasiun, toilet ramah lingkungan, dan penerapan aturan larangan merokok di atas KA.

Terkait dengan kenaikaan tarif yang rencananya akan berlaku September, akhirnya KAI memutuskan tidak jadi menaikkan harga tiket kereta. “Namun bagi konsumen yang sudah terlanjur membeli tiket, kelebihan anggarannya akan kami kembalikan. Kami juga sudah mulai menyamakan harga untuk KA komersil. Sebelumnya kalau masih PSO itu tidak diberikan oleh kami semua, akan diberikan channel sesuai channel. Namun, karena semua kembali ke PSO, kami tidak bisa memberikan kepada agen untuk biaya reservasinya. Kalau dulu ada selisih harga reservasi walaupun tidak terlalu besar hanya sekitar Rp 7.500 itu mereka masih memilih ke stasiun, ke depan harga di agen dan di stasiun akan kami samakan”, jelas Dirkom PT KAI.

Siap Antisipasi Penumpang Lebaran
Berdasarkan data Kemenhub, pada tahun 2014 ini angkutan KA khususnya menjelang lebaran diperkirakan sebanyak 4.488.551 penumpang atau naik sekitar 3,1%. Untuk angkutan KA, disiapkan 293 KA regular, 32 KA lebaran, 416 lokomotif siap operasi, 1.555 kereta SO penumpang. Puncak arus mudik 2014 ini diperkirakan akan terjadi pada H-3 sampai H-1. Sedangkan untuk arus balik diperkirakan akan mencapai puncaknya pada H+4 sampai H+5. PT. KAI sudah melakukan terobosan, membangun jaringan antar kota di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Tahun 2013 panjang rel yang dioperasikan untuk berbagai jenis angkutan KA sepanjang 5.107.789 m dengan pertumbuhan rata-rata 1,52%. Dan akan ditingkatkan pada tahun 2014.

Dukungan Anak Usaha Tingkatkan Layanan
Peranan anak usaha memberikan andil tak hanya terhadap maksimalnya layanan KA bagi penumpang dan barang, tetapi secara garis besar juga memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan induk usaha. D1 mengatakan, “Pembentukan anak usaha sesuai dengan bidangnya masing-masing untuk memudahkan PT KAI beroperasi dan meningkatkan layanan”.

6 Anak usaha Dukung Kinerja Perseroan
PT Reska Multi Usaha adalah anak usaha KAI yang bergerak di bidang usaha Restorasi KA, Service On Train, Catering, Resto & cafe, Parkir, Housekeeping, On Trip Cleaning , Cuci Kereta, RES-TV dan pendukung kenyamanan. “Jadi artinya di setiap rangkaian gerbong KA semua yang terkait dengan bidang usaha tersebut di atas ditangani anak usaha PT Reska Multi Usaha”, Ujar D1.

PT Railink adalah anak usaha yang merupakan joint venture antara KAI dengan PT. AP II dengan komposisi kepemilikan saham 60% KAI dan 40% AP II. Kegiatan usaha yang dijalaninya yakni pengoperasian, pengelolaan dan pengusahaan KA bandara, pengembangan dan pengelolaan stasiun KA di bandara dan pusat kota, Pengadaan dan pemeliharaan Sarpras KA, Pembangunan prasarana KA, Konsultasi dan desain sistem perkeretaapian.

PT KCJ adalah menyelenggarakan pengusahaan jasa angkutan KA commuter dengan menggunakan sarana kereta rel listrik di wil. Jakarta, Bogor, Depok, Tangggerang, dan Bekasi serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang.

PT KA Wisata tujuan dibentuknya anak usaha ini adalah untuk menyediakan barang atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat di pasar dalam wilayah Indonesia pada bidang pariwisata KA, dan kegiatan usaha yang mendukung dengan menerapkan prinsip PT.

PT. KALOG memiliki usaha di bidang layanan distribusi logistik KA, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi pelanggan KA. Layanan penunjangnya, meliputi pengelolaan TPK, bongkar muat, pergudangan, pengepakan, hingga pengawalan logistik serta manajemen logistic dengan menerapkan prinsip PT.

Orientasi bisnis KALOG kedepan adalah sebagai jasa layanan distribusi logistik secara Total Solution melalui End-to-End Service atau dengan kata lain sebagai SCM Service Provider. KALOG memiliki fungsi dan peran kontributif adalah sebagai pencipta nilai tambah sepanjang rantai nilai layanan distribusi logistik, termasuk layanan PT KAI, seperti angkutan barang dan pergudangan.

Yang ke-6 adalah PT KAPM. Anak usaha ini memiliki usaha di bidang pengelolaan aset/properti perkeretaapian milik PT KAI maupun pihak lainnya dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan serta memberikan nilai tambah aset/properti guna memenuhi standar mutu terbaik dengan menerapkan prinsip PT.

Angkutan Barang Berkonsep Green Transportation
Sejak tahun 2009, PT KAI mulai berinvestasi untuk membangkitkan dan memajukan usaha angkutan barang, salah satunya dengan pengadaan ratusan gerbong dan puluhan lokomotif serta pengembangan emplasemen bongkar muat barang. Menurut D1, angkutan batubara PT KAI sudah memiliki beberapa pelanggan swasta dan perusahaan batubara ternama.

Tahun 2014–2015 PT KAI menargetkan total angkutan barang 25 juta ton angkutan kontainer 6.000 TEUs perminggu, serta tumbuh 30% pertahun. Dengan menyediakan fasilitas loading-unloading maupun sistem pergudangan diharapkan pengiriman barang dapat berlangsung dengan aman dan tepat waktu.

Batu bara adalah volume angkutan barang terbesar PT KAI di samping angkutan petikemas, BBM, Semen, Curah, dan Perkebunan, General Cargo, BHP, dll. Selain penambahan infrastruktur, KAI juga menambah gerbong. Double track diharapkan cepat selesai dan akan dicoba menarik 25-30 gerbong. Peningkatan penggunaan KA untuk pengangkutan barang berdampak positif terhadap perusahaan transportasi jalan berupa produktivitas armada yang meningkat, efisiensi waktu, dan biaya operasional serta efisiensi biaya pemeliharaan armada.

Operasikan 200 Loko Angkutan Barang
Pada tahun 2014, PT KAI akan mengoperasikan 200 loko atau rangkaian pengangkut barang yang akan disebar di Jawa – Sumatera. KAI menargetkan angkutan barang mencapai 55% dan angkutan penumpang 45%. PT KAI juga mempunyai target akan menjadi moda green transportation dengan mengacu konsep go green.

PT KAI mempunyai jasa angutan BHP. Bagi konsumen yang akan mengirim barang menggunakan KA bisa langsung berhubungan dengan PT KAI atau bisa dengan PT KA Logistik. Selama masa Lebaran 2014, PT KAI tetap menjalankan kereta barang. Selama masa angkut lebaran, perusahaan menyediakan jasa angkutan motor secara gratis untuk pemudik dari Jakarta menggunakan KA Parcel dan ONS dengan jumlah armada 30 unit kereta B dan 4 unit kereta BP dengan kapasitas tiap gerbong dapat mengangkut 42 unit dan total kapasitas ditargetkan 6.300 unit selama 10 hari.

Angkutan barang yang akan dilakukan pengembangan antara lain Angkutan Container High Cube yang dioperasikan di Lintas Utara dan Lintas Gedebage, Pasoso Angkutan Semen Tiga Roda relasi Arjawinangun – Brambanan, dll. Harapannya semua jalur sudah maksimal bisa dioperasikan termasuk double track yang sangat bermanfaat ini tidak ada lagi persilangan dan sistemnya bisa lebih terjamin karena setiap tahun memiliki jalan sendiri – sendiri.

Sumber : Majalah GLOBAL REVIEW, edisi Juli 2014 (judul disesuaikan - editor).

[English Free Translation]

Footage of interviews conducted by "Global Review" magazine with the Commercial Director of PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bambang Eka Martono. Happy reading.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar