Jumat, 23 Mei 2014

[KU-140/2014] Mantan Dirkom PT KAI Jadi Dirut Pelni

JAKARTA:  Saat ini, PT Kereta Api  Indonesia (Persero) banyak melahirkan pemimpin-pemimpin yang direkrut ato dipinang BUMN lain karena sistem pelatihan, pendidikan, penempatan dan promosi sesuai kompetensi masing-masing serta mulai tertata apik. Saluuuut.

Selain itu, kini yang memang "berprestasi" dijamin lebih mudah muncul karena langsung dikontrol oleh Direktur Utama (DU) Ignasius Jonan dan jajaran direksi PT KAI. Sebelumnya, bisa jadi yang harusnya bersinar bisa redup ditengah jalan.

Tercatat nama-nama pejabat PT KAI yang ditempatkan di sejumlah perusahaan, seperti : Hendratno Adji (INKA), Albert Tarra dan Nashir (MRT Jakarta), Heru Herawan, Sri Kuncoro dan Wijanarko (Bussway Jakarta) dan yang terhangat Sulistyo Wimbo Hardjito dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pelni.

Berikut ini, 2 (dua) cuplikan informasi yang bisa memperjelas posisi Wimbo di PT Pelni. Congrats.

--- quote ---

Rabu, 21/05/2014 14:31 WIB

Jadi Bos Baru Pelni, Apa Prestasi Wimbo Hardjito di PT KAI?

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah menunjuk Sulistyo Wimbo Hardjito sebagai Direktur Utama PT Pelni (Persero). Wimbo yang merupakan mantan Direktur Komersial PT KAI telah menggantikan posisi Syahril Japarin di Pelni.

Syahril diberhentikan dari posisi Dirut karena kinerja keuangan Pelni yang tak kunjung membaik. Direktur Utama KAI Ignasius Jonan menanggapi atas penunjukkan mantan bawahannya itu sebagai orang nomor satu di PT Pelni.

Jonan mengatakan Wimbo sebagai pribadi yang sangat profesional, pekerja keras dan mampu berpikir kreatif. Ia menyebut Bimbo sebagai sosok yang tepat memimpin PT Pelni.

"Satu Pak Wimbo itu pekerja keras, hampir nggak kenal hari libur. Kedua, dia kreatif. Misal ada program cetak tiket mandiri, customer service, bikin online ticketing," kata Jonan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Ia menambahkan saat menjadi Direktur Komersial di PT KAI, Wimbo merupakan salah satu direksi yang membantu Jonan memperbaiki dan meningkatkan kinerja PT KAI. "Dia, antara lain yang membawa KAI menjadi maju," sebutnya.

Jonan enggan menyampaikan bahwa dirinya yang memberi rekomendasi Wimbo sebagai orang nomor 1 di PT Pelni. "Nggak, itu yang menunjuk Kementerian BUMN," tegasnya.

--- quote ---

Rabu, 21/05/2014 10:38 WIB

Jadi Dirut Pelni, Ini yang Bakal Dilakukan Wimbo

Jakarta - Pada hari ini, Menteri BUMN Dahlan Iskan mencopot Syahril Japarin sebagai Direktur Utama PT Pelni (Persero) dan menggantinya dengan Sulistyo Wimbo Hardjito, yang sebelumnya menjabat Direktur Komersial PT Kereta Api Indonesia (KAI). Apa program Wimbo?

Usai serah terima jabatan hari ini, Wimbo mengatakan, dirinya akan fokus mengurangi kerugian perusahaan dan meningkatkan pelayanan, terutama untuk pulau-pulau kecil di Indonesia Timur.

"Fokusnya mengurangi rugi perusahaan dan meningkatkan pelayanan, terutama pelayanan daerah pulau-pulau kecil Indonesia Timur," ujar Wimbo saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Menurut pria yang pernah menjadi Direktur Indosat ini, kinerja Pelni ke depan harus lebih baik. Untuk itu, dia perlu mengevaluasi kinerja yang telah ada dengan pihak-pihak terkait.

"Nggak ada apa-apa, ini soal keuangan, kerugian. Yang penting kerja kerja kerja. Mau evaluasi kira-kira apa yang bisa diperbaiki biar tidak terlalu rugi, ruginya dikurangi," kata dia.

Selain itu, Wimbo juga mengaku bakal menerapkan strategi untuk bisa memperbaiki sistem angkutan barang di Indonesia.

"Strategi mungkin angkutan barang bisa ditingkatkan, saya kan masih pemula. Program-program lain belum, kalau sudah 3 bulan baru ditanya angka, program. Itu supaya pelanan meningkat, jangan membebani negara, semangat ditingkatkan kerja kerja kerja," cetusnya.

Sumber : detikFinance, 21.05.14.

[English Free Translation]

Currently, PT Kereta Api Indonesia (Persero) spawned many leaders who recruited or groom by another state owned company because of the system of training, education, placement and promotion of appropriate competencies. Salute.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar