Jumat, 16 Mei 2014

[KG-133/2014] Menara KRL Purwakarta - Eksekusi (Bag. 2/2)

JaKaRTa: Awalnya, hanya satu tumpuk kereta doank dibiarkan berjejer namun seiring dengan optimalisasi lahan akhirnya ditumpuk dan gak lupa dipasangi papan pengumuman, agar masyarakat tidak sembarangan masuk area karena “menara KRL” ini hanya bisa dilihat dari jauh (bila ingin berfoto).

Untuk diketahui, penataaan gerbong tua ini gak begitu saja langsung ditumpuk. Harus dipreteli terlebih dulu satu per satu (pelepasan panel dan kubikal) agar gerbong menjadi ringan dan bagian-bagian yang masih bisa dipakai, ya disimpan dengan baik. Bila bisa berhemat, kenapa harus boros ?

Pelaksanaannya ? Agar tidak mengganggu lalu lintas kereta api di spoor raya, ya harus dikerjakan malam hari. Bila bisa diatur siang, ya dikerjakan siang itu juga. Diatur sedemikian rupa, dengan tidak mengenyampingkan kenyamanan dan keamanan penumpang KA yang ada.

Simak liputan singkatnya sebagai berikut. Oh ya, yang panye gawe menata menara ini, ya KALOGers (staf PT Kereta Api Logistik / KALOG) yang hobi mengutak-atik, bagaimana bagusnya rangkaian gerbong KRL bisa ditumpuk optimal tapi tetap ciamik dipandang.


Bravo Operation Team and enjoy the show. Previous report, related with this event, please check [KG-131/2014] Menara KRL Purwakarta – Pembukaan (Bag. 1/2). Eng ing eng ....

Sumber : KALOG / Foto :Army Hani – Buset – Eko.

[English Free Translation]
Have you ever seen a unique electric train tower in the country? If you're curious and on the way from Jakarta to Bandung via toll Cipularang, a time to stop by in Purwakarta Station. See what’s the difference.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar