Minggu, 23 Maret 2014

[KU-080/2014] Inflasi Sumsel Maret Diproyeksi Terkendali

Bisnis.com, PALEMBANG--Inflasi di Sumsel pada Maret 2014 diperkirakan tetap terkendali karena tekanan dari kelompok volatile food masih terjaga seperti bulan sebelumnya yang didorong masuknya masa panen pada Maret 2014.

Deputi Direktur Bank Indonesia Wilayah VII Palembang Salendra mengatakan pasokan yang berlimpah pada Februari 2014 diperkirakan akan berlanjut hingga Maret 2014.
"Curah hujan juga diperkirakan akan berkurang sehingga kegiatan distribusi akan menjadi lebih baik,"katanya, Jumat (7/3/2014).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, perkembangan inflasi Sumsel, yang dihitung dari inflasi Kota Palembang dan Kota Lubuklinggau pada Februari 2014 ini mengalami deflasi sebesar 0,26% (mtm) atau secara tahunan inflasi sebesar 6,06% (yoy).
Deflasi ini diakibatkan oleh deflasi pada kelompok volatile food sebesar 1,41% (mtm).
Dia menambahkan komoditas ikan segar, yang masih merupakan penyumbang inflasi pada Februari 2014 ini diperkirakan akan bertambah seiring dengan cuaca yang semakin kondusif untuk kegiatan penangkapan ikan.
Terkait pasokan beras, lanjut dia, diperkirakan meningkat sepanjang bulan ini. Adapun total luas panen padi Sumsel diperkirakan meningkat pada 2014 sebesar 2,45% (yoy) atau dari 835.635 ha pada 2013 menjadi 855.635 ha pada tahun ini.
Diketahui, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel memperkirakan bahwa luas panen padi masih akan tinggi setelah puncaknya pada Februari 2014.
Salendra mengatakan untuk tekanan inflasi dari kelompok administered price diperkirakan akan melambat sesuai dengan hasil Survei Pemantauan Harga.
"Berdasarkan survei, dampak langsung kenaikan elpiji sudah minimal, dan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi juga sudah hilang,"katanya.
Dia mengemukakan justru tekanan inflasi akan berasal dari meningkatnya konsumsi menjelang Pemilu legislatif serrta rencana kenaikan gaji PNS.
Sumber : Bisnis Indonesia, 07.03.14.
[English Free Translation]

Inflation in South Sumatra in March 2014 is expected to remain under control due to the pressure of the volatile food is still maintained as the previous month which encouraged the entry of the harvest in March 2014.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar