Jumat, 14 Maret 2014

[KG-071/2014] Sosialisasi Di Stasiun Cisaat – 12/03/14

SuKaBuMi: Selaku warga Sukabumi dan sekitarnya, rasanya beruntung sekali dengan hadirnya layanan kereta api (KA) penumpang “Pangrango” rute Bogor – Sukabumi p.p disambung lagi dengan pembukaan rute Sukabumi – Cianjur dengan KA “Siliwangi”.

Setidaknya penumpang yang hendak bepergian ke dan dari Sukabumi bisa menghemat waktu bila benar-benar membutuhkan waktu cepat dan ingin menikmati pemandangan sepanjang perjalanan dari Stasiun Paledang, Batutulis, Cicurug, Cisaat hingga Sukabumi.

Bahkan pemerintah pun mengindikasikan suatu saat nanti, angkutan barang harus dialihkan dari jalan raya ke moda angkutan massal KA. Intinya untuk mengurai kemacetan ! Gak dimana-man deh, angkutan KA efektif membantu mengurangi kemacetan. Kalo mengatasi, kesannya gimana gitu.

Nah sehubungan dengan hal diatas tadi, PT Kereta Api Logistik (KALOG) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki kewajiban mewujudkan keinginan masyarakat luas dan juga mendukung niatan pemerintah untuk mengaktifkan Stasiun Cisaat dan satunya lagi Stasiun Cicurug.

Karena lahan yang akan digunakan terhalang oleh beberapa bangunan dan kebetulan pemilik tanah adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan dengan pertimbangan rasa keadilan dan kemanusiaan, wajib rasanya mensosialisasikan hal tersebut.

Rabu 12/03 di pelataran Stasiun Cisaat, dilakukan pertemuan dengan warga desa Cisaat yang lokasinya berdekatan dengan lokasi stasiun. Dihadiri warga yang akan kena gusur dan pemuka masyarakat setempat, pertemuan berlangsung mancarli.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, perwakilan pemerintah daerah, Camat, Kapolsek, Dandim, Lurah hingga Ketua RT dan RW. Batas waktu yang diberikan untuk pembongkaran rumah warga hingga akhir Maret 2014. Sebelumnya sempat diinfokan namun secara informal.

Berikut ini kami unggah sekilas hasil pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.30 – 12.00. Udk.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]

Wednesday 12/03, in the waiting room at Cisaat Railway Station, conducted a meeting with respective villagers who will be evicted, attended by residents and subject to local community leaders, the meeting took place safely and smoothly.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar