Tuesday, April 18, 2017

[KG-108/2017] Rakor Tindak Lanjut Pemanfaatan Dryport – 18/04/17

JaKaRTa : Selasa tgl 18/04/17 bertempat di gedung BPPT Jakarta, dilakukan rapat koordinasi pemanfaatan dan pengelolaan dryport Cikarang serta dihadiri langsung Menko Kemaritiman, Luhut Panjaitan.

Salah satu partisipan yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) didampingi PT Kereta Api Logistik (KALOG) ikut serta dalam pertemuan pagi ini. Selain itu, hadir pula perwakilan urusan dari Kementerian BUMN, CDP, Bea Cukai dll.

Inti pertemuan membahas update dwelling time, perbandingan tarif trucking dan kereta api (KA) serta ada presentasi dari konsultan Deloitte ihwal peran hub & spoke. Berbagai masukan diterima oleh pihak konsultan, termasuk keberatan membandingkan proses bongkar muat di Indonesia dan Singapura.

Ada juga yang menjelaskan peran moda kereta api saat ini untuk rute Stasiun JICT - CDP dan sudah lancar, sejauh ini. Selain itu ada juga sorotan terhadap pengenaan PPN 10 persen untuk angkutan barang via KA dan isu THC (Terminal Handling Charge) yang dikenakan oleh perusahaan pelayaran.

Dokumentasi terlampir.


--- quote ---

(artikel) Fokus Pangkas Biaya Logistik, Pemerintah Soroti THC

Bisnis.com, JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa saat ini pihaknya bersama Kemenhub sedang melakukan pembedahan struktur biaya di pelabuhan dalam rangka menurunkan biaya logistik tersebut.

“Kita bersepakat untuk membuka struktur biaya di pelabuhan sehingga kita bisa menghemat biaya-biaya di situ. Sekarang kan dwelling time sudah turun, tapi cost-nya masih dianggap tinggi. Jadi kita periksa satu per satu, mana yang bisa diturunin," ujarnya, Selasa (18/4/2017).

Menurutnya, salah satu struktur yang bisa dilakukan pembedahan tersebut adalah pengenaan tarif Terminal Handling Charge (THC). "THC itu untuk apa? Ongkosnya cukup mahal,” katanya.

Dengan evaluasi pengenaan THC yang dapat dipangkas itu diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya di pelabuhan.

Pasalnya, THC diperkirakan memakan porsi mencapai hingga 33% dari seluruh biaya di Pelabuhan Tanjung Perak dan 28% biaya di Pelabuhan Makassar. Terminal Handling Charges (THC) adalah gabungan biaya antara Container Handling Charger (CHC) dan surcharge.

CHC adalah biaya yang dikenakan oleh pengelola terminal peti kemas kepada pengguna jasanya, (biasanya adalah shipping line), dari sejak kapal sandar, membongkar muatan hingga menumpuk peti kemas di lapangan penumpukan atau stacking/container yard.

“Sampai seefisien mungkin. Saya belum bisa ngomong (persentasenya), tapi THC itu sampai 33% dari semua cost di Surabaya, 28% di Makassar, di Priok kita mau lihat. Kalau itu bisa dihemat bisa efisien,” ujarnya.

Pihaknya juga menyatakan akan menggandeng Djakarta Lloyd untuk diminta membantu menghitung struktur biaya yang wajar.

“Kalau dwelling time bisa kita pertahankan di bawah 3 hari, kemudian cost bisa kita perkecil, kita minta Djakarta Lloyd untuk membantu memformulasikan,” terangnya.

Selain itu, Pelindo II juga akan kembali diundang rapat ke Kemenko Kemaritiman pertengahan pekan ini untuk menjelaskan lebih rinci terkait biaya-biaya di pelabuhan.
Pihaknya berharap proses pemetaan tersebut dapat selesai pada Mei 2017.

"Besok Kamis kita mau ketemu (Pelindo II), kita breakdown angka-angkanya. Saya berharap Mei 2017 kita sudah lebih tajam,” tuturnya.

Sumber : Bisnis Indonesia.

--- unquote ---

Hmm … THC bakal disasar nih. Yaps, moga2 biaya logistik bisa jadi lebih kompetitif deh, masak kalah sama negeri semata wayang. Indonesia harus bisa lebih baik, dari hari ke hari. Go Get ‘ Em.

Catatan juga buat wartawan professional yang ngeliput berita diatas, mungkin yang dimaksud adalah konsultan independen Deloitte Consulting bukan Djakarta Lloyd yang sering disingkat D'lloyd (ini nama pelayaran pelat merah dan nama grup musik). 

Mohon maaf jika salah ya, yang pasti kita ada disana.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Tuesday (April 18th) was held a coordination meeting about dryport utilization in BPPT Building. The meeting was attended directly by Coordinating Maritime Minister, Luhut Panjaitan. Also present the representatives of PT KAI, PT KALOG, Customs, CDP, BUMN etc.

No comments:

Post a Comment

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...