Sabtu, 11 Juni 2016

[KU-160/2016] Anggaran Dipangkas, Sejumlah Proyek KA Ditunda

JAKARTA: Rencana pembangunan sejumlah rel KA di Pulau Jawa ditunda sebagai konsekuensi pemotongan anggaran Kemenhub dalam APBN 2016. Dirjenka Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono mengungkapkan pihaknya hanya mengikuti prinsip Presiden Joko Widodo yang mendahulukan proyek KA di luar Jawa, a.l. Sumatra, Sulawesi dan Papua.

"Beberapa proyek pembangunan rel KA yang ditunda, antara lain Lintas Selatan Jawa, Jogja-Solo, Double Track Madiun-Kedungbanteng, dan Kroya-Kutoarjo," ujarnya. Adapun, proyek KA di Sumatera yang akan diprioritaskan antara lain Binjai-Besitang, Duri-Dumai-Pekanbaru-Rantau Prapat dan Prabumulih-Kertapati, serta Martapura-Batu Raja.

Untuk di Pulau Sulawesi, proyek kereta yang akan didahulukan antara lain Makassar-Pare-pare dan Manado-Bitung. Khusus untuk Makassar-Pare-pare, Kemenhub menargetkan penyelesaian lintasan KA sepanjang 70 Km dari Kampung Baru hingga Pare-pare pada 2017.

"Setelah itu selesai, baru Pare-pare ke Makassar," katanya. Dia mengakui kendala 
pembangunan rel KA Makassar-Pare-pare berkaitan dengan pembebasan lahan. Namun, Kemenhub bertekad untuk menyelesaikan lintasan ini sesuai dengan perencanaan.

Sementara itu, untuk lintasan KA Manado-Bitung, Kemenhub telah melakukan kajian trase dengan Pemerintah Sulawesi Utara, sedangkan detail engineering design (DED) akan diselesaikan pada tahun ini.

KA Papua juga menjadi prioritas pemerintah, yakni lintasan Sorong-Manokwari. Kemenhub mempertimbangkan lintasan ini sebagai prioritas karena dinilai paling mudah dari sisi pengerjaan karena tidak terkendala bukit dan gunung. Lintasan ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 400 km.

Sumber : Bisnis Indonesia, 11.06.16.

[English Free Translation]

Plans construction of a number of railway tracks in Java postponed as a consequence of budget cutting for the APBN 2016. The Ministry of Transport - Director General of Train Prasetyo Boeditjahjono revealed that they were only following the principle of preferential President Joko Widodo, railway projects done outside Java, such as Sumatera, Sulawesi and Papua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar