Senin, 06 Juni 2016

[KG-155/2016] Suka Duka Menjadi KALOGers

JaKaRTa: Bekerja di anak perusahaan berjuluk ular besi, gampang2 susah karena kebijakannya akan mengekor ke induk juga (holding company). Semisal, posko angkutan Lebaran dan lain sebagainya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki sejumlah anak perusahaan dan yang dipercaya menangani angkutan barang, yakni PT Kereta Api Logistik (KALOG). Sebutan bagi insan yang gawe di KALOG, ya dipanggil KALOGers.

Emang apa aja suka dukanya menjadi KALOGers ? Bagi yang pernah kerja di perusahaan swasta tapi akhirnya terdampar di KALOG, senang2 aja tuh. Artinya, jam kerja gak jadi patokan dalam pengertian, mo piket, mo biz trip ato ada acara dadakan, udah biasa.

Sebelumnya, sempat berkarya di perusahaan pelayaran, pindah ke perusahaan pergudangan, lantas sempat ke forwarding sampe vendor trucking, dijabanin semua sehingga lumayan beraaaat deh ditempa disana. Perkara gak pulang ke rumah ato telat pulang, udah langganan.

Lantas, ada yang suka nanya juga, apa enaknya kerja di perusahaan A, B, C dst. Banyak faktor dan setidaknya menjadi KALOGers kudu bisa menyeimbangkan diri agar suasana kerja yang padat, bisa juga dibawa santai. Gimana caranya ? Ada deh …

Maksudnya, di saat mengerjakan tugas kantoran, wajib hukumnya diselesaikan dengan baik. Setelah itu, carilah objek kuliner untuk dinikmati sebagai pelipur lara ato pelipur capek. Bisa juga mencari objek pemandangan menarik.

Gak percaya ? Ikutin deh cuplikan berikut ini, sejumlah aktifitas KALOGers dimana pun berada – tergantung sikon juga koq. Tapi klo bisa memanfaatkan ruang dan waktu, Inshaa Allah. Hidup itu pilihan sedangkan kerja itu kewajiban agar kita bisa bertahan hidup.

Ini nih yang bisa dijabanin selama menjadi KALOGers (ssst, pengalaman pribadi nih).

JEJARING …

Berlatar belakang dari industri pelayaran, paling ngga ada yang bisa disumbangkan saat KALOG menjalankan angkutan kontainer dari Jakarta ke Surabaya p.p, begitu juga kedepannya bila Semarang dan Solo jadi dioperasikan.

Setidaknya, target kedepannya membuka jaringan seluas mungkin dengan biaya sehemat mungkin agar Pelanggan bisa memperoleh manfaat dengan semakin banyaknya counter yang bisa melayani angkutan barang, khusunya di Pulau Jawa dan menyusul Sumatera.

Berbekal jaringan yang ada, minta dukungan dari perusahaan pelayaran sejauh ini sangat membantu. Saat kontainer kurang ato pelayaran butuh repo-MTY ke Surabaya ato Jakarta, otomatis merupakan perwujudan kerjasama saling menguntungkan.

Semisal kerja bareng selama ini dengan pelayaran Korea Marine Transport Co. (KMTC - foto), COSCO, CMA CGM, Sinokor, SITC dan lain-lain. Thanks all buat support-nya.



SURPRIZE & SOLIDARITAZ …

Gawe di KALOG kadang dapat kejutan macem2 dan yang bikin trenyuh biasa kepedulian dengan sesama. Saat sakit dijenguk, saat ada yang kemalangan didatengin, setidaknya semangat kepedulian masih ada, itulah yang menjadi hiburan bermakna.



SURVEI + (SEMANGAT) INOVASI …

Kegiatan mencari muatan dan survei di sisi komersil, gak bisa dipisahkan karena tim Sales gak melulu cari muatan tetapi juga harus menyimak potensi bisnis yang masih blon terbuka. Masih banyak peluang yang bisa ditindaklanjuti.

Lantas, Marketing mewujudkan ide dengan konsep dan program yang membumi agar bisa dicapai dengan rentang waktu tertentu. Gak bisa juga buka bisnis langsung untung – kecuali dumping dan nyolong Customer lamanya. Itu mungkin tapi gak etis aja.

Bagi tim Komersil, bertumpu kepada keadaan sekarang saja gak cukup untuk meraih masa depan KALOG yang cerah. Perlu inovasi dan terobosan2 yang cukup fenomenal agar bisnis tetap bisa bergairah.



KULINER + SANTAI …

Siapa bilang juga menjadi KALOGers bisa peyot dan kurang piknik ? Itu anggapan salah. Muka peyot (baca : keriput) bukan karena kurang piknik tetapi alamiah bingitz dan gak bisa didebat. Tapi klo kurang piknik, tergantung angina berhembus.

Saat bisnis berjalan lancar, Inshaa Allah program piknik bareng akan muncul jua. Tapi saat bisnis rada lesu maka pengajuan untuk bisa piknik agak melempem karena pasti kena imbas kurang sedaaap.

Intinya, setiap KALOGers ngeluyur dan bisa memanfaatkan waktu dengan baik, ya bisa aja ngadain paket kuliner sendiri plus acara santai. Udah terbukti koq, jadi nikmatin aja ya, gak usah dihebohin kesana-kemari.



SINERGI …

Gak semua gawean bisa dijalanin sendiri karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM), bisa jua teknologi ato mekanisme tertentu yang blon dikuasai dengan baik oleh KALOGers – karena biz baru.

Hal itu gak menutup kemungkinan untuk digarap bersama. Bahasa kekinian disebut sinergi antar-BUMN ato sinergi antar-anak perusahaan BUMN. Itu pula yang mendasari KALOG ingin bermitra dengan siapa aja yang dinilai layak dan bisa diajak kerja bareng.

Artinya, selain pihak swasta, KALOG memilih mencari mitra kerja yang memiliki nyawa serupa namun bisa bekerja secara professional dan memiliki kompetensi dibidangnya. Asal tunjuk ato asal pilih, bisa membuat dosa 7 (tujuh) turunan gak abiz abiiiiz.



SOSIALITA …

Siapa bilang juga klo kerja di KALOG, gak ada waktu buat acara reuni ato ketemuan sama teman lama. Itu sih perkara cetek dan bisa dilakuin siapa aja. Masalahnya niat ato ngga dan bisa ngatur waktu ngga ?

Klo mo ngadain reuni siang hari, pasti mimpi deh. Tapi kalo setelah jam kerja selesai apalagi jatuh di akhir pecan, rasanya sejauh ini gak ada halangan tuh – kecuali cewek memang lagi M, No Way Man. Jangan coba2 klo kepala gak mo kena sambit sandal japit xi xi ix.


Hmm jadi KALOGers sebenarnya enak dunk. Sejatinya dibuat enak. Di semua tempat gawe selalu ada unsur suka dan duka dan bisa2nya kita menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Berkacalah seperti bunglon, mudah menyesuaikan dengan alam sekitar.

Gitu Pembaca skalian.  Sekedar berbagi aja agar khalayak diluar sana bisa merasakan apa yang kita rasakan he he he. So Far So Good. Kenapa dibikin repot ? Nikmatin aja. Pokoknya, ngalir aja.

Sumber : KALOG / Foto : RAM + KALOGers

[English Free Translation]
Just share the brief stories during become a KALOGers, both joy and grief. Life is lived alone, flowing as it is. Good.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar