Senin, 13 Juli 2015

[KU-191/2015] KA Logistik Belum Jangkau Kota Industri

SuRaBaYa: Layanan Kereta Api Logistik (KALOG) bentukan PT KAI belum menjangkau aktivitas di kota perdagangan dan industri. Selain itu, Kalog juga diminta menawarkan jasa transportasi yang lebih murah daripada moda transportasi lainnya.

Ketua DPW ALFI/ILFA Jatim, Hengky Pratoko mengatakan, sebenarnya misi Kalog, sebagaimana digagas Menhub Ignasius Jonan, sudah bagus. Yakni, memberikan pilihan kepada pengguna jasa transportasi, selain angkutan laut. Dan menawarkan waktu pengiriman lebih cepat untuk menghindari terjadinya kepadatan arus lalu lintas di jalan raya.

"Semangatnya bagus, tapi masih banyak daerah yang memiliki potensi industri dan perdagangan tidak tergarap. Ini menjadikan layanan Kalog tidak bisa maksimal. Mestinya, Kalog rute Surabaya-Jakarta bisa mampir ke beberapa daerah yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang bagus," katanya.

Kalog semestinya bisa melakukan pemetaan daerah potensi muatan khususnya kegiatan logistik di kota-kota industri.

"Memang Kalog harus memancing supaya ekonomi daerah bisa tumbuh. Jangan selalu hadir langsung minta untung. Yang terpenting, Kalog harus berani menjamin ongkos angkut barang menjadi lebih murah," tuturnya.

Sumber : Radar Surabaya, 08.07.15.

[English Free Translation]
Services of PT Kereta Api Logistik (KALOG) which was formed by PT Kereta Api Indonesia (Persero) has not reached the activity in the city of trade and industry. In addition, KALOG also asked to offer a transport service which is cheaper than other modes of transport.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar