Rabu, 18 Juni 2014

[KU-166/2014] PT. Kereta Api Logistik Incar Distribusi Toyota



JAKARTA:  PT Kereta Api Logistik (KALOG) siap bekerja sama dengan Toyota untuk distribusi mobil produk perusahaan tersebut. Dirop & Marketing PT KALOG, Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, saat ini biaya angkutan mobil dengan KALOG memang masih lebih tinggi dibandingkan dengan truk. Untuk 1 unit mobil, jika menggunakan truk, biayanya sekitar Rp 1,5 juta per unit, namun dengan kereta logistik mencapai Rp 1,8juta.

"Lebih mahal memang. Tapi kami menjamin jika barang akan tiba tepat waktu karena kita mempunyai jadwal yang jelas," ujarnya. Jaminan kepastian kedatangan & kecepatan memang menjadi salah satu andalan kereta logistik. Selama ini, produsen mobil masih belum melirik kereta logistik untuk distribusi produk mereka. Mereka mengandalkan truk untuk distribusi antar kota, padahal truk perlu 2-3 hari untuk menjalani rute Jakarta-Surabaya.

Jika menggunakan kereta logistik, waktu distribusi bisa dipersingkat menjadi 16 jam. Dengan kereta logistik, mobil yang dikirim lebih aman karena dimasukkan dalam kontainer tertutup ukuran 40 feet. 1 kontainer diperkirakan bisa memuat dua mobil Toyota Innova. Namun saat ini, PT KALOG sedang mencari akal akal bisa muat lebih dari 2 unit dengan cara memasang rak khusus dalam kontainer.

"Kami jamin mobil aman. Tak butuh biaya recovery lagi seperti mengecat ulang mobil karena aspal yang menempel atau tergores saat pengiriman," ujarnya. Ia yakin, jika dihitung-hitung secara keseluruhan, maka harga yang ditawarkan oleh PT KALOG lebih murah.

"Kereta logistik memang hanya untuk yang menginginkan kecepatan & keamanan," ujarnya.

Sumber : Tempo, 15.06.14 (disempurnakan dan dilengkapi, editor) / Kredit Foto - Ilustrasi : Michael Taylor.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Logistik (KALOG) ready to work with Toyota to distribute the car of the company's product. Director of Operations & Marketing PT KALOG, Dwiyana Slamet Riyadi said the current cost of freight cars is relatively higher than the truck but the timeliness factor going forward, will be a priority.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar