Rabu, 04 Juni 2014

[KA-152/2014] PT KAI Butuh Dukungan Pemda

JAKARTA: Pelayanan KA di Indonesia membutuhkan dukungan pemda. Kelancaran perjalanan KA mendukung keinginan masyarakat pada moda transportasi ideal dan nyaman.

"Saya melihat PT KAI masih berjalan sendirian. Longsor yang memicu kecelakaan KA di Tasikmalaya hingga dugaan sabotase pada beberapa jalur KA di Jateng membuktikan peran serta pemda sangat dibutuhkan," kata pengamat perkeretaapian Universitas Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, Minggu (1/6).

Pada periode Sept 2013-Mei 2014 terjadi setidaknya 3 kali dugaan sabotase di Cilacap, Banyumas dan Kebumen, Jateng. Sejumlah perjalanan KA terhambat akibat kayu dan batu yang diletakkan di tengah rel. Djoko mengatakan, jika pemda ikut memperhatikan keselamatan di sekitar rel KA, kedua jenis kejadian itu tentunya bisa dicegah sejak dini. Ia yakin, kedua kejadian itu dipicu tindakan manusia yang sewaktu-waktu bisa terjadi kembali apabila tidak segera menjadi perhatian banyak pihak.

"KA efektif memecah kemacetan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang nyaman. Negara juga mendapat pendapatan yang besar dari moda transportasi KA," katanya. Ia mengingatkan, pelatihan terhadap awak KA juga harus terus dilakukan. Peningkatan kesejahteraan yang dilakukan PT KAI harus sejalan dengan kemampuan karyawannya. Ia merujuk pada dugaan masinis KA 30 Argo Parahyangan yang lalai mematuhi sinyal KA saat memasuki Sta Cisomang pada Sabtu. Akibat kelalaian itu, loko dan 3 gerbongnya anjlok di mulut Jembatan Cisomang di Kab. Purwakarta.

"Sejauh ini, saya melihat peningkatan SDM sudah jauh lebih baik meskipun ada satu-dua orang yang masih lalai saat menjalankan tugas," kata Djoko. Manajer Humas Daop 2 mengatakan, loko dan 3 gerbong sudah diangkat pada hari Minggu.

Perbaikan rel juga sudah dilakukan sehingga perjalanan KA yang melewati jalur ini sudah berjalan normal seperti biasa. Ia mengharapkan agar semua pengguna KA tidak cemas karena jalur Jakarta-Bandung itu aman dilalui. Ia mengatakan penyebab anjloknya KA 30 Argo Parahyangan masih terus diselidiki.

Sumber : Kompas, 02.06.14.

[English Free Translation]

Railway services in Indonesia require local government support. Train smooth travel support people's desire in an ideal and convenient mode of transportation. Go get ‘em.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar