Jumat, 13 Juni 2014

[KU-161/2014] Double Track “Ancam” Taman Kota Muaraenim


SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar mewanti-wanti pemborong proyek double track milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), untuk berhati-hati dalam bekerja dan tidak merusak aset milik Pemkab Muaraenim, Jumat (06/06/2014).

Dari pengamatan di lapangan, ada beberapa titik pembangunan proyek double track milik PT KAI yang berdekatan dengan aset milik Pemkab Muaraenim, seperti taman kota di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Muaraenim, berjarak lebih kurang 2,5 meter, taman kota miniatur yang merupakan sumbangan pihak ketiga. Taman-taman tersebut selain mempercantik kota, juga menjadi penilaian dalam Piala Adipura.

Menurut Muzakir, pihaknya sangat mendukung seluruh pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Muaraenim, apalagi jika untuk kepentingan masyarakat umum. Namun sebaiknya pembangunan tersebut tentu harus sesuai aturan dan mekanisme berlaku serta tidak merugikan masyarakat maupun pemerintah setempat apalagi sampai merusak.

Mengenai dengan adanya proyek pembangunan double track, lanjut Muzakir, yang saat ini sedang dilakukan oleh PT KAI, tentu diharapkan jangan sampai merugikan masyarakat dan pemerintah daerah, apalagi sampai merusak. Apalagi dalam pembangunan double track tersebut, terutama yang melintasi dalam kota Muaraenim, melintasi beberapa aset milik Pemkab Muaraenim seperti taman-taman sebagai keindahan kota.

“Kita berharap proyek KAI berjalan dengan lancar dan profesional dan tidak merusak taman kota,” ucapnya.
Meskipun begitu, sambung Muzakir, semua pihak harus memperhatikan aset milik daerah untuk dirawat dan dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat, seperti taman kota, kolam retensi, dan lainnya terlepas Kabupaten Muaraenim telah mendapatkan Piala Adipura. Bahkan bila perlu, stake holder bisa menyumbang dana CSR-nya untuk memperindah kota Muaraenim.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Muaraenim, Zulkarnain Bachtiar mengatakan, memang taman–taman kota yang diperoleh dari sumbangan pihak ketiga yakni dari PT Global Mitra Mas (GMM), baik yang berada di kawasan GOR Pancasila maupun di dekat Jembatan Enim II Jalan Ahmad Yani. Selain itu, pada kawasan hutan kota maupun kawasan pasar inpres sumbangan dari APBD Pemkab Muaraenim, serta kawasan lainya terdapat sumbangan PT Bukit Asam. Semuanya itu memiliki andil dalam penilaian Adipura.

“Semua pihak harus menjaga sejumlah lokasi yang menjadi titik penilaian adipura, seperti kolam retensi dan taman–taman kota serta hutan kota,” urainya.

Terpisah, Staf Madya Bidang Jembatan Investasi Divre III Sumatera Selatan (Sumsel) PT KAI, Jatnika menuturkan, pihaknya sudah bekerja sesuai dengan prosedur. Semua terkait dengan perizinan, analisis manajemen dampak lingkungan (AMDAL) dan sebagainya, menurutnya sudah mendapatkan izin dari Pemkab Muaraenim. Ia menjamin dalam pembangunan tersebut tidak akan merusak taman kota di Jalan Ahmad Yani.
“Semua sudah sesuai, kalau salah satu perizinan tidak terpenuhi bagaimana proyek bisa berjalan,” ujarnya.

Sumber : Sriwijaya Post, 06.06.14.

[English Free Translation]
Regent Muaraenim Muzakir Sai Sohar cautioned the double track project contractor belongs to PT Kereta Api Indonesia (Persero), to be careful not to damage the work and assets owned by Muaraenim Regency, Friday (06/06/2014).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar