Selasa, 08 April 2014

[KU-096/2014] KAI Bakal Prioritaskan Bisnis Angkutan Barang

Bisnsis.com, BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia akan mengubah prioritas bisnisnya mulai 2014 dengan lebih memprioritaskan bisnis angkutan barang dibandingkan angkutan orang. VP Pemasaran dan Bina Pelanggan Angkutan Barang PT KAI Hendy Helmy menuturkan dengan memprioritaskan bisnis angkutan barang, PT KAI  akan  menambah gerbong kereta barang sebanyak 1200 gerbong yang dilakukan secara bertahap mulai 2014 hingga 2015.

“Dengan penambahan 1.200 gerbong, maka jumlah gerbong kereta barang pada 2015 menjadi 2.400 gerbong sehingga setiap hari bisa mengangkut 4.800 teus barang,” katanya dalam acara Konferensi Sistem Logistik Pangan Berbasis Transportasi Kereta Api di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Regional VI Jawa Barat dan Banten, Rabu (26/3/2014).

Hendy mengatakan 1.200 gerbong ini merupakan gerbong datar yang dalam satu gerbong dapat memuat satu kontainer sepanjang 40 kaki dan dua kontainer sepanjang 20 kaki.

Selain itu, PT KAI juga akan membangun sarana pokok dan pendukung bisnis angkutan barang, yakni perpanjangan spoor luncur di beberapa stasiun lintas utara Jawa serta penambahan spoor dengan mengaktifkan kembali jalur yang mati.

“Pengaktifan kembali jalur yang mati akan dilakukan di jalur-jalur menuju pusat pertambangan dan di jalur-jalur mati yang telah berubah fungsi menjadi hunian liar, salah satunya di Gresik, Jawa Timur,” ucapnya.

Sementara itu, sebagai sarana pendukung angkutan barang, PT KAI akan membangun container yard serta dipo gerbong. PT KAI juga akan membangun 29 stasiun penunjang angkutan barang di Jawa dengan rincian delapan stasiun di Jawa Barat, sepuluh stasiun di Jawa Tengah, dan sebelas stasiun di Jawa Timur.

Penambahan lokomotif pun dilakukan dengan membeli 150 lokomotif khusus angkutan barang. Menurut Hendy, 100 lokomotif akan dioperasikan di Jawa, sedangkan 50 lokomotif di Sumatera.

Dengan penambahan sarana dan prasarana angkutan barang ini, PT KAI menargetkan pendapatan bisnis angkutan barang dapat lebih besar dengan angkutan orang.

“Kami targetkan pendapat dari bisnis angkutan barang tahun ini Rp3,5 triliun, sedangkan bisnis angkutan orang lebih rendah dari itu dengan perbandingan 55% angkutan barang, 45% angkutan orang,” ujarnya.

Hendy berharap pemerintah turut membantu PT KAI untuk menjadi moda transportasi utama angkutan barang. Selama ini, katanya, penggunaan kereta api sebagai angkutan barang masih dianggap memakan biaya tinggi karena pergudangan di sentra produksi maupun pusat penjualan tidak terakses langsung dengan stasiun kereta api sehingga membutuhkan biaya tambahan untuk mengangkut barang ke stasiun kereta api.

“Kami meminta pemerintah membangunkan gudang logistik di perkotaan dekat dengan stasiun kereta api sehingga biaya tambahan bisa ditekan,” ucapnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 26.03.14.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Indonesia will change the priority of the business began in 2014 with a higher priority to freight transport rather than the passanger train. VP Freight Marketing and Customer Development PT KAI Hendy Helmy said to support freight transport business, PT KAI will add 1,200 flatcars from 2014 to 2015.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar