Rabu, 02 April 2014

[KU-090/2014] Kereta Api Operasikan 200 Loko Angkutan Barang

Bisnis.com, JAKARTA - Pada tahun ini PT KAI (Kereta Api Indonesia) mengoperasikan 200 loko atau rangkaian pengangkut barang, tersebar di Jawa dan Sumatra. Batubara masih sebagai sumber pendapatan dominan di sektor bisnis ini.

VP Pemasaran dan Bina Pelanggan Angkutan Barang PT KAI Hendy Helmy mengatakan untuk menggenjot pendapatan maksimal dari angkutan barang, pihaknya mendatangkan 150 rangkaian baru. Untuk Jawa, dijatah 100 unit, sedangkan Sumatra mendapatkan penambahan 50 unit.
"Jadi total dengan yang eksisting sekitar 200 rangkaian telah kami operasikan. Hal ini untuk menjadikan kereta api sebagai moda alternatif di samping jalan raya bagi pengangkutan logistik," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (20/3).

KAI menarget hingga 2017, sumbangsih pendapatan melalui jasa angkutan barang mencapai 55% berbanding 45% angkutan penumpang. Saat ini, pendapatan KAI masih didominasi jasa angkutan penumpang hingga 48%.
Sampai saat ini, angkutan barang kereta dengan kontainer, masih didominasi barang-barang ritel atau FMCG (fast mover consumer goods), sebanyak 60%. Sedangkan untuk barang ekspor-impor hanya meraih porsi 40%.

Di lain pihak, kontribusi pendapatan terbesar justru datang dari pengangkutan batubara. Bahkan, menurut Helmy, sumbangan pendapatan itu mencapai 70% dari keseluruhan jasa angkutan barang.
Saat ini manajemen KAI menilai bahwa angkutan logistik harus ditopang armada mereka. Sebab, terdapat 24% nilai inflasi disumbang dari biaya logistik yang mahal. "Kami juga akan menjadi moda green transportation, kalau trucking harus membenahi dirinya dulu."
Sumber : Bisnis Indonesia, 20.03.14.
[English Free Translation]

This year, PT Kereta Api Indonesia (Persero) or PT KAI (Indonesian Railways) operates 200 locomotives in Java and Sumatera. Coal is the dominant source of income in this business sector.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar