Friday, January 12, 2018

[KG-012/2018] Angkutan Barang Via KA Naik – 12/01/18



JaKaRTa : Sebagai orang Indonesia tulen dan konon kabarnya, keberuntungan selalu berpihak kepada orang Jawa, untung aja ... untung ini dan lain sebagainya. Intinya, deal sama orang Jawa selalu beruntung he he he.

Nah, berkaitan dengan sejumlah info terkait meningkatnya angkutan barang yang menggunakan moda kereta api (KA) merupakan suatu anugerah dan juga buah kerja keras dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Salah satu yang ketiban rejeki adalah PT Kereta Api Logistik (KALOG), yang terus didesak agar bisa mengakomodir perpindahan angkutan barang di jalan raya ke moda angkutan berbasis kereta api tadi.

Syukur Alhamdulillah KALOG pun bisa mencapai hasil optimal di angkutan barang namun tetap tidak boleh berpuas diri agar proses pelayanan kepada masyarakat luas tetap mendapat prioritas.

Ada juga artikel terkait dengan angkutan barang dan semoga bisa menginspirasi masyarakat luas akan faedah perpindahan ato pergeseran angkutan moda di jalan raya, guna mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengurangi beban jalan.

--- quote ---

TRIBUNNEWS.COM: Logistik yang Diangkut Kereta Barang Naik, Tapi KAI Belum Puas karena Tak Sesuai Target

Jumlah barang yang diangkut menggunakan KA barang selama tahun 2017 mengalami peningkatan. Dirut KAI Edi Sukmoro menjabarkan dibandingkan 2016 terjadi peningkatan barang sebanyak 4 juta ton. 

"Masalah angkutan barang memang angkutan barang naik 13%, dari 2016 sebesar 32 juta ton menjadi 36 juta ton tahun 2017," ungkapnya. Sayangnya meskipun barang yang diangkut meningkat, jumlah barang yang diangkut baru mencapai 91% yang ditetapkan yaitu sebesar 39,9 juta ton. 

Dirop KAI Slamet Suseno Priyanto mengatakan tahun 2018 KAI yakin penggunaan kereta barang dapat meningkat dan memenuhi target. Menurutnya, permintaan pengiriman barang menggunakan kereta barangterus mengalami kenaikan misalnya untuk pengangkutan batu bara di Palembang, dan peti kemas di kawasan Jawa. 

"Untuk batu bara, Palembang semula 1 trainset 60 gerbong sekarang jadi 64 gerbong nanti kita uji coba 100 gerbong, permintaan peti kemas Surabaya, Semarang, Jakarta juga meningkat" ucap Slamet Suseno. 

Edi Sukmoro menambahkan, KAI akan terus mendukung pemerintah untuk lebih mengembangkan penggunaan kereta barang supaya lebih mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya. 

Selain itu ajakan untuk lebih banyak menggunakan kereta barang tersebut juga bertujuan untuk menjaga tekstur jalan raya agar tidak cepat rusak karena beban membawa barang yang terlalu berat.

Sumber : TribunNews, 10.01.18.

OKEZONE.COM: Jumlah Angkutan Barang Menggunakan Kereta pada 2017 Tidak Capai Target

Mencatat capaian positif untuk jumlah angkutan yang lampaui target 373 penumpang selama 2017. KAI mencatat tidak tercapainya realisasi jumlah angkutan barang sepanjang 2017. Dari target 39,9 juta terealisasi 36 juta. 

"Jumlah angkutan barang naik 13% bila dibandingkan tahun 2016. Tapi bila dilihat dari target, realisasinya baru 91%," ujar Dirut KAI Edi Sukmoro. Ia mengatakan, pihaknya masih optimis realisasi jumlah angkutan barang ke depan bisa lebih tinggi. Di mana jumlah permintaan angkutan batubara di Sumsel dan peti kemas di Jawa semakin bertambah. 

"Angkutan barang atau peti kemas dari Tanjung Mas, Semarang sudah aktif. Peningkatan angkutan di Sumut itu Kawasan Seimangkei diupayakan. Kemudian dimungkinkan kami melakukan penyambungan KA barang ke pelabuhan dengan rangkaian panjang," ujarnya.

Sementara itu, Dirop KAI Slamet Suseno Priyanto menambahkan, saat ini persiapan jalur kereta peti kemas menuju Pelabuhan Tanjung Mas terus dilakukan. Hal ini supaya harga angkutan barang menggunakan kereta bisa lebih kompetitif dibandingkan angkutan lewat jalan.

"Kita juga panjangkan trainset. Di Palembang 1 trainset 60 gerbong sekarang jadi 64. Kita uji coba untuk 100 beraoa untuk," ujarnya. Dia mengatakan, perseroan terus melakukan analisas terhadap angkutan barang supaya bisa kompetitif seperti angkutan di darat.

Sumber : OkeZone, 09.01.18.

--- unquote ---

Secara umum, kita sebagai KALOGers ikut senang dengan peningkatan walau disebut secara korporat belum optimal. Dari sisi KALOG sudah cukup menggembirakan juga bila dibandingkan dengan data tahun lalu.

Akhirnya, mari kita giatkan pengiriman barang menggunakan KA dan edukasi terus masyarakat umum, khususnya para pengusaha dan penggiat di sektor logistik agar lebih paham kesulitan yang dihadapi insan perkeretaapian dalam menggarap angkutan barang, dibanding angkutan via truk, misalnya.

Bravo !

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
The number of goods transported using railway goods during 2017 has been increased. President Director PT KAI, Edi Sukmoro explained that compared to 2016 there was an increase of 4 million tons of goods, up 13 percent. Initially 32 million tons (in 2016) to 36 million tons in 2017.

No comments:

Post a Comment

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...