Selasa, 01 Maret 2016

[KG-059/2015] Tindak Lanjut Kerjasama KALOG - CDP



JaKaRTa: Buat nyuksesin program kereta pelabuhan JICT di Jakarta jauh lebih sulit ketimbang dulu membuka kereta pelabuhan masuk ke kawasan Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Selain lokasi CY ada didalam pelabuhan, arus lalu lintas yang bakal dihadapi berbeda jauh. 

Uji coba udah dilaksanakan dengan baik. Tinggal kedepannya menanti acara peresmian dan kita serta merta harus bahi-membahu dengan instansi maupun lembaga pemerintah dan swasta untuk mewujudkannya. Ini benar2 lintas sektoral dan memiliki kompleksitas sendiri.

Satu per satu kita urai benang merah di program ini. PT Kereta Api Logistik (KALOG) yang merupakan anaka perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang diplot untuk mengoperasikan Stasiun JICT masih menunggu keputusan lebih lanjut.

Secara prinsip KALOG siap berkarya, kapan pun dan dimana pun – jika diminta. Tetapi proses pematangan sispro serta menyusun kerjasama dengan semua pihak di area Stasiun JICT terus dilaksanakan.

Selasa 01/03 siang, selain mampir ke kantor  Dirjen Bea Cukai (DJBC) untuk mendapatkan salinan perihal persyaratan kawasan pabean dan tempat penimbunan sementara (TPS), Syukur Alhamdulillah sudah didapat, yakni Permenkeu No. 23/PMK.04/2015.

Setelah itu, siang harinya kami berdiskusi dengan pihak Cikarang Dry Port (CDP) tentang persiapan kedepannya dalam hal menangani kargo / kontainer ekspor maupun impor via Stasiun CDP.

Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan tetapi dengan komitmen dan doĆ”. Inshaa Allah semuanya bisa berjalan baik. Bismillah.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Tuesday, March 1st, we visit to the Director General of Customs (DJBC) office concerning with the requirement to obtain a customs area and a temporary reservoir (TPS) requirements, namely Permenkeu No. 23 / PMK.04 / 2015. Also visited CDP office for short discussion.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar