Rabu, 09 Maret 2016

[KU-067/2016] Warga Kebonharjo Resah Reaktivasi Rel

SEMARANG: Puluhan warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara resah dengan rencana reaktivasi rel kereta oleh PT KAI. Mereka kemarin menemui Walikota Semarang Hendrar Prihadi di balai kota mengadukan nasibnya.

PT KAI disebut akan mengaktifkan kembali jalur kereta api dari Stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjungmas yang melewati pemukiman warga. Warga didampingi kuasa hukumnya, Budi Sekorianto, meminta pemkot membantu mereka.

Meskipun rencana PT KAI reaktivasi rel, justru dia mendengar ada rencana membuat rel baru untuk menghemat biaya dengan menerjang 140 rumah warga. Sebanyak 110 rumah diantaranya sudah berstatus hak milik.

"Prinsipnya warga tidak akan menghalangi kalau program pemerintah pusat itu mengenai rumah warga. Namun harus ada sosialisasi dan kejelasan soal ganti untung, ujarnya.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, reaktivasi jalur kereta dari Stasiun Tawang ke Pelabuhan Tanjungmas ini merupakan program nasional yang harus didukung warga. Meski demikian, pembangunan ini dijamin tidak akan menyengsarakan warga yang akan terkena proyek.

"Jadi warga tidak perlu resah dengan rencana tersebut. Namun, kami akui proses ini memang masih butuh waktu untuk dikomunikasikan dengan warga," katanya.

Walikota menjelaskan, konsep reaktivasi rel lama yakni dari Stasiun Tawang menuju arah timur, masuk ke arah pegudangan kemudian menuju pelabuhan Tanjungmas.

Adapun PT KAI memiliki rencana lain yakni menyingkat perjalanan dari jalur awal 2,9 km menjadi hanya 400 meter melewati pemukiman warga Kebonharjo.

Sumber : Koran Sindo, 25.02.16.

[English Free Translation]
Mayor of Semarang City, Hendrar Prihadi said reactivation of the railway line from Tawang Station to Port Tanjungmas is a national program that should be supported by all residents. And PT KAI has other plans that shorten the line from the initial path 2.9 km, to 400 meters only but it will pass the residential area. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar