Sabtu, 26 Maret 2016

[KU-084/2016] Menyelamatkan Lokomotif 'Mak Itam', Ganti Onderdil Rusak dengan 'Jeroan' Handmade

PADANG: Mak Itam, lokomotif uap yang merupakan salah satu ikon Sawahlunto, Sumatera Barat, masih 'sakit' sehingga tak bisa dioperasikan. Padahal kehadiran kereta tua ini dinantikan masyarakat dan turis.

Perbaikan Mak Itam terpaksa harus menggunakan suku cadang buatan. Sebab, onderdil pabrikan sulit didapatkan. Demikian disampaikan kepala mekanik perbaikan lokomotif uap Mak Itam, Sardini.

"Sebagian besar onderdil Mak Itam harus diganti. Banyak suku cadang dan onderdil yang harus kami buat sendiri, sebab tidak tersedia lagi di pasaran," ujar Sardini.

Pensiunan KAI ini mengungkapkan, perbaikan seharusnya dilakukan Desember 2015. Hanya saja, karena berbagai kendala baru bisa dilakukan sejak Februari 2016. Diperkirakan, perbaikan memakan waktu 15–20 hari.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, mengecek perbaikan di Depo KAI, kawasan Kampung Teleng Sawahlunto. Ia berharap perbaikan tidak tertunda lagi. Sehingga lokomotif tua itu bisa dipakai lagi setelah 4 tahun 'sakit'.

Sumber : detik, 23.03.16.

[English Free Translation]
Mak Itam, a steam locomotive which is one of the icons Sawahlunto, West Sumatera, still 'sick' so it can not be operated. Though the presence of this old train awaited by community and tourists. Do your best Guy !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar