Selasa, 22 Maret 2016

[KG-080/2016] Harapan Pengusaha, Tarif KA Pelabuhan Lebih Murah


JaKaRTa: Namanya harapan khan boleh aja dan bila bisa dipenuhi, selain memenuhi tuntutan pengusaha, sekaligus konsumen banyak, juga patut diacungi jempol ! Dua jempol sekaligus. Jempol kaki dan jempol tangan.

Kenyataan haruslah realistis. Sebagaimana pernah diungkap oleh Diropsar PT KALOG Sugeng Priyono saat uji coba lalu, pemerintah sebaiknya menghapus PPN 10 persen yang dikenakan untuk angkutan berbasis KA ini.

Bila pemerintah sanggup memenuhi ini, setidaknya harapan pengusaha untuk bisa berhemat dari PPN sudah lumayan. Dikali sebulan dan dikali setahun, tentu bukan angka yang sedikit dan secara gak langsung ikut menyukseskan gerakan efisiensi. Tapi apa iya begitu ?

Ini tantangan semua pihak. Dan kini semua pihak tengah merajut mimpi kolektif agar cita2 membawa nilai kompetitif di negeri ini bisa bersaing dengan negeri tetangga, minimal bisa dicapai dulu. Gak ada perubahan yang bisa menyenangkan semua pihak di waktu yang bersamaan.

Lantas mana dulu yang akan diprioritaskan. Tunggu tanggal mainnya. Sekedar tambahan info, silahkan baca artikel berikut ini (terlampir) buat nambah2 wacana di industri logistik nasional.

Perlukah mengungkit2 peran trucking yang doyan bikin macet jalanan, pembiaran moda kereta api sekian lama oleh pemerintah dan minta dikasihani ? No Way Man. Semua akan berjalan sesuai putaran jaman. Di dunia ini gak ada yang abadi. Yang abadi itu ya dinamika kehidupan itu sendiri.

--- quote ---

(artikel) Pebisnis Ingin Tarif Lebih Murah

Pelaku usaha di bidang logistik menginginkan agar tarif angkut kontainer rute pelabuhan Tanjung Priok - Cikarang Dry Port Jabar menggunakan kereta api lebih murah ketimbang truk.

Tony Mampuk, Country Government Relation Manager IKEA Indonesia, berharap tarif KA Pelabuhan Tanjung Priok - Cikarang Dry Port (CDP) dapat menurunkan biaya logistik.

"Kalau soal tarif secara spesifik kami serahkan kepada yang berwenang mengambil keputusan," katanya di Jakarta, Minggu (20/3). Saat ini, pihaknya menggunakan truk harus membayar lebih mahal mulai dari satu trip dari pelabuhan Tanjung Priok ke CDP.

Selanjutnya, satu trip lagi dari CDP ke Alam Sutera, Tangsel dan satu trip kembali ke depot. Dia berharap moda KA mampu memecah kepadatan di Tanjung Priok melalui proses angkut lanjut ke CDP, apalagi menjelang Lebaran.

Pada Lebaran, dia mengatakan biasanya kondisi Pelabuhan Tanjung Priok sangat padat. Begitu kapal sandar, dia berharap kontainer dapat langsung naik ke KA pelabuhan untuk segera dibawa ke CDP dan proses pengeluaran barang dilakukan di CDP.

"Dari segi waktu dan biaya kereta harusnya jauh lebih murah dibandingkan dengan truk. Khususnya melihat kondisi kemacetan baik di dalam pelabuhan maupun di luar pelabuhan," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Teresa Wibowo, General Manager of Marketing & Communication PT Kawan Lama Sejahtera-induk PT Ace Hardware Indonesia Tbk.-yang berharap tarif KA Pelabuhan Tanjung Priok-CDP dapat lebih murah.

Agung Kuswandono, Ketua Tim Satuan Tugas Dwelling Time, menyatakan operasional rel KA barang diberlakukan guna mendukung arus kontainer yang keluar dari Tanjung Priok.

"Kereta bukan bermaksud untuk menggantikan semua kontainer truk. Tapi dimaksudkan untuk mendukung karena hitungan KAI hanya 1% dari total throughput yang masuk Priok. Artinya belum begitu besar," ungkapnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 21.03.16.

--- unquote ---

Demikian ungkapan dan harapan para-pihak dengan akan beroperasinya kereta pelabuhan JICT dalam waktu dekat. Bagi yang berminat membaca2 kronologis terjadinya keinginan adanya kereta pelabuhan, semoga bisa maujud.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Entrepreneurs in the logistics sector wants the competitive freight rates to deliver the container from Tanjung Priok port - Cikarang Dry Port (CDP) location by train. Tony Mampuk, Country Government Relations Manager IKEA Indonesia, hoping Tanjung Priok - Cikarang Dry Port (CDP) port-train can reduce logistics costs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar