Senin, 28 Maret 2016

[KU-086/2016] Ditjenka : Industri Yang Minim Tenaga Ahli

JAKARTA: Ditjenka Kemenhub Hermanto Dwiatmoko mengatakan, pembangunan proyek KA di luar Pulau Jawa belum bisa dilakukan secara serentak karena kekurangan tenaga konsultan atau tenaga ahli. la beralasan sistem pendidikan di universitas belum memasukkan perkeretaapian sebagai salah satu studi.

"Kami sudah mengajukan MoU dengan rektor di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera agar ada spesialisasi tentang perkeretaapian," ujarnya. Dia menjelaskan, meski kekurangan tenaga ahli tidak membuat proyek pembangunan jalur KA di luar Jawa menjadi terhambat.

Menurutnya, saat ini pembangunan tersebut tidak bisa dilakukan serentak karena kondisi geografis setiap wilayah berbeda. Dia mengatakan, saat ini pembangunan jalur KA di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat masih memasuki tahap studi kelayakan.

Sementara, di Riau, aktivitas pembangunan fisik rel KA sudah mulai berjalan. Selain itu, pada tahun ini pembangunan jalur KA di Papua untuk rute Sorong-Manokwari sudah mulai pengadaan lahan dengan panjang sekitar 300 km.

Sumber : Republika, 24.03.16.

[English Free Translation]
The Directorate General of Railways - MoT Hermanto Dwiatmoko said the construction of railway projects outside Java can not be done simultaneously because of a shortage of consultants or experts. The reason, the education system of the railway at the university has not been available and have not yet become one of the fields of study.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar