Senin, 29 Februari 2016

[KU-058/2016] KALOG Usul Angkut Kontainer Bebas PPN

JAKARTA: PT Kereta Api Logistik (KALOG) meminta pemerintah untuk membebaskan pajak pertambahan nilai jasa angkutan kontainer menggunakan kereta api agar tarif angkut kontainer lebih kompetitif.

Direktur Operasi PT KALOG Sugeng Priyono mengatakan tarif angkutan kontainer ke Tanjung Priok menggunakan kereta api, lebih tinggi 12-15% dibandingkan dengan angkutan truk.

"Lebih tingginya biaya tersebut karena saat ini angkutan kontainer tersebut dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Coba bebas PPN, jadi lumayan," katanya di Jakarta, Kamis (18/02).

Sugeng menilai kereta api sebenarnya dapat menjadi alat pemerintah untuk pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional. Apalagi, waktu angkut kontainer menggunakan kereta api secara port-to-port jauh lebih cepat dan pasti ketimbang truk.

Dia mencontohkan waktu tempuh kereta api dari pelabuhan Tanjung Priok ke Cikarang Dry Port (CDP) saat ini hanya 45 menit - 1 jam, sementara waktu angkut truk saat tengah malam mencapai 2 jam.

Terkait dengan kesiapan pengoperasian kereta api pelabuhan, Sugeng mengaku progresnya telah mencapai 95%. Menurutnya, kereta api tsb dapat beroperasi secara komersial pada awal Maret 2016.

"Rencananya, rangkaian kereta api pelabuhan tersebut akan memiliki 30 gerbong datar atau setara 60 TEUs yang akan dibagi dalam dua operasi," ujarnya.

Sugeng menilai rute kereta api pelabuhan baru dari dan ke CDP. Namun tidak menutup kemungkinan dapat dikembangkan ke beberapa daerah. Seperti Gede Bage, Bandung atau Banten yang berdekatan dengan pusat industri Cilegon.

Sementara itu, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menuturkan moda transportasi kereta api jauh lebih efisien ketimbang dengan angkutan darat lain.

"Di darat saudara tidak hitung waktu kemacetan, inefisiensi waktu kemacetan, kemandekan, itu tinggi sekali,".

Dia memperkirakan penggunaan kereta api dan perbaikan sistem informasi National Single Window (NSW) dapat mengurangi waktu inap barang di pelabuhan, dari saat ini 3,5 hari menjadi dibawah dua hari.

Sumber : Bisnis Indonesia, 19.02.16.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Logistik (KALOG) asked the government to impose taxes on the value added services of container transport by rail, in order to be more competitive than trucking rates.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar