Kamis, 18 Februari 2016

[KG-048/2016] Akhirnya, Kereta Pelabuhan JICT Di Uji Coba – 18/02/16

JaKaRTa: Setelah sempat tertunda pelaksanannya, akhirnya hari Kamis tgl 18/02 jadi juga dilaksanakan acara uji coba angkutan kereta pelabuhan JICT. Awalnya, rombongan Kementerian Kemaritiman akan langsung menuju Stasiun JICT namun ada perubahan mendadak.

Kereta yang sudah tiba di Stasiun JICT akhirnya kembali ke Stasiun Pasoso menjemput Rizal Ramli (Menko Maritim & Sumber Daya) beserta rombongan dan menjelajah rel dari Pasoso menuju area JICT sekitar 1,8 km.

Kebetulan Menko berada di lokomotif yang membawa rangkaian 10 GD, komposisinya 9 gerbong datar isi kontainer dan 1 GD isi kabus. Turun dari loko, Rizal Ramli langsung disambut Direktur Operasi  & Pemasaran PT Kereta Api Logistik (KALOG) Sugeng Priyono.

Sebelum melihat aktifitas bongkar muat (B/M), Menko didampingi Diropsar berfoto didepan Stasiun JICT Tanjung Priok dan memberikan kesan tentang pentingnya moda kereta api, menjadi alternatif angkutan pengguna jasa di pelabuhan  Tanjung Priok Jakarta.

Setelah itu, Rizal Ramli menyaksikan bongkar muat dan dilanjutkan dengan press conference di lapangan dan mengajak rekan2 wartawan ke Gedung Pelindo untuk mendengar penjabaran proyek bisnis Pelindo di beberapa area seperti Pontianak, Medan dan New Priok Kalibaru.

Syukur Alhamdulillah uji coba angkutan diatas berjalan dengan baik dan lancar. Terima kasih atas dukungannya kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Samudera Indonesia Tbk, tim KALOG SAO, tim CDP / Iron Bird dan juga JO BUMIKALOG.

Sukses kedepannya akan sangat bergantung kepada komitmen dan kemauan pengguna jasa. Mau memanfaatkan moda KA sebagai alternatif angkutan ato hanya berkutat dengan tingkat harga semata ? Kita tunggu yuuuk.

Dokumentasi kegiatan uji coba, terlampir. Juga kami lampirkan sejumlah berita yang mengangkat isu kereta pelabuhan tersebut.

--- quote ---

[artikel] Kereta Pelabuhan Masih Mahal Dibanding Angkutan Darat

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Logistik, anak usaha PT KAI (Persero) mengakui jika angkutan kereta pelabuhan Priok bakal lebih mahal jika dibandingkan dengan angkutan darat (truk). Kereta Api Logistik bakal beroperasi pada 2016.

Direktur Operasi PT Kereta Api Logistik Sugeng Priyono mengatakan, selisih biaya dengan menggunakan angkutan truk mencapai 12 persen hingga 15 persen. Lebih tingginya biaya logistik dengan menggunakan kereta disebabkan adanya pengenaan pajak pada angkutan tersebut. "Karena kita kena pajak 10 persen. Coba bebas pajak jadi lumayan," kata dia Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Sugeng melanjutkan, jika pajak tersebut dibebaskan biaya logistik akan lebih murah. Dia menuturkan manfaat kereta pelabuhan ialah akan menghemat penggunaan bahan bakar. Kemudian, mengurangi kepadatan pelabuhan. "Efisiensi jalan raya, bagi pengguna jalan raya kan berkurang," katanya.

Dia menerangkan perusahaan akan mengoperasikan 2 unit kereta api. Jadi, untuk pergi pulang menjadi 4 kereta api. Untuk muatannya (pergi pulang) mencapai 60 gerbong datar (GD) atau setara dengan 120 kontainer per hari. "1 gerbong datar isinya 2 TEUs (kontainer)," ungkap dia‎.

Potensi kontainer secara keseluruhan mencapai 13 juta kontainer. PT KAI sendiri menyerap sampai 4 persen. Dia berharap, dengan adanya kereta pelabuhan akan bertahap menyerap sebesar 10 persen ada tahun depan.

"Setidaknya mulai tahun depan kita masuk merangkak ke 10 persen. Manfaatnya mengurangi kepadatan jalan raya. Kalau mengurangi kepadatan jalan raya pasti mengurangi penggunaan BBM. Itu pasti efisiensi. Kalau kemacetan di mana-mana kan berarti pemborosan di mana-mana," tandas dia.

Untuk diketahui, PT Kereta Api Logistik bakal mengoperasi kereta api pelabuhan Priok pada pekan Maret 2016. Perusahaan menyampaikan, kini pembangunan mencapai 95 persen. Saat ini perusahaan sedang merapikan pembangunan kereta tersebut.

"Hari ini uji coba pemanfaatan bongkar muat di sini. Uji coba. Secara keseluruhan infrastruktur pendukung, kira-kira 95 persen. Kurang kecil-kecilah kayak lampu, kantor. Rencananya nama stasiunnya Stasiun JICT," kata Sugeng.

Perusahaan akan mengoperasikan 2 unit kereta api. Jadi, untuk pergi pulang menjadi 4 kereta api. Untuk muatannya (pergi pulang) mencapai 60 gerbong datar (GD) atau setara dengan 120 kontainer per hari. "1 gerbong datar isinya 2 Teus (kontainer)," ungkap dia.

Sumber : Liputan6, 18.02.16.

--- unquote ---

Berita terkait dengan pengoperasian kereta pelabuhan dan persiapannya, silahkan baca [KG-047/2016] Sehari Sebelum Uji Coba Kereta Pelabuhan JICT - 17/02/16, [KG-045/2016] Lanjutan Rapat Persiapan Kereta Pelabuhan JICT – 15/02/16, [KG-041/2016] Kondisikan Stasiun JICT Mancarli, [KG-040/2016] Rapat KA JICT + Silaturahim Ke Mantan KALOGers – 10/02/16, [KG-036/2016] Cek Emplasemen Stasiun JICT - 05/02/16.

Juga sebelumnya cek : [KG-033/2016] Kunjungan Ke Stasiun JICT - 03/02/16, [KG-026/2016] Dekom dan Direksi Kunjungi JICT & SAO - 26/01/16, [KG-019/2016] Tindak Lanjut & Persiapan KA JICT - 19/01/16, [KG-015/2016] Rapat Koordinasi KA Pelabuhan JICT – 15/01/16, [KU-012/2016] Priok Terapkan Tarif Progresif 900% dan [KG-007/2016] BoD KALOG Kunjungi JICT + SAO.

Sumber : KALOG / Foto : RAM – Didik H.

[English Free Translation]
Thursday (February 18th) implemented a trial freight train from Pasoso to JICT station. A CC206 locomotive carrying 10 flat wagons drove into JICT Tanjung Priok Station, accompanied by Coordinating Minister Rizal Ramli. Good job !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar