Jumat, 30 Oktober 2015

[KU-295/2015] Ongkos Rawat Lokomotif KAI US$ 60 Juta

JAKARTA: PT KAI kembali menjalin kerja sama dengan General Electric (GE) Transportation. Bersamaan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat, KAI meneken kesepakatan perawatan lokomotif oleh GE dengan nilai USD 60 juta.

Perjanjian ini untuk merawat 50 lokomotif yang dibeli oleh KAI. Perjanjian perawatan ini berlaku 8 tahun. "Iya itu kunjungan presiden tanda tangan perawatannya," terang Dirku KAI, Kurniadi Atmosasmito.

Sejak memesan 50 lokomotif tahun lalu, baru 39 lokomotif yang terparkir di garasi KAI. Puluhan lokomotif tersebut masih dalam proses perawatan, perakitan, serta uji coba di Balai Yasa Yogyakarta. KAI berencana mengoperasikan ke-39 lokomotif itu untuk rangkaian KA di Sumatera.

Setelah uji coba kelar, puluhan lokomotif tadi masuk tahap sertifikasi. Manajemen KAI menargetkan, semua proses uji coba hingga pengiriman lokomotif rampung pada akhir tahun 2015. Target pengiriman 39 lokomotif ke Sumatera pada bulan Desember.

"Mudah-mudahan bisa beroperasi untuk kereta barang di Sumatera Selatan," harap Dirop KAI Bambang Eko Martono. Sementara, sisa pesanan 11 lokomotif dari 50 lokomotif, baru akan masuk ke Tanah Air sekitar September 2016. KAI akan mengoperasikan sisa pesanan lokomotif tersebut untuk rangkaian KA di pulau Jawa.

Sumber : Kontan, 29.10.15 / Foto : Railpictures.

[English Free Translation]
PT KAI re-establish cooperation with General Electric (GE) Transportation. Along with the President's Joko Widodo visit to the United States, KAI signed GE's locomotive maintenance agreement with a value of USD 60 million.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar