Rabu, 28 Oktober 2015

[KU-293/2015] Masa Depan Australia Tanpa Batu Bara

Penasehat Pemerintah Australia bidang sains (Chief Scientist) yang baru Dr Alan Finkel, menyatakan masa depan negara itu tanpa batu bara namun butuh waktu untuk mencapai tujuan itu.

PM Malcolm Turnbull menunjuk Dr Pinkel untuk memimpin lembaga penasehat pemerintah di bidang sains, teknologi dan iniovasi, menggantikan Prof. Ian Chubb.
Dalam keterangan pers usai penunjukan itu, Selasa (27/10/2015), Dr Finkel ditanya mengenai masa depan energi batu bara.

"Visi saya adalah sebuah negara, sebuah masyarakat, sebuah dunia yang tidak lagi menggunakan batu bara, minyak dan gas bumi sebab kita memiliki sumber listrik berlimpah yang bebas emisi," kata Dr Finkel.

"Namun anda tidak bisa mencapainya dalam semalam," tambahnya.
Pada hari yang sama sebuah surat terbuka dari 61 pesohor di Australia meminta Presiden Perancis untuk memasukkan ekspor batu bara sebagai agenda pertemuan di Paris bulan Desember mengenai perubahan iklim.

Tokoh Australia ini meliputi kalanga akademisi, olahragawan serta pemimpin agama. Mereka juga mendesak perlunya moratorium tambang batu bara.

Namun PM Turnbull menepis desakan untuk moratorium, dan memperkirakan bahwa batu bara masih akan menjadi sumber energi penting dunia di tahun-tahun mendatang.
Dr Finkel mengatakan butuh waktu untuk mengembangkan teknologi yang akan menggantikan batu bara.

"Cara terbaik menghentikan pemakaian batu bara adalah menyiapkan alternatifnya dengan harga terjangkau. Bukan dengan menghentikannya begitu saja," katanya.

Dr Finkel menambahkan Australia harus mempertimbangkan energi nuklir dalam menurunkan emisi karbon di negara ini.

"Ini harus dipertimbangkan namun bukan satu-satunya pilihan ke depan," katanya.
"Dengan fasilitas penyimpanan yang cukup, kita bisa menggunakan tenaga surya dan tenaga angin," jelasnya.

Sumber : Antara, 27.10.15.

[English Free Translation]
Newly science advisor to the Australian Government (Chief Scientist) Dr Alan Finkel, said the country's future without coal but it takes time to reach that goal. But still possible.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar