Senin, 19 Oktober 2015

[KU-287/2015] Cadangan Berlimpah, Bukit Asam Stop Eksplorasi

JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk menghentikan eksplorasi tambang batubara sejak Oktober 2015, hingga enam bulan ke depan. Perusahaan pelat merah tersebut beralasan, pasokan batubara mereka cukup untuk kebutuhan selama 40 tahun ke depan.

Saat ini, Bukit Asam memiliki pasokan batubara sekitar 9 miliar ton. Perinciannya, 7,29 miliar ton pasokan utama batubara dan 1,99 miliar ton cadangan batubara. Sementara perhitungan Bukit Asam, jumlah kebutuhan per tahun sekitar 20 juta ton.

"Lalu, lima tahun kemudian menjadi 50 juta ton per tahun," beber Joko Pramono, Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk kepada KONTAN, Selasa (13/10).

Meski menghentikan sementara eksplorasi, manajemen Bukit Asam memastikan kinerja tak tergangu. Hanya, perusahaan bekode PTBA di Bursa Efek Indonesia itu enggan mengungkapkan target penjualan hingga akhir 2015.

Bukit Asam hanya bilang, penjualan batubara hingga kuartal III-2015 masih tumbuh 8% dibandingkan dengan kuartal I-2014. Mayoritas konsumen mereka adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik, semen dan pupuk.

Kalau diperinci berdasarkan wilayah pemasaran, penjualan domestik tumbuh 12% sedangkan penjualan di pasar ekspor cuma tumbuh sekitar 5%. Salah satu negara tujuan ekspor mereka yakni Myanmar.

Manajemen, Bukit Asam berbagi secuil informasi itu. Mereka akan membeberkan detail capaian kinerja keuangan kuartal III-2015 pasca dipublikasikan. Selain berupaya mengejar pertumbuhan kinerja, Bukit Asam ingin menambah lahan eksplorasi.

Mereka beralasan, harga batubara yang sedang murah adalah kesempatan untuk mengakuisisi lahan tambang batubara. Namun lagi-lagi, Bukit Asam masih menyimpan detail rencana. "Dimana lokasi persisnya dan berapa potensinya belum bisa kami sampaikan, akan kami sampaikan setelah akuisisi resmi dilakukan," dalih Joko.

Sembari mematangkan rencana akuisisi, Bukti Asam juga melanjutkan rencana kerjasama dengan PT Freeport Indonesia untuk memasok batubara. Pasokan batubara itu akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan sumber energi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sedang dibangun Freeport Indonesia di Papua.

Manajemen Bukit Asam belum tahu persis berapa kapasitas daya PLTU itu. Mereka mengaku, dalam kesepakatan kedua perusahaan, Bukit Asam akan memasok 800.000 ton batubara per tahun. Informasi saja, kerjasama Bukit Asam dan Freeport Indonesia mencuat sejak September 2015.

Pemerintah menggadang Bukit Asam menjadi mitra strategis dalam proyek pembangkit Freeport Indonesia di Timika dan proyek pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur. Mengacu laporan keuangan 30 Juni 2015, Bukit Asam mencatatkan penjualan Rp 6,51 triliun.

Capaian itu tumbuh hanya 1,24% dibanding dengan penjualan per 30 Juni 2014, yakni Rp 6,42 triliun. Meski penjualan naik, laba bersih turun 31,21% menjadi Rp 795,17 miliar.

Sumber : Kontan, 15.10.15.

[English Free Translation]
PT Bukit Asam Tbk wanna stop coal mining exploration as of October 2015, up to six months. The reason behind that PTBA are sufficient to supply the coal for the next 40 years onward.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar