Rabu, 14 Oktober 2015

[KG-282/2015] Semen Bima : Antara Kretek & Klari

JaKaRTa: Waktu tunggu uji-coba angkutan Semen Bima sebenarnya tinggal menunggu hari. Setelah persiapan di Stasiun Kertapati (KPT), Palembang dengan proyek Shiploader dan Gantry Crane-nya selesai, kini sorotan mata difokuskan ke 2 (dua) stasiun mungil Kretek dan Klari. Sekarang mungil tapi nanti …

Kedua stasiun dengan kode KRT dan KLI ini dalam waktu dekat akan menjadi "lebih hidup", sama seperti stasiun lainnya di Sumatera Selatan, akan menjadi sibuk dengan kegiatan angkutan barang. Kertapati dan Suka Cinta (SCT) awalnya juga seperti itu.

Berikut ini penyelesaian tahap akhir di KRT dan KLI yang dikerjakan oleh tim Infrastruktur PT Kereta Api Logistik (KALOG) dan kebetulan kemarin hari sempat ditinjau oleh rombongan PT STAR, selaku produsen Semen Bima.

Cek ini-itu, yang secara prinsip semuanya sudah direncanakan dengan baik. Mulai dari sosialisasi, perijinan, antisipasi, pengadaan alat + SDM dan lain sebagainya. Pokoknya udah tinggal menunggu hari deh. Siaaaaaaap graaaaaak !

KLI menuntaskan isu over-capping di gudang transit (foto 1-6) sedangkan di KRT masih menyelesaiakan akses jalan masuk yang sedang dipasangi paving block. KRT juga merapihkan tugas akhir di masalah over-capping (foto 7-10).


Rujukan sebelumnya, silahkan dibaca: [KG-276/2015] GO + GB Kunjungi KLI + KRT – 08/10/15, [KG-237/2015] Pembangunan Di Sta. Kretek Ditinjau VP Daop 5 PWT, [KG-221/2015] Progress Report 1 – CY Sta. Kretek, [KG-216/2015] Pembangunan Sta. Kretek Dimulai, [KG-206/2015] Persiapan Angkutan “Semen Bima” dan [KG-149/2015] Peresmian Pabrik Semen BIMA – 29/05/15.

Posisi update per tgl 13/10. Monggo disimak dokumentasinya diatas.

Sumber : KALOG / Foto : Hendy S - Purwantoro.

[English Free Translation]
The trial transport Semen Bima actually is a matter of days. After preparation in Kertapati Station (KPT), Palembang with shiploader project and its Gantry Crane completed, the spotlight is now focused on 2 (two) small stations: Kretek and Klari. Now still small but later we don’t know what will happen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar