Jumat, 09 Oktober 2015

[KG-277/2015] Fokus Investasi PT KALOG di Sumatera Selatan

JaKaRTa: Berbicara mengenai angkutan barang, kereta api (KA) merupakan transportasi yang dapat diandalkan dalam masalah distribusi logistik. Karakteristik KA yang dapat mengangkut beban dalam jumlah banyak dalam satu waktu, menjadikan moda ini sebagai salah satu pilihan terpercaya untuk angkutan barang.

PT Kereta Api Logistik (KALOG) sebagai anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) ato PT KAI terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pendapatannya. Dibawah kepemimpinan Budi Noviantoro, KALOG terus berinvestasi dan berinovasi untuk mencapai target-targetnya.

“Tujuan saya (di KALOG), adalah untuk membesarkan KALOG” ujar Budi. Dengan membesarkan Kalog maka KAI sebagai induk perusahaan dapat mencapai target pendapatannya sendiri.

“Banyak investasi-investasi yang dilakukan oleh KALOG, Investasi tersebut harus diselaraskan dengan investasi yang dilakukan oleh induk,” tambahnya.

Saat ini KALOG mempunyai 4 (empat) lini bisnis, yaitu angkutan semen, peti kemas, kurir, dan bongkar muat batu bara. KALOG terus mengembangkan bisnis loading unloading batubara ini, karena saat ini untuk angkutan semen dan peti kemas sedang turun.

“Penarifan menjadi salah satu hal yang ketat untuk bisnis angkutan barang di pulau Jawa,” ujar Budi. Sejak Maret 2015, Pelindo III, dan Pelindo II bersama pelayaran membuat program promosi untuk angkutan kontainer menggunakan kapal dari Jakarta-Surabaya tarifnya sudah termasuk loading-unloading hanya Rp 2 Juta/TEU.

Tekanan Dolar Amerika kepada Rupiah saat ini menjadi salah satu hal yang membuat kondisi distribusi ini menjadi turun. Tarif angkutan menggunakan truk juga bisa murah dikarenakan banyak pemilik truk pengangkut barang banting harga.

“Kalog tidak bisa seperti itu, karena berbahaya, tidak aman dan dengan nekat angkut beban lebih (overload)” kata Budi. Rencananya Kementerian Perhubungan akan mulai mengelola Jembatan Timbang dan Balai Uji KIR  di seluruh daerah.

“KALOG mengapresiasi langkah pemerintah untuk menertibkan angkutan truk ini. Dengan adanya kebijakan tersebut, truk yang kelebihan muatan tidak akan beredar di jalan raya, dan tarif akan kembali bersaing,” ujar Budi.

Untuk angkutan Peti Kemas dan Semen, persaingan yang ketat dalam bisnis angkutan logistik di pulau Jawa, membuat KALOG tidak banyak berinvestasi di Pulau Jawa. “Untuk investasi di pulau Jawa kita Joint Operation (JO) dengan mitra kita. Untung sama-sama, rugi ya sama-sama,” ujar Budi.

Salah satu stasiun yang dikelola oleh KALOG adalah Stasiun Sungai Lagoa (SAO). “KALOG berharap agar SAO dikembangkan kapasitasnya oleh KAI agar pendapatan lebih maksimal ketika jalur KA sudah dapat masuk hingga pelabuhan,” kata Budi.

Budi mengatakan Peti Kemas nongkrong di JICT akan dibawa oleh KALOG ke SAO dan selanjutnya akan dikirim dari SAO ke tujuan akhir dengan KA kontainer.

 “Setelah saya petakan berbagai area bisnis KALOG yang paling beresiko peti kemas dan semen,” ujar Budi. Hal tersebut dikarenakan pesaingnya yang banyak mulai dari truk, kapal dan segala macam moda, sehingga saat ini KALOG fokus pada pengembangan infrastruktur di Sumatera Selatan (Sumsel).

“Di Sumsel, KALOG tengah melakukan investasi alat berat berupa Gantry Crane (GC) dan Conveyor sebagai upaya peningkatan kapasitas lo/lo batubara dari 2 juta ton/tahun menjadi 8 juta ton/tahun,” ujar Budi.

Lebih lanjut, menanggapi peluang bisnis batubara, KALOG telah membentuk anak perusahaan melalui joint venture di Srengsem, Lampung berupa Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dengan nama PT TBIS.

Dengan TUKS tersebut memungkinkan KALOG untuk melakukan bisnis loading unloading batubara dengan kapasitas 20 juta ton per tahun. Sementara TUKS tersebut ditargetkan akan beroperasi pada 2018.

“Saya ingin memberikan sesuatu untuk penerus saya,” kata Budi. Perkiraan Budi jika tidak ada hambatan yang berarti, tahun 2017 laba KALOG akan luar biasa. Investasi itu harus dilakukan secara tepat dan benar. “Jika melakukan investasi sekarang, hasilnya itu baru terlihat 1 tahun berikutnya,” tutupnya.

Senang Berinovasi Hingga Mendapatkan Penghargaan dari Presiden

Di kala senggang, Budi memiliki kebiasaan untuk mencari ide inovasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Ketika masih menjabat sebagai Wastek di Cirebon tahun 1989 ada kejadian seorang juru periksa jalan yang meninggal tertabrak kereta.

“Saya melihat alat-alat kerja almarhum, dan ternyata alat-alat tersebut cukup banyak dan sangat berat. Ia harus memikulnya ketika setiap melakukan pemeriksaan,” ujar Budi. Saat itu terdapat banyak variasi jenis rel, alat penambat, dan alat pasang.

Budi berinovasi untuk membuat penambat rel yang dapat digunakan untuk berbagai jenis rel. “Saya ingin menciptakan penambat itu pokoknya bisa dipakai di semua jenis rel dengan mudah,” kata Budi. Setelah uji coba yang cukup lama dibantu oleh Wika dan Pindad, Budi berhasil menciptakan inovasi KA-Clip.

"Paten KA-Clip bukan atas nama saya karena dari awal saya serahkan kepada PT KA," kata suami Windarti ini. Karena inovasi  KA-Clip ini, ia berhasil meraih Penghargaan Teknik Industri Kreasi Indonesia 2003 dari Presiden Megawati Soekarnoputri.


CURRICULUM VITAE

NAMA             : BUDI NOVIANTORO
NIPP/NIP        : 37198 / 120141420
TTL                 : Bojonegoro, 17 November 1960

RIWAYAT JABATAN
•           Diperbantukan di PT KA Logistik sebagai Direktur Utama - 2014 s/d sekarang.
•           EVP Freight Marketing & Sales - 2013
•           EVP Subsidiary Development - 2013
•           EVP Strategic Planning And Business Development - 2012
•           EVP Divre 3 Sumsel - 2010
•           EVP Perencanaan Strategik Dan Pengembangan Bisnis - 2009
•           Kepala Proyek Prasarana KA Lintas Utara Cirebon - 1998
•           Pimpro Pengembangan Prasarana KA Jawa Barat Jakarta - 1997
•           Pimpro Pengembangan Prasarana KA Jabar - 1995
•           Kepala Seksi Jalan Rel Dan Bangunan Daop 2 - 1991
•           Calon Pegawai – 1986.

Sumber : CorComm PT KALOG / Foto : Adjeng Putri.

[English Free Translation]
PT Kereta Api Logistik (KALOG) as a subsidiary of PT Kereta Api Indonesia (Persero), to innovate continuously to improve its earnings. Under the leadership of Budi Noviantoro as President Director, KALOG is currently investing and innovating to achieve its targets. YES, WE CAN !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar