Senin, 02 Maret 2015

[KG-061/2015] Keberadaan TB Kertapati & Pembangunan Sumsel



SuRaBaYa: Keberadaan Terminal Barang Kertapati, Palembang bagi PT Kereta Api Logistik (KALOG) gak bisa disepelekan. Memiliki sejarah bagi angkutan batu bara perusahaan swasta pertama di Sumatera Selatan dan merupakan salah satu pengisi pundi rupiah di kas anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Bahkan di tahun-tahun mendatang, propinsi yang terkenal memiliki cadangan batu bara terbesar di Pulau Sumatera ini, akan terus dikembangkan. Tak ayal, Gubernur Alex Noerdin mendukung pengembangan Stasiun Kertapati, tak hanya untuk masyarakat kota Palembang tetapi untuk pertumbuhan propinsi yang dipimpinnya.

Berikut ini, kami hadirkan 2 (dua) artikel yang menyorot perkembangan pembangunan Stasiun Kertapati maupun penambahan stasiun baru untuk mendukung perkembangan wilayah Sumatera Selatan secara umum.

--- quote ---

(artikel 1) Dapat Dana Rp 2 Triliun, PT KAI Akan Tambah Armada

JAKARTA: PT KAI mengusulkan PMN sebesar Rp2,75 T dalam RAPBNP 2015. Dari usulan itu, Komisi VI DPR RI menyetujuinya sebesar Rp2 T.

Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, dana yang telah disetujui oleh Komisi VI itu akan digunakan untuk peremajaan dan penambahan armada baru.

"Kebutuhan pemenuhan rolling stock untuk jalur baru Trans Sumatera juga menjadi prioritas kami," katanya. Ia dan sejumlah Direktur BUMN mengikuti kunjungan spesifik Komisi VI DPR.

Dalam paparannya, Edi mengatakan pihaknya membutuhkan dana hingga Rp2,75 T untuk melakukan pengadaan sarana perkeretaapian di Sumatera. Salah satunya pengadaan sarana angkutan penumpang berupa 3 unit lokomotif dan 32 unit kereta penumpang senilai US$ 17.402.387.

Selain itu, guna meningkatkan mutu layananan di bidang angkutan barang dari korporasi seperti PT Bukit Asam, PT KAI berencana membeli 44 unit lokomotif, serta 1.290 unit gerbong batu bara atau KKBW. Pengadaan sarana angkutan barang itu membutuhkan dana hingga US$ 193.563.040.

"Kami juga membutuhkan 2 set alat pemelihara jalan rel," ujarnya. Ketua Komisi VI DPR Achmad Hapisz Tohir mengatakan, PMN kepada PT KAI disesuaikan dengan kebutuhan utama dan ketersediaan dana pada kas negara. Sehingga ia sangat yakin KAI dapat berkembang lebih baik lagi dengan adanya tambahan modal usaha itu.

Sumber : Tempo, 16.02.15.



(artikel 2) Sumbang 40 Persen. Pendapatan KAI, Stasiun Kertapati Layak Diperbaiki

PALEMBANG: Komisi VI DPR RI menyetujui PMN sebesar Rp 2 T yang sebelumnya telah diajukan PT KAI. Dalam business plan, dana itu akan digunakan PT KAI untuk memperbaiki beberapa stasiun dan menambah gerbong kereta.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex, mengatakan Sta Kertapati di Sumsel harus masuk ke dalam rencana kerja perbaikan PT KAI. Apalagi stasiun itu juga menjadi penyumbang pendapatan besar ke PT KAI.

“PT KAI Divisi Regional Kertapati-Tanjung Karang menyumbang 40% pendapatan KAI secara nasional. Sumbernya adalah angkutan Batubara Rangkaian Panjang atau Babaranjang. Selayaknya Sta Kertapati yang menjadi Trans Sumatera Railways harus dibenahi,” ujarnya.

Tim Spesifik Komisi VI DPR RI berencana mendatangi Kota Palembang dan bertemu dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Mereka akan memastikan beberapa proyek yang berkaitan dengan mitra kerja Komisi VI di Sumsel berjalan lancar.

Komisi VI DPR RI juga mengajak Dirut PT KAI ke Kota Palembang untuk melihat stasiun yang ada di Kertapati dan stasiun kecil lainnya. Dodi berharap KAI memprioritaskan peningkatan kualitas stasiun tersebut.

Sumber : TribunNews, 15.02.15.

--- unquote ---

[English Free Translation]
Commission VI of the House of Representatives, approved the PMN IDR 2 trillion which have previously been proposed by PT KAI. In the business plan, the funds will be used by PT KAI to improve and add some stations and buy the train cars – both for passangers and cargoes.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar