Selasa, 25 Februari 2014

[KU-055/2014] Ignasius Jonan Layak Menjadi Menteri Perhubungan

JAKARTA: Dahlan Iskan telah resmi menandatangani pengangkatan kembali Ignasius Jonan sebagai Direktur Utama PT. KAI untuk periode yang kedua (21/2/2014). Pengangkatan kembali Ignasius Jonan yang habis masa jabatannya sesuai dengan keinginan Jonan sendiri. Jonan pernah mengungkapkan bahwa beliau menginginkan diberi kesempatan satu periode lagi untuk membenahi PT. KAI.  Kini keinginan tersebut terwujud.

Tak perlu diragukan lagi, kemampuan Ignasius Jonan dalam membawa gerbong PT. KAI patut diapresiasi, diberikan bintang. PT. KAI yang dulunya terseok-seok dengan stigma yang buruk, saat ini telah menjelma menjadi salah satu BUMN unggulan di negeri sendiri. Pembenahan besar-besaran telah dilakukan pada perusahaan plat merah yang membawahi salah satu moda transportasi di Indonesia. Walau belum sepenuhnya rampung karena masih banyak PR yang diemban oleh Jonan, namun gebrakan demi gebrakan yang dilakukannya patut dipuji.

Beragam penghargaan telah diperoleh oleh PT. KAI, mulai dari penghargaan The Best in Leading Change dalam ajang The 3rd Annual SPEx2 Award and Forum 2013 yang diselenggarakan oleh GML Performance Consulting dan Majalah Fortune Indonesia hingga Juara II BUMN Jasa Non Keuangan Berdaya Saing Terbaik pada malam Anugrah BUMN 2013 (5/12/2013). 

Bahkan Ignasius Jonan telah terpilih sebagai Chief Executive Officer (CEO) BUMN Terbaik 2013, mengalahkan nominator lain dari BUMN yang lebih besar, seperti Dirut Bank Mandiri Budi G. Sadikin, Dirut PT. Telkom Indonesia Arief Yahya, Dirut PT. Semen Indonesia Dwi Soetjipto, dan Dirut PT. Pertamina Karen Agustiawan.

Dahlan pun mengakui bahwa seharusnya Ignasius Jonan dapat mengemban tugas yang lebih berat, dapat memimpin BUMN yang lebih besar dari PT. KAI. Namun Dahlan memiliki pertimbangannya sendiri. Dahlan ingin agar perbaikan dan perombakan di PT. KAI terus berlanjut. Agar PT KAI dapat berada di garda depan dalam menyempurnakan sistem transportasi di Indonesia.

Tak dapat dipungkiri falsafah tentang menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat memang sangat penting. Masih terngiang seseorang yang pernah berkata, “Menjadi pemimpin tidak perlu menguasai segala hal, tetapi harus pintar menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat”.

Ignasius Jonan saat ini diberikan kepercayaan kembali mengasuh PT. KAI. Diberikan amanah untuk menjadikan PT. KAI sebagai perusahaan BUMN unggulan, perusahaan yang dapat lepas dari cap jelek BUMN.  Ignasius Jonan diberikan mandat untuk melanjutkan transformasi PT. KAI sebagai perusahaan besar yang tetap mengusung pelayanan kepada pengguna jasa kereta api, pelayanan kepada publik.

Layakkah beliau mengemban tugas sebagai Menteri Perhubungan di Kabinet yang akan datang? Siapapun Presidennya, rasanya Ignasius merupakan salah satu kandidat yang layak diunggulkan sebagai calon Menteri Perhubungan. Setidaknya, daripada mengangkat Menteri yang berasal dari partai dan belum tentu kualitasnya, masih lebih baik jika berasal dari kalangan profesional yang telah teruji. Salam. (Del)

Sumber : Kompasiana, 22.02.14.

[English Free Translation]

Needless to say, the ability of a man like Ignasius Jonan in bringing PT. Kereta Api Indonesia (PT KAI) as it is, should be appreciated. PT. KAI formerly hobbled with a bad stigma, has now become one of the leading state-owned enterprises in their own country. Salute !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar