Rabu, 19 Februari 2014

[KU-049/2014] Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia Topang Ekspor Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi prospek ekspor Indonesia pada kuartal I 2014 masih ditopang  kegiatan ekspor dari Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Doddy Zulverdy, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, menuturkan hal ini karena berkembangnya ekspor kelapa sawit dan bahan mineral.

"Pertumbuhan ekspor di Sumatera, terutama didorong oleh perkebunan kelapa sawit dan untuk KTI oleh produk tambang dan perikanan," kata Doddy, Selasa (18/2/2014).

Doddy mengatakan, ekspor dari KTI akan menaikkan neraca perdagangan Indonesia meskipun ada beberapa penyesuaian karena kebijakan larangan ekspor terkait smelter.

"Akan ada penyesuaian terkait dengan peraturan mengenai smelter, namun ekspor pertanian dan perikanan juga bisa diandalkan," katanya.

Dia mengatakan, perlambatan ekonomi akan terjadi di Jawa termasuk Jakarta, yang diakibatkan oleh surutnya permintaan domestik. "Pelambatan karena ada penurunan konsumsi domestik," katanya.

Pertumbuhan ekonomi daerah KTI dan Sumatera pada kuartal IV 2013 di atas pertumbuhan ekonomi daerah Pulau Jawa.

Papua tumbuh 23,8 persen, Sulsel tumbuh 7,9 persen. Sedangkan beberapa daerah di Sumatera seperti di Jambi dan Sumsel hanya tumbuh 6,9 dan 6,6 persen. Sedangkan Pulau Jawa pertumbuhannya mencapai 6,0 persen.

Sumber : TribunNews, 18.02.14.

[English Free Translation]

Bank Indonesia (BI) to predict prospects for Indonesian exports in the first quarter of 2014 still supported by the export of Sumatera and eastern part of Indonesia (KTI) areas. Doddy Zulverdy, Director of the Department of Economic and Monetary Policy BI, said this is due to the development of the palm oil and mineral materials export.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar