Senin, 03 Februari 2014

[KU-034/2014] Interkoneksi Antarmoda Tekan Biaya Logistik

JAKARTA: Meneg BUMN Dahlan Iskan meresmikan revitalisasi jalur KA menuju Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, dan modernisasi Terminal Curah Kering di Pelabuhan Panjang. Interkoneksi antara pelabuhan dan jalur KA diyakini dapat menekan biaya logistik dari Pelabuhan Panjang menuju beberapa daerah di Sumatera ataupun sebaliknya.

GM Pelabuhan Panjang Doso Agung mengatakan, revitalisasi jalur KA akan membawa banyak keuntungan. "Dengan masuknya KA ke dalam wilayah pelabuhan, biaya logistik dapat ditekan, kecelakaan dan kerusakan jalan bisa dikurangi, serta dapt menjangkau konektivitas di beberapa daerah di Sumatera," katanya.

Hingga saat ini PT Pelindo II dan PT KAI baru menyambungkan jalur KA dari Pelabuhan Panjang menuju Tanjung Enim Baru, Sumsel, dan Tanjung Siapi-api, Sumsel, ataupun sebaliknya. EVP Divre 3 menjelaskan, angkutan logistik menggunakan KA memiliki daya angkut lebih banyak daripada menggunakan truk.

"Satu truk mengangkut beban 19 ton, sedangkan satu gerbong kereta mampu mengangkut 50 ton. Apabila dalam sekali perjalanan, lokomotif mampu menarik 60 gerbong, itu berarti ada 3.000 ton yang diangkut dalam sekali jalan," ujarnya.

Selain itu, biaya yang dikeluarkan apabila menggunakan KA juga bisa ditekan. Suseno mengatakan, distribusi menggunakan truk memakan biaya Rp 700 per ton per kilometer. Adapun menggunakan KA, biayanya hanya sekitar Rp 500 per ton per kilometer.

Saat ditanya mengapa hal ini tidak diterapkan di Pulau Jawa yang biasa mengandalkan jalur pantura, Meneg BUMN Dahlan Iskan mengatakan, hal itu tidak mudah. Ia mengatakan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, juga memiliki akses jalur KA.

"Namun, jalur itu belum tersambung ke pelabuhan. Jaraknya masih kurang 400 meter untuk dapat tersambung dengan pelabuhan," ujarnya.

Sumber : Kompas, 25.01.14.

[English Free Translation]
State Enterprises Minister (Menteri BUMN) Dahlan Iskan inaugurated the revitalization of the railway line to the Port of Panjang, Bandar Lampung, and checked modernization of the dry bulk terminal. Interconnection between the port and the railway line is believed to reduce the cost of logistics from Port of Panjang to the several areas in Sumatera or otherwise.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar